UblikKisah Dramatis nan Romantis di Ranca Upas. Berawal tawa oleh candaan yang dihasilkan Games dilanjut dengan Romantisme, kemudian hal mengerikan pun terjadi!

Sebulan telah berlalu dengan niat untuk backpackeran dengan jumlah yang ikut adalah 10 orang, yaitu CEO Takaitu.com, Owner Agiesradocumenter, CEO Ublik, Owner Blog Rimutho-Catatan Mingguan, Mba Dewi dan Mba Ambar (Kawannya Rimutho) serta 4 orang lainnya yang  pada akhirnya tanggal 28 April 2017 lalu kami berangkat menuju Kota Kembang, Yups Bandung! Kami kesana menggunakan Kereta Api dengan Tujuan destinasi Kawah Putih, Situ Patenggang, Curug Kembar Tiga lalu berakhir di Ranca Upas dengan 2 Hari 2 Malam yang cukup melelahkan menggunakan 2 Mobil yang menjadi saksi kebersamaan dan romantisme saya dengan salah satu Penulis Ublik.id juga huehehehe.

But, nggak sama sekali membuat kami semua stop untuk mendapatkan pengalaman besar dalam hidup yang bisa diceritakan oleh anak cucu kami kelak nanti #eeaaaa, Artikel ini saya persembahkan untuk para semua Backpacker Tangguh asal Komunitas Blogger Jakarta yang ikut Traveling dan para Ublikers yang setia berkunjung dan membaca semua artikel menarik di Ublik!

Melanjutkan dari tema artikel ini, pada destinasi terakhir kami yaitu Ranca Upas. Sebuah Destinasi tempatnya para Backpacker pemula hingga senior ‘NgeCamp alias Camping alias Berkemah’ dah hahaha. Nah, 4 orang dari kami merasakan hal yang mungkin belum pernah mereka rasakan pada hidupnya dan hal tersebut menurut saya pribadi udah biasa terjadi tapi bagi mereka jelas Mengerikan sekaligus bikin panik!

Tapi dibalik terjadinya hal tersebut terselip kisah romantisme yang so sweat bgtttt hehe oleh dua pasang kekasih yaitu Owner Pintarblogging.id with Owner Zreezree.id dan CEO Bacalagi.id with CEO Coklat.my.id ahahaydeee 😊 dan solidaritas dari kami semua saat Backpackeran mulai berada di Kawah Putih hingga di Ranca Upas.

Inilah Kisah Dramatis nan Romantis di Ranca Upas dengan Berjuta Indahnya Solidaritas bersama Sahabat dan Kesayangan!

Kisah Dramatis nan Romantis di Ranca UpasPhoto: Dok. Pribadi

Kaya gimana sih kisah dramatis, romantis dan solidaritasnya? Yuk ikutin terus aja artikel ini sampe selesai. Awas ketakutan dan baper! Hahahaha

Dramatis parah, berawal terkena Hipotermia tingkat sedang Hingga diganggu Setan Ranca Upas yang bikin seisi Tenda jadi Panik abis dah!

Kisah Dramatis nan Romantis di Ranca UpasPhoto: forwallpaper.com

Kehidupan seorang Backpacker nggak pernah lepas dengan ‘Alam’, right? Disetiap kegiatannya pasti menemukan dan pasti merasakan banyak kejadian yang nggak diduga-duga, apalagi seorang Backpacker pemula yang sama sekali belum pernah merasakan gimana kejam dan indahnya alam di Indonesia.

Kejamnya alam yang mengincar dan mengancam keselamatan backpacker tersebut dengan berbagai banyak cara mulai dari gejala Hipotermia hingga beneran kena Hipotermia tingkat rendah hingga mengakibatkan nyawa melayang pada destinasi alam yang tingkat hawa dingin nya sangat tinggi bak Antartika, dan diganggu oleh setan penunggu destinasi yang jahat, nakal, iseng, dan songong banget dah! Sampe-sampe mau diajak pergi Sukma (Roh) nya!

Nah, seperti yang terjadi kepada 4 orang ‘2 Wanita Cantik dan 2 Pria Tamvan’ 😊 yang ikut Backpackeran sama saya ke 4 Destinasi di Kota Kembang, tepatnya sih Ciwidey, Bandung Selatan. Yang Destinasi terakhirnya seperti judul artikel ini yakni Ranca Upas!

Berawal dari Hipotermia yang terjadi oleh Iqbal yang cukup membuat kami panik saat melihat dirinya udah dalam keadaan pucet dan sangat kedinginan yang kemudian setelah normal langsung diganggu oleh setan penunggu kawasan kami ngecamp. Berulangkali kami terus diganggu oleh beberapa setan penunggu Ranca Upas yang songong, dan bikin saya emosi.

Bukan hanya Iqbal saja yang diganggu, Desti, Tiara dan Rizki pun ikut diganggu oleh pemimpin beberapa setan tersebut, yang paling parah adalah Desti yang diganggu oleh Kuntilanak. Sukma ‘Roh’ nya Desti diajak ingin diajak pergi oleh setan tersebut dan ternyata memang benar adanya bahwa Sukmanya Desti telah diajak pergi untuk bermain di hutan dekat bukit yang nggak jauh dari tenda kami.

Saya pun sendiri mencoba dan terus mencoba untuk melawan serta mengatasi betubi-tubi gangguan dari beberapa setan tersebut dan alhamdulillah atas izin Allah, saya berhasil mengatasi gangguan tersebut satu-persatu. Mungkin ini sebagai pengalaman saya yang ke puluhan kalinya menghadapi hal seperti itu.

Sungguh Romantis, Menatap Indahnya Bintang hingga Terciptanya kalimat ‘Jangan Tinggalin Aku Yaa’ yang So Sweet dan Tepat banget dengan Kondisinya!

Kisah Dramatis nan Romantis di Ranca UpasPhoto: Dok. Pribadi

Disetiap saya backpackeran, baru kali ini saya merasakan hal yang sangat jauh berbeda dengan yang udah-udah, nggak pernah kebayang sebelumnya kalo saya bakal dapet kisah romantis dan begitu so sweat-nya saat backpackeran ke Kota Kembang yang destinasi akhirnya adalah Ranca Upas.

Di Ranca Upas ngecamp yang pada malam harinya saya bersama kesayangan duduk manis saling bersandar didepan tenda sambil ngobrol panjang lebar dan menatap indahnya bintang-bintang yang sangat banyak dan kedap-kedip, Milky Way yang bikin hati serasa tenang, apalagi dengan kesayangan yang menemani indahnya malam ya walaupun nggak sampe pagi tapi Unnccchhhh bikin nggak mau jauh dan kehilangan dia deh hueheheh. Bukan hanya saya with kesayangan aja tapi juga bersama Iqbal dan Nabilah yang romantis-romantisan, Ciyyeeeee!

Kisah Dramatis nan Romantis di Ranca UpasPhoto: Dok. Pribadi

Ditambah lagi saat dia terkena gangguan oleh setan kamvret yang bikin saya panik dan buktikan kalo saya memang sayang sama dia dan berusaha dengan setulus hati serta sepenuh tenaga dalam dan luar untuk menjaganya agar nggak terjadi hal yang lebih parah, disaat gangguan telah usai lalu dia pun bicara sama saya “Jangan Tinggalin Aku Yaa..” lalu menyuruh saya untuk tetap berada disampingnya hingga pagi hari. Uhhhh bikin saya makin nggak mau kehilangan dia deh pokoknya. Hehehe, Awas baper loh om jomblo!

Solidaritas tetap Terjalin, bermula Bagi-bagi tugas bawa Barang hingga Melawan kejahatan Setan Ranca Upas yang Kejam dan Songong Abis!

Kisah Dramatis nan Romantis di Ranca UpasPhoto: Dok. Pribadi

Solidaritas artinya Kebersamaan, itulah yang saya selalu terapkan kepada semua sahabat saya dimanapun berada. Baik itu saling membantu mengerjakan hal-hal sepele hingga membantu untuk hal yang luar biasa tanpa memikirkan sedikitpun imbalan!

Seperti saat backpackeran kemaren ke Kawah putih, Situ Patenggang, Curug Kembar 3, dan Ranca Upas yang saling memberi tugas, mulai dari pemesanan Tiket Kereta, mencetak Tiket Kereta, bagi-bagi tugas bawa barang hingga melawan kejahatan setan songong yang bertubi-tubi menganggu kami! Mulai dari sekedar doa hingga saling menjaga sesama teman dengan setulus hati dan sepenuh hati kami lakukan.

Mungkin diantara kalian para Ublikers, masih banyak yang malas untuk menerima tugas untuk bawa-bawa barang, apalagi buat ngelawan setan-setan? Yang perlu diketahui bahwa dengan Solidaritas yang terus terjalin, kita punya teman, sahabat yang selalu ingat tentang bagaimana care-nya kita ke mereka dan dijamin nggak akan pernah lupa sama kita dimanapun kita berada deh. Serius!

Hikmah yang bisa Dipetik dari Kisah Nyata ini, jadikan sebagai Pengalaman Hidup yang Berharga untuk Pribadi dan Banyak orang saat ini hingga Masa Tua Kelak!

Kisah Dramatis nan Romantis di Ranca UpasPhoto: Dok. Pribadi

Yang namanya Hidup pasti akan mengalami sebuah kejadian yang nggak pernah kita alami sebelumnya. Ya, mulai dari peristiwa sepele hingga nyawa taruhannya pun pasti ada yang mengalami ‘seperti saya pribadi’!

Kehidupan seorang backpacker pasti kalian udah paham artinya berhubungan dengan ‘Alam dan Sisi Gelapnya’, Right? Artinya gini, nggak selamanya seorang backpacker tuh aman-aman aja saat backpackeran kemanapun itu. Mulai dari terkena hipotermia yang bisa bikin orang meninggal hingga diganggu setan penunggu destinasi yang cuma iseng dan nakal biasa hingga juga bisa bikin celaka dan berahirnya hidup kita di destinasi tersebut.

Hikmah Hidup yang bisa kita petik dan dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga adalah:

” Jika ingin selamat saat backpackeran maka kita harus selalu ‘Ingat’ akan kondisi dan keadaan kita pribadi dan destinasi tujuan. Gunakan peralatan lengkap untuk menopang keselamatan dan jadilah manusia yang sopan dan ‘Ingat’ bahwa kita hidup itu nggak sendiri alias berdampingan dengan Alam Mistis yang memperhatikan kita hingga bisa mencelakakan kita.

Ingat untuk permisi  dengan penunggu destinasi saat backpackeran agar nggak diganggu oleh setan-setan yang cuma sekedar iseng dan nakal hingga bikin celaka. Allah SWT selalu bersama kita, minta perlindungan dari semua hal fatal kepadanya agar selamat dan tetap sehat hingga pulang kerumah, karena ‘Keindahan, Keelokan, Kecantikan Alam adalah Bonus, Tetap Selamat dan Sehat adalah Tujuan Utama dari Backpackeran’

Itulah kisah nyata yang saya bersama kesayangan dan sahabat saya alami saat backpackeran ke Kota Kembang dengan destinasi Kawah Putih, Situ Patenggang, Curug Kembar 3, dan terakhir Ranca Upas yang diakhiri oleh Kisah Dramatis nan Romantis di Ranca Upas dengan tetap selalu solid dalam segala hal.

Semoga kisah ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua dan menjadi sebuah pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga untuk kami, dan kalian para Ublikers yang setia untuk membaca artikel-artikel menarik lainnya. Terima Kasih! Salam Backpacker dan Travel Blogger, Iman Ridhwan Syah!

2 KOMENTAR

  1. Terharu biruu sampe menderu deruu akuunyaaa mas..
    Semoga kisahnya menjadi kisah yang selalu terkenang sampai nanti kakek kakek deh.. Lumayan cucunya nanti biar jadi backpaker yg berpengalaman jugaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here