Berbahagialah bagi para perempuan karena negara ini memberi dua tanggal khusus untuk menyanjungi keberadaan sosok kaum hawa. Pertama, tanggal 21 April yang selalu diperingati menjadi Hari Kartini yaitu sebuah hari yang mengangkat harkat seluruh perempuan di serluruh Indonesia. Selain 21 April, 22 Desember juga menjadi hari yang selalau diperingati masyarakat Indonesia untuk menaikan derajat perempuan.

Ya, di tanggal 22 Desember rakyat Indonesia serentak memeringati hari ibu, sebuah hari di mana seluruh lapisan masyarakat mengapresiasi kebaikan dan segala perilaku seorang ibu. Bahkan tak sedikit yang memberinya hadiah atau mengistirahatkan dari segala aktivitasnya. Ya, ibu memang segalanya. Tanpanya, tak akan ada kita didunia ini. Atas segala perjuangannya itu, hari ibu selalu diperingati tiap tahunnya. Tapi, mengapa di Indonesia hari ibu diperingati tiap tanggal 22 Desember?

Pilihan Editor:

Awal Peringatan Hari Ibu

Kongres Wanita Indonesia 1928 (Sumber: erabaru.net)

Semuanya berawal dari kongres perempuan Indonesia pertama yang dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 25 Desember tahun 1928. Saat itu, beberapa aktivis kemerdekaan perempuan berkumpul. Mereka datang dari banyak kota, daerah dan suku di Indonesia.Meski berbeda latar belakang, tujuan mereka satu: Mengangkat harkat dan martabat perempuan. Bukan cuma itu, mereka menganggap isu-isu perempuan selama ini selalu tidak dianggap. Perempuan selalu dijadikan alas dan pelampiasan. Sementara itu, tak banyak yang bisa dilakukan kaum hawa. Karena itulah mereka berkumpul di Jogja pada tanggal tersebut. Hingga akhirnya perkumpulan perempuan dari berbagai wilayah di nusantara itu berujung pada dibentuknya Kongres Nasional Wanita Indonesia (Konawi). Akan tetapi penetapan hari ibu tanggal 22 Desember baru ditetapkan pada kongres ketiga tahun 1938.

Suara-suara perempuan itu tidak terdengar minor. Sebaliknya, suara-suara perempuan hasil Konawi itu jadi salah satu cara ‘memuluskan’ jalan kemerdekaan Indonesia. Jadi, sudah barang tentu kemerdekaan Indonesia tak lepas dari perjuangan para perempuan, khususnya para ibu. Sebab itulah ketika Indonesia telah lepas dari penjajahan, Presiden Soekarno secara khusus menetapkan 22 Desember sebagai hari Ibu nasional. Penetapan itu melalui Dekrit Presiden no 316 tahun 1959. Sejak saat itulah perayaan hari ibu digelar dan diperingati setiap tahunnya.

Pentingnya Memeringati Hari Ibu

Kasih Sayang Ibu (Sumber: capslocknet.com)

Sudah jelas bahwa hari ibu berawal dari sebuah perlawanan. Sebuah ketangguhan seorang perempuan yang berani bersuara dan rela berkorban bukan hanya untuk anak ataupun keluarga, tapi juga untuk bangsa. Kini, kita mesti sadar, bahwa ibu memag segalanya. Dialah poros keluarga. Segala sesuatunya berawal dan berakhir pada Ibu. Tidak akan ada B.J Habibie yang cerdas jika tak diayomi oleh seorang ibu. Tidak ada seorang Soekarno yang tegas, jika tak diajarkan oleh sang ibu. Tidak ada Joey Alexander yang tangkas jika tak dapat wejangan dari sang ibu.

Bahkan, dirimu kini adalah buah hasil perjuangan, kasih sayang sampai pengorbanan ibumu. Coba diingat, betapa bertaruh nyawa ia melahirkan kita, betapa lelah ia mengurus kita sejak bayi. Betapa habis tenaganya dan kurang tidurnya hanya utuk melayani kita. Maka, jika kita sudah dewasa, perlakukan ibumu sebaik mungkin. Memang tak akan bisa kita membalas segala yang telah ibu beri. Bahkan uang sebanyak apapun tak akan sanggup untuk menggantikan segala jasanya. Sebab itu, peringatilah hari ibu ini sebaik mungkin. Memang, banyak yang berkata jika memberi kasih sayang dan apresasi terhadap ibu tak harus saat hari ibu. Tapi, kadang kita lupa jika tidak diingatkan. Maka peringatan hari ibu ini sangat penting.

Peringatan Hari Ibu Juga Diselenggarakan di Berbagai Negara di Dunia

Woman with little kid (Sumber: www.pexels.com)

Disebut sangat penting karena memang yang memeringati hari ibu ini tidak hanya Indonesia, tapi beberapa negara di belahan dunia lain juga menetapkan satu hari dari kalendernya untuk memeringati hari ibu. Meski begitu, tanggal setiap negara untuk memeringati hari penting ini berbeda-beda. Di banyak negara, kita tahu tentang peringatan International Mothers Day.  Hari ibu sedunia ini diperingati tiap minggu kedua bulan Mei. Beberapa neara Arab menetapkan hari ibunya pada tanggal 21 Maret. Sementara itu negara Thailand menetapkan hari ibunya pada tanggal 12 Agustus. Tanggal tersebut diambil dari tanggal kelahiran ratu Thailand.

Kapanpun hari ibunya dan bagaimanapun cara memeringatinya, yang jelas satu hal yang mesti kita tekankan: Ibu adalah sumber kehidupan. Maka, sayangi dan senangkanlah dia selalu. Wujudkanlah segala keinginannya dan berikan yang terbaik dari diri kita untuk mewakafkan diri dan berbakti pada dia yang tiap hari kita panggil ‘ibu’.

 

(Sumber Gambar Utama: intisari.grid.id)

(Editor: Restia Ningrum)