Wingko babat merupakan salah satu jajanan khas yang sering diburu oleh para penikmat kuliner. Perpaduan legit antara parutan kelapa, tepung beras ketan, dan gula menjadikan jajanan ini begitu nikmat, apalagi jika menikmati wingko dalam keadaan ‘fresh from the open’ dan ditemani secangkir teh hangat.  Jajanan ini pada umumnya berbentuk bulat pipih dengan ukuran yang cukup bervariasi, mulai ukuran kecil, sedang hingga besar.

Tahukah sahabat Ublik tentang asal usul wingko babat? Sebagian besar orang menganggap kalau wingko babat itu merupakan jajanan yang khas dan asli dari Kota Semarang. Namun sebagian lain mengklaim bahwa wingko itu merupakan jajanan khas Lamongan. Di Semarang salah satu merek wingko yang terkenal yakni cap ‘Spoor’ atau yang kini telah diganti menjadi cap kereta api. Sedangkan di Lamongan sendiri wingko yang cukup terkenal yakni wingko Loe Lan Ing yang ada di Kecamatan Babat Lamongan.

Pilihan Editor :

 

Beberapa sumber mengatakan bahwa pada tahun 1946 seorang wanita yang bernama Loe Lan Hwa dan keluarganya pindah dari Babat ke Kota Semarang. Untuk memenuhi kebutuhannya, keluarga ini memproduksi jajanan yang berbahan dasar kelapa, tepung beras ketan, dan gula dan kemudian dijajakan ke warga yang ada disekitarnya maupun dititipkan ke warung-warung yang ada di Kota Semarang. Jajanan ini pun akhirnya menjadi terkenal dan menjadi ciri khas oleh-oleh dari Kota Semarang. Di Kota Semarang jajanan ini banyak ditemui di darah Pandanaran maupun di sekitaran stasiun Tawang.

Sementara itu di Lamongan, wingko sudah mulai dikenal sejak tahun 1900-an dengan cara pengolahan dan pengemasan yang masih sangat sederhana dan tradisional. Wingko Babat cap Loe Lan Ing merupakan wingko legendaris yang ada di Lamongan. Hingga saat ini wingko Loe Lan Ing sudah sampai pada generasi ke-empat. Wingko cap Loe Lan Ing terletak 1 km dari pertigaan bunderan Babat yang menghubungkan wilayah Jombang, Bojonegoro, dan Tuban. Karena letaknya yang cukup strategis membuat wingko ini menjadi jajanan wajib yang harus dibawa jika mampir ke Babat Lamongan.

Tapi, Bagaimana bisa 2 wilayah mengakui jajanan yang sama sebagai ciri khas dari wilayahnya?

Nah, usut punya usut ternyata kedua legendaris pembuat wingko ini adalah bersaudara yang dulu tinggal bersama-sama di Desa Babat, Kecamatan Babat Lamongan. Ayahnya, Loe Soe Siang merupakan orang pertama yang membuat jajanan ini dan akhirnya ditularkan kepada anak yakni Loe Lan Ing dan Loe Lan Hwa. Namun karena pada saat itu sedang terjadi polemik pasca kemerdekaan akhirnya Loe Lan Hwa memilih pindah ke Semarang untuk mencari kehidupan yang lebih aman dan nyaman, sedangkan Loe Lan Ing tetap tinggal di Babat bersama dengan ayahnya.

Wingko babat
Tugu Wingko di Lamongan (Sumber: www.nurulhidayah.net)

Babat merupakan kecamatan terbesar kedua yang ada di Kabupaten Lamongan. Letak wilayah yang cukup strategis menjadikan pertumbuhan di wilayah Babat ini semakin pesat. Salah satunya yakni maraknya usaha home industry yang memproduksi jajanan wingko sehingga mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Babat. Keberadaan home industry ini mampu memberdayakan masyarakat sekitar untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

Jika sahabat ublik pernah lewat di Bundaran Babat Lamongan pasti akan melihat tugu wingko yang berada selatan Pasar Babat. Keberadaan tugu wingko ini pada hakikatnya ingin menjelaskan bahwa wingko merupakan simbol jajanan khas dari Babat, Lamongan. Pembangunan tugu wingko telah rampung pada tahun 2016 silam dan menjadi spot menarik untuk diabadikan jika melewati Lamongan. So, sahabat ublik yang mau mampir di Lamongan bolehlah mampir ke Babat untuk berfoto ria di tugu wingko sambil menikmati gurih dan legitnya wingko babat.

Terlepas darimana wingko berasal, para penikmat wingko tidak perlu risau untuk bisa menikmati jajanan ini dikarenakan sangat muda untuk menemukan jajanan gurih yang satu ini. Tidak hanya di depot atau outlet wingko, jajanan ini sering pula dijajakan di terminal bus maupun stasiun kereta api setempat, Jadi kalau main ke Semarang ataupun ke Lamongan, wajib bawa jajanan ini sebagai oleh-oleh ya.

Sumber Gambar Utama: Indonesiakaya.com

Editor: Restia Ningrum, Ridho Nur Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here