Persatuan Sepak Bola Surabaya atau yang juga akrab disapa Persebaya adalah sebuah tim legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1927. Persebaya juga merupakan salah satu tim sepak bola pertama yang ada di Indonesia. Keberadaan Persebaya tentunya turut mewarnai dunia persepakbolaan tanah air. Tim ini adalah salah satu tim dengan nama paling besar. Sederet trophy bergengsi pernah mereka kantongi. Tentu, keberadaanya yang berada di kota besar membuat tim berjuluk Bajul Ijo ini memiliki basis suporter yang sangat fanatik. Suporter Persebaya begitu loyal membela dan mendukung Persebaya kemana pun mereka bertanding. Yap, siapa yang tak kenal Bonek Mania Sebagai suporter paling fanatik dalam persepakbolaan Indonesia?

Bonek memang cukup dikenal loyal namun beringas. Dari banyak berita yang berseliweran, tak sedikit memberitakan miring tentang pasukan hijau yang selalu bersama Persebaya ini. Meski begitu, Bonek juga memiliki kegiatan-kegiatan sosial yang juga patut ditiru oleh kelompok suporter lain. Namun, bukan di situ inti dari tulisan ini. Kita akan berbicara tentang sebuah foto legendaris dari wartawan Surabaya yang berhasil  mendapat penghargaan foto terbaik dalam ajang prestisius World Press Photo. Objek dari foto tersebut menampilkan bonek sebagai serdadu pengawal Persebaya kemana pun tim hijau itu berlaga.

Pilihan Editor : 

Awal Kisah

Persebaya Surabaya baru saja memainkan laga kandang melawan PSIS Semarang di stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya. Dalam laga klasik yang digelar tanggal 17 Mei 1995 tersebut, tim kebanggaan Surabaya itu berhasil menumpas perlawanan tim laskar biru dari Semarang dengan skor 2-0. Sontak Bonek Mania sebagai suporter senang bukan kepalang. Ketika wasit meniup peluit akhir laga, Bonek pun bersorak sorai gembira. Mereka keluar dari stadion dengan hati puas dan yel-yel dukungan Persebaya yang terus mereka gelorakan. Biasanya, ketika pertandingan usai dan Persebaya menang, para Bonek akan berhamburan di jalan. Hal ini tentu bakal membuat macet. Karena itulah, Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim memikirkan cara agar para Bonek dapat segera pulang kandang dan tidak memenuhi jalan raya.

Sesaat kemudian, munculah ide untuk memberi tumpangan secara cuma-cuma untuk para Bonek dengan dinaikkan ke atas truk. Mereka akan diantar oleh para petugas. Bonek tambah riang dapat tumpangan tersebut. Merekapun berebut naik truk. Bisa dipastikan dalam hitungan detik truk pertama langsung terisi penuh dan pergi keluar kawasan stadion untuk membawa bonek. Truk kedua datang. Antusiasme Bonek tak tertahankan di truk kedua ini Bonek yang ikut jumlahnya lebih banyak. Mereka sembari masih menyanyikan yel-yel dukungan untuk Persebaya secara berebut naik keatas truk. Kelewat gembira, di atas truk mereka terus menyanyi dan bergoyang. Sebuah sikap dan berisiko fatal tentunya.

Benar saja. Truk pun oleng. Gerak ke kanan dan ke kiri tak keruan. Prada Munib yang menyopiri truk sadar bahwa truk berjalan dengan tak benar. Iapun memperlambat laju truk. Namun, tetap saja truk oleng dan semakin oleng. Ketika truk sudah dipastikan hendak terguling para Bonek justru bersorai gembira, beberapa diantaranya cepat-cepat loncat dan menyelamatkan diri. dan akhirnya. Bruk! Trukpun terguling. Beberapa orang tergencet. Meski tak ada korban jiwa, beberapa orang mengalami ruka ringan dan butuh pengobatan secara segera.

Sholihuddin, Wartawan Jawa Pos

truk bonek terguling
Truk Bonek Terguling (Sumber: Jawa Pos)

Sholiduddin atau yang akrab dipanggil Sho tahu betul jika dia mesti mengabadikan momen-momen keriaan bonek usai Persebaya menang 2-0 atas PSIS. Iapun mengetahui kalau kala itu TNI mengangkut bonek dengan truk. Sebuah hal yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Sontak Sho menunggu rombongan truk itu lewat dari depan Polsekta Genteng. Ketika truk kedua mulai melintas jalan Ambengan. Truk terlihat oleng dan berjalan dengan dua roda saja. Melihat truk akan segera terguling. Sho lantas mengarahkan kameranya kearah truk tersebut. Blitz tak lupa ia hidupkan mengingat hari sudah mulai gelap. Beberapa detik kemudian. Benar saja truk terguling. Orang-orang berhamburan loncat dan menyelamatkan diri. Sho yang hanya berjarak 10 meter dari lokasi kejadian tentu terkena imbas tertubruk para Bonek yang menyelamatkan diri. Shopun ikut terjatuh tapi kamera aman digenggamannya. Sho pun lantas bangkit dan buru-buru pergi ke kantor Graha Pena Jawa Pos Surabaya.

Sampai di kantor. Betapa terkejutnya Sho melihat hasil jepretannya sendiri. Sebuah foto yang benar-benar sangat epic tergambar. Dalam jepretannya terlihat belasan atau bahkan puluhan bonek tengah panik meloncat dan menyelamatkan diri dengan gaya dan ekspresinya masing-masing semua terlihat jelas dalam foto itu. Apalagi ekspresi Prada Munib yang berusaha membenarkan posisi truk yang nyaris terguling itu. Semuanya tergambar dengan gamblang. Bisa dipastikan Pimpinan Redaksi Jawa Pos kala itu Solihin Hidayat langsung menaruh karya Sho di halaman terdepan Koran Jawa Pos keesokan harinya. Hal tersebut memang cukup beresiko lantaran saat itu, pemberitaan tentang TNI agak sensitif.  Benar saja, setelah foto itu dimuat, Sho mendapat teror untuk tidak menyebarluaskan foto tersebut.

Prestasi Internasional

Foto tersebut kemudian diumumkan oleh World Press Photo sebagai foto terbaik tahun 1995 untuk kategori Spot News.Tentu saja foto tersebut begitu dibanggakan oleh Sho dan Jawa Pos mengingat ajang tersebut adalah ajang tertinggi untuk jurnalis foto. Hingga kini jika kita berkunjung Graha Pena Jawa Pos di Surabaya. Foto tersebut masih terpampang. Seakan ingin memberitahukan jika dari bingkai tersebutlah karya anak Indonesia pernah dikenal diapresiasi diseluruh dunia.

 

(Editor : Restia Ningrum)

(Sumber Gambar Utama : sepakbolalokal.com)

2 KOMENTAR

  1. foto truk bonek terguling itu bener-bener keren, tapi yang lebih keren lagi fotografernya yang bisa menangkap momen dengan tepat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.