Teknologi hari ini bisa dibilang sudah semakin maju. Teknologi sekarang sudah mendekatkan yang jauh, menipiskan jarak, sampai menghapus ribuan mil. Kita hari ini bisa berbicara dengan orang yang jauh di sana hanya lewat telepon. Bukan cuma itu, jika ingin berbincang secara singkat melalui pesan, kita hanya tinggal buka aplikasi chatting semisal WhatsApp, BlackBerry Messenger, Line, atau juga, aplikasi lain. Kita tinggal ketik-ketik keyboard ponsel lalu pesanpun sampai. Tidak seperti dulu, yang mesti mengirim surat lalu menunggu berminggu-minggu untuk mendapatakan balasan. Belum lagi ongkos yang dikeluarkan sangat mahal.

Aplikasi ‘Saingan’ WhatsApp

Aplikasi Callind buatan novi
Laman Web aplikasi Callind (Sumber: callind.com)

Seperti yang sudah ditulis di atas. Teknologi akan selalu berkembang dan mengikuti kemajuan zaman. karena itulah teknologi hari ini akan terlihat tak berguna ketika sebuah teknologi yang lebih baik dan praktis berhasil ditemukan. Saat ini, bisa dibilang WhatsApp adalah rajanya untuk urusan aplikasi bicara lewat chatting. Hampir semua kalangan, baik tua maupun muda sudah begitu mahfum menggunakan aplikasi buatan orang Amerika itu. Tapi, belum lama ini sebuah terobosan coba dikembangkan oleh sebagian orang. Aplikasi WhatsApp yang dinilai sudah cukup sempurna itu, barangkali dalam waktu yang tidak lama lagi akan menemui saingannya. Dan yang patut kita banggakan adalah: aplikasi yang mampu menyamai level WhatsApp itu dibuat oleh anak Indonesia!

Pilihan Editor: 

 

Adalah Novi Wahyuningsih, seorang perempuan muda asal Kebumen di balik sebuah aplikasi yang dibilang setara dengan WhatsApp tersebut. Novi membuat aplikasi yang dapat menghubungkan manusia satu dengan manusia lainya dengan aplikasi yang ia namai Callind. Callind sendiri memang memiliki konsep yang tak jauh berbeda dengan WhatsApp, BBM atau aplikasi chatting sejenisnya. Lewat aplikasi Callind, kamu dapat kirim mengirim gambar, kirim mengirim video, menelpon bakal sampai video call. Kamu mungkin akan kaget ketika tahu latar belakang pendidikan perempuan berusia 25 tahun itu.

Awalnya Novi adalah seorang mahasiswa D3 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta jurusan Akuntansi. Tapi, saat masa studinya baru 2 semester, ia menemukan hal yang dirinya anggap menarik. Bukan, bukan soal pemrograman tapi justru MLM! Ya, di usianya yang masih begitu muda itu, Novi nekat menjual motornya seharga 3 juta rupiah untuk memodali usaha MLM. Tapi, hanya dalam waktu delapan bulan. Nama Novi sudah bisa disandingkan dengan para pebisnis MLM lain yang sudah senior.

Tapi, ternyata bisnis MLM bukan jalan Novi. Kehidupanya cukup berubah, tapi sayangnya hal itu memengaruhi studinya di UGM sampai akhirnya dia tak bisa lagi melanjutkan studi di salah satu universitas terbaik di Indonesia itu. Akhirnya Novi melanjutkan studinya di STIE Putra Bangsa Bekasi hingga tamat.

Novi Pernah Kerja sebagai Penjaga Warnet

Novi Wahyuningsih founder callind
Novi Wahyuningsih disebuah acara di Kebumen (Sumber: facebook.com/noviwahyuningsih.kebumen/)

Novi bukan berlatar belakang keluarga yang berada. Orang tuanya hanya mampu mengirimkan uang 200 ribu rupiah setiap bulan untuk kehidupan Novi sehari-hari. Karena itulah, Novi memutuskan untuk menjadi penjaga warnet ketika malam hari. Penghasilan dari jaga warnet itu cukup lumayan menurut Novi untuk menutup biaya hidupnya selama di Bekasi.

Nah, dari warnet itulah Novi mulai belajar hal-hal tentang dunia internet. Awalnya Novi membuat blog, kemudian meningkat ke Website sampai-sampai dirinya belajar menjadi hacker. Bukan cuma itu, Novi juga belajar soal Forex. Bahkan untuk menggeluti Forex ini, tak tanggung-tanggung Novi berani menjual laptopnya untuk modal. Lagi-lagi Novi sukses di bidang Forex. Tidak butuh waktu lama untuk membuat modalnya berkembang menjadi 25 Juta perbulan. Hingga akhirnya ia mulai belajar soal pemrograman dan akhirnya berhasil juga.

Novi kemudian digaet perusahaan Malaysia bernama Global Century Limited. Dirinya turut mengembangkan sebuah aprikasi bernama Meotalk. Bahkan pada akhir 2015, dirinya resmi ditunjuk sebagai CEO Meotalk Indonesia. Sebuah posisi yang pasti tak pernah masuk dalam list impiannya ketika pertama kali mengetahui di terima di UGM sebagai mahasiswa Akuntansi. Peresmian Meotalk Indonesia pun dilangsungkan di Yogyakarta dengan menghadirkan beberapa petinggi Meotalk dari neagara-negara lain.

Tapi kemudian, Meotalk Novi lepas, dirinya punya ambisi lain. Membangun perusahaanya sendiri dan mengembangkan bisnis komunikasi tanah air. Hingga dirinya kemudian benar-benar membangun perusahaan bernama PT Wahyu Global Abadi, PT Rise Solution International, dan tentunya juga PT Callind Network International.

Sebetulnya bukan hanya aplikasi Callind saja buah karya tangan Novi dan tim tapi juga beberapa merk lain. Tapi, tentu aplikasi Callind ini yang kemudian mulai dikenal publik dan mencuat dipermukaan. Saat ini aplikasi Callind belum diluncurkan secara resmi. Akan tetapi, buat kamu yang ingin coba sudah bisa mengunduhnya di Play Store. Sampai tulisan ini dibuat pengunduh Callind telah mencapai 10 ribu orang

Ya, Novi mengingatkan kita pada pemuda-pemudi indonesia lain yang punya prestasi luar biasa. Kita tentu wajib bangga akan kegigihan anak muda kita yang dengan terampil mewujudkan inovasi. Sesuatu yang awalnya diluar nalar. Ternyata dapat diwujudkan oleh pikiran-pikiran kreatif anak-anak Indonesia. Jadi, tentu kita perlu optimis, lima sampai sepuluh tahun lagi nama-nama Indonesia bisa jadi bakal setara dengan nama Bill Gates, Mark Zuckerberg atau Steve Jobs.

(Sumber Gambar Utama : fb.com/noviwahyuningsih.kebumen/)

Editor: Restia Ningrum, Ridho Nur Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here