Indonesia adalah salah satu negara yang terkenal dengan karya sastra yang bermutu. Tidak bisa dipungkiri lagi jika negara ini punya sederet judul novel-novel legendaris yang begitu dikenal publik, baik dalam maupun luar negeri. Tentu, novel-novel terbaik itu dibuat oleh tangan-tangan terampil penulis Indonesia yang memang punya kualitas tersendiri. Mereka punya segudang cerita yang sepertinya tak habis-habis untuk dapat ditulis dan dikabarkan keseluruh penjuru negeri.

Pilihan Editor :

Dari sekian banyak penulis Indonesia, tak sedikit juga yang karyanya diapresiasi di luar negeri. Ada beberapa penulis indonesia yang berhasil membuat pecinta sastra dunia angkat topi kepada mereka. Siapa sajakah mereka? Simak ringkasan dari Ublik berikut ini.

1.Mochtar Lubis

Muchtar Lubis (Sumber: idwriters.com)

Pria yang satu ini memulai karir profesionalnya di bidang jurnalistik. Mochtar Lubis adalah salah satu novelis besar yang pernah dimiliki Indonesia. Karya-karyanya seakan abadi hingga kini. Tak sedikit dari bukunya yang diterbitkan ulang. Mochtar Lubis telah menciptakan berbagai karya novel seperti ‘Tak Ada Esok’, ‘Senja di Jakarta’, ‘Tanah Gersang’, ‘Jalan Tak Ada Ujung’, ‘Maut dan Cinta’ dan ‘Harimau! Harimau!‘. Novel-novel tersebut seluruhnya telah di alih bahasakan ke bahasa Inggris. Bahkan di luar negeri karya tulisnya cukup dikenal. Mochtar Lubis juga mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay Award di tahun 1950 juga World Association of Newspapers’ Golden Pen of Freedom Award pada tahun 1967.

2.Ahmad Tohari

Ahmad Tohari (Sumber: nu.or.id)

Ahmad Tohari dan Sang Penari adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sang Penari adalah sebuah film yang diangkat dari novel karya dirinya yang berjudul “Ronggeng Dukuh Paruk” yang dibuat pada tahun 1982. Tak disangka, novel ini menjadi sangat populer di Indonesia masa itu. Novel pria kelahiran tahun 1948 itu telah diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti China, Jepang, Jerman, dan tentunya Belanda. Selain itu, Ahmad Tohari juga beberapa kali menerima penghargaan di bidang sastra di tingkat internasional. Beberapa diantaranya Hadiah Sastra Asean di ajang SEA Writer Award pada tahun 1995 dan juga menerima penghargaan Sastra Rancage pada tahun 2007. Beberapa Novel terkenal karya Ahmad Tohari antara lain ‘Bekisar Merah’, ‘Orang-orang Proyek’ dan juga ‘Kubah’

3.Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer (Sumber: indowarta.com)

Tidak lengkap jika kita bicara soal sastrawan-saastrawan Indonesia jika kita tak menyebut nama yang satu ini. Pramoedya Ananta Toer atau yang akrab disapa Pram adalah sosok sastrawan Indonesia yang hampir seluruh novelnya laris di pasaran. Namun, jalan dia dalam menulis tak mudah. Tulisan-tulisan dirinya sempat dicekal pemerintah orde baru dan tak boleh beredar. Namun, di luar negeri justru novel-novelnya mendapat apresiasi tinggi. Pram sudah menulis 50 buku. Tentu yang menjadi andalan dari pria asal Blora itu adalah Tetralogi Pulau Buru yang berisikan empat novel yaitu ‘Bumi Manusia’, ‘Anak Semua Bangsa’, ‘Jejak Langkah’, dan juga ‘Rumah Kaca’. Sejumlah penghargaan internasional yang pernah ia dapatkan adalah Freedom to Write Award dari PEN American Center, USA pada tahun 1988, Penghargaan dari The Fund for Free Expression di New York, AS pada tahun 1989, dan Wertheim Award dari The Wertheim Fondation, Leiden, Belanda pada tahun 1995.

4.Taufiq Ismail

Taufiq Ismail (National Committee Indonesia)

Nama yang satu ini juga tak boleh dilewatkan. Taufiq Ismail lahir di Bukit Tinggi pada tahun 1935. Pria satu ini lebih dikenal sebagai seorang penyair. Sudah bayak karya yang ia ciptakan. Bahkan tak sedikit juga yang kemudian diejawantahkan menjadi sebuah lagu dan dipopulerkan oleh Bimbo. Dari tangannya kita bisa mendengar sajak-sajak yang indah. Karya-karyanya kini juga sudah banyak yang diubah kedalam bahasa Inggris dan Rusia. Selain itu, pria yang identik dengan peci dan kacamata tersebut juga sudah menerima berbagai penghargaan, di antaranya Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia pada tahun 1977 dan juga South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand di tahun 1994

5.Andrea Hirata

Andrea Hirata (Sumber: idwriters.com)

Terakhir bergeser ke penulis yang usianya paling muda di antara yang lain, Andrea Hirata. Pecinta sastra mana yang tak tahu nama Andrea Hirata. Novel ‘Laskar Pelangi’nya begitu fenomenal dan booming di Indonesia. Apalagi kita tahu jika ‘Laskar Pelangi’ adalah sebuah bagian dari perjalanan hidupnya. Dari ‘Laskar Pelangi’ juga namanya dikenal hingga mancanegara. Tercatat kita bisa menemukan novel Laskar Pelangi di 20 negara berbeda. Pria asal Belitung itu juga telah mendapatkan berbagai penghargaan di antaranya pada Festival Buku di New York 2013 dalam kategori fiksi. Andrea Hirata juga menerima sebuah gelar Kehormatan Doctor of Letters  (Hon DLitt) dari University of Warwick, di Inggris pada 2015 silam.

Masih ada banyak penulis-penulis lain yang membanggakan Indonesia selain lima penulis di atas. Semuanya berkontribusi untuk kemajuan sastra Indonesia. Nah, dari kelima penulis di atas, adakah penulis yang paling kamu idolakan karya-karyanya?

 

(Sumber gambar utama: ProfilBos.com)

Editor: Restia Ningrum