UblikPekerjaan Copywriter. “Di tengah aktivitas dunia yang sibuk ini, ternyata ada orang yang dibayar untuk duduk, berkhayal, memainkan kata, dan juga memainkan perasaan!” Eit. Jangan baper dulu. Ini mungkin tidak seperti yang kamu kira. Yang jelas kalimat itu melintas begitu saja di benak saya kemarin ketika pulang kerja di sore hari. Tepatnya saat melintasi gang-gang kecil menuju rumah kost yang tidak jauh dari Jl. Slamet Riyadi, Kota Solo. Baiklah, kali ini bukan tentang nama-nama jalan, tapi tentang pekerjaan seru yang konon cuma duduk dan berkhayal. Benarkah ada yang seperti itu?

Tulisan ini bukan soal ‘Bagaimana Menjadi Copywriter Handal dalam Waktu Cepat’ , ‘Jurus Jitu Copywriting untuk Menaikkan Omset Bisnis Anda’, atau bahkan ‘Alasan Mengapa Copywriter adalah Pasangan Ideal.’ Oh, seriusan bukan itu yang mau saya sampaikan! “Copywriter itu kerjanya bikin kopi ya? atau tukang foto kopi?” Mungkin ada yang iseng untuk bertanya begitu. Tapi percayalah, kamu sebaiknya mengabaikan joke yang tidak lucu itu.

Ngomong-ngomong soal copywriter, apakah profesi ini sudah cukup familiar buatmu? Khusus buat yang belum, mari kita simak penjelasan dari Enda Nasution, salah satu copywriter paling top Indonesia dan dijuluki sebagai ‘Bapak Blogger Indonesia’ berikut ini. Copywriter terdiri dari dua kata: copy dan writer. Untuk writer pasti semua sudah tahu artinya. Lalu apa yang disebut copy itu? Berbeda dari arti yang biasa kita tahu, copy itu tidak selalu berarti menduplikasi sesuatu. Copy dalam bahasa Inggris juga berarti hal-hal yang ditulis oleh jurnalis, novelis, dan para penulis lainnya. Copy juga berati kata-kata yang kita temukan dalam iklan. Secara umum copy berarti tulisan-tulisan yang banyak macamnya, bisa ada di iklan TV, koran, brosur, leaflet, website, spanduk, dan sebagainya. Intinya, copywriting itu cenderung lebih dekat definisinya dengan dunia promosi daripada menulis di koran atau di buku.

adi copywriter itu kerjaannya apa saja? sebelumnya saya mau tanya, apakah kamu suka menonton iklan di televisi? Tidak usah dijawab pun kita sama-sama tahu kalau kebanyakan orang yang menyalakan televisi bukan untuk menonton iklan. Tapi tahukah bahwa di balik tayangan iklan-iklan yang sering kita lewati dengan cara pindah channel itu, ada orang-orang di balik layar yang tugasnya berpikir untuk membuat konsep iklan. Merekalah copywriter itu, orang-orang yang menulis naskah iklan. Dan inilah hal-hal menarik seputar pekerjaan sebagai copywriter.

Bagian dari Tim Kreatif

pekerjaan copywriter dan prospeknya
Sumber: Info-bogor.com

Sebagai bagian dari tim kreatif untuk keperluan periklanan, copywriter bersama desainer grafis atau art director harus bisa menyampaikan informasi tentang produk yang akan diiklankan. Tentu bahasa iklan yang dibuat harus sesuai dengan audiens atau calon konsumen yang dituju. Tagline produk dan dialog dalam iklan-iklan di televisi juga menjadi tanggung jawab si copywriter. Itulah kenapa copywriter harus punya kemampuan komunikasi yang baik, imajinasi tinggi, kreativitas, dan jiwa seni karena tugasnya menulis deskripsi yang mampu menarik calon pelanggan. Kebanyakan perusahaan menempatkan seorang copywriter di bagian tim kreatif yang terhubung langsung dengan tim marketing.

Bisa dibilang scope kerjanya copywriter cukup luas: dari membuat slogan sebuah brand, sampai membuat script dialog iklan televisi. Dari membuat caption online shop sampai menyusun kata-kata buat poster acara. Job desc-nya cocok buatmu yang suka suasana bebas, suka belajar hal yang baru, atau kamu yang kurang cocok dengan kerjaan rutin yang sama setiap hari.

Tidak Sekadar Menulis

Tidak hanya menulis. Sumber: stocksnap.io

Kalau ditanya “siapa saja yang bisa menjadi copywriter?” maka jawabannya “siapa saja bisa.” Meskipun bekal ilmu untuk profesi ini notabene diperoleh di jurusan Ilmu Komunikasi, tapi sebenarnya tidak ada batasan kaku untuk menjalani pekerjaan kreatif ini. Bisa dibilang kalau modal utama seorang copywriter adalah keterampilan menulis. Tapi menulis yang dimaksud bukan sembarang menulis sesuka hati, melainkan menulis untuk urusan komersil. Dengan tulisannya, ia mampu untuk mempengaruhi orang dan memicu seseorang untuk membeli.

Tentang ‘Seni Mempengaruhi’ Orang

Seperti apa ‘pengaruh’ yang diberikan copywriter ke konsumen untuk membeli sesuatu? Contohnya begini, suatu hari saya melihat iklan air minum kemasan dengan slogan “Kaya ada manis-manisnya.” Kamu tahu ‘kan merek apa yang saya maksud ini? kemudian saat mau membeli air minum kemasan di toko swalayan saya lihat deretan merek air minum kemasan dan akhirnya mengambil yang kata iklannya “Kaya ada manis-manisnya” itu.

Alasannya? Ya karena penasaran ingin membuktikan benarkah air mineral itu ada manis-manisnya. Padahal sebelum membeli pun sebenarnya saya sudah tahu rasanya air putih ya begitu saja. Nah, itulah kekuatan sebuah kata-kata iklan. Bagaimana cara untuk bisa membuat kata-kata yang memiliki ‘energi’ untuk mempengaruhi? Semua pakar di bidangnya sepakat kalau itu bukan bakat, melainkan sesuatu yang bisa dipelajari.

Bagaimana Prospek Pekerjaan Ini?

Penulis Freelance Mencari Ide Segar
Penulis Mencari Ide Segar. Sumber: stocksnap.io

Sekadar informasi, banyak sumber referensi yang mengatakan bahwa copywriter Indonesia yang pertama sepanjang sejarah adalah Tirtoadisoeryo alias Mingke, tokoh di novel Pramoedya Ananta Toer yang saat hidupnya Mingke pernah menulis ‘adpertensi’ di koran-koran. Bagian ini terdapat di buku Bung Pram yang berjudul ‘Jejak Langkah’.

Sebelum kita bicara soal prospek, saya mau tanya lagi, apakah menurutmu copywriter itu ada hubungannya dengan copyright? Kadang-kadang pengucapan copywrite sering salah sebut menjadi copyright. Ketika kita buka kamus, kita tahu kalau keduanya jauh sekali. Ada yang bilang copywriter adalah gabungan antara salesman dan sastrawan. Yang pasti, pekerjaan ini tidak bisa digantikan robot karena begitu bergantung pada kreativitas.

Lalu bagaimana prospek pekerjaan ini di masa depan? Sepertinya ini adalah pertanyaan favorit fresh graduate atau siapapun yang akan memasuki dunia kerja. Jawabannya mudah saja. Karena tugasnya adalah menulis untuk berjualan, maka prospek pekerjaan copywriter akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah orang yang berbisnis, baik online maupun offline. Makin banyak produk dijual, maka makin banyak copywriter yang dibutuhkan.

Tanpa bermaksud mendewakan satu jenis profesi, tapi harus diakui kalau menjadi copywriter itu tidak mudah, atau lebih tepatnya menantang karena tidak hanya butuh skill menulis, tapi juga menulis kalimat promosi yang efisien, komunikatif, dan menarik bagi yang membaca untuk membeli apa yang dipromosikan. Selain itu juga perlu mengerti perilaku konsumen dan dasar-dasar marketing. Karena copywriter tugasnya menjual dengan tulisan, kadang ia pun harus menjadi seorang sales untuk mengasah feel nya terhadap produk yang dijualnya. Jadi tidak salah kalau copywriter kerjanya main kata dan main perasaan! Maksudnya adalah menyusun kata-kata sedemikian rupa untuk iklan produk agar menarik dan menggerakkan perasaan orang untuk membeli produk yang diiklankan tersebut.

Seperti pekerjaan apapun di dunia, menjadi copywriter juga ada suka dukanya. Yang penting menjalaninya dengan semangat maksimal, selalu bersedia belajar hal baru, dan menikmati perannya. Termasuk saat ada yang iseng seperti ini “Promosi produk terus, boleh lah promosiin temenmu itu, biar cepet laku…” Nah lo.

(Sumber Gambar Utama: stocksnap.io)

Editor: Ridho Nur Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here