P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 – 8 – ’05
Wakil2 bangsa Indonesia.

Naskah Proklamasi
Sumber : donipengalaman9.wordpress.com

Ublik.idPenyiar Berita Proklamasi. Merdeka….merdeka….merdeka….
Sekiranya itulah yang ada dibenak kita sebagai penikmat perjuangan sejarah Republik Indonesia. Ketika membayangkan betapa menggebu-gebunya rakyat mendengar teks proklamasi diatas dikumandangkan setelah tiga setengah abad dikeruk kekayaannya dan tiga setengah tahun diambil tenaganya untuk melayani nafsu bejat bangsa lain yang dengan kalap memperkosa Ibu Pertiwi.

Kita sangat hafal bagaimana peliknya perdebatan golongan tua dan golongan muda di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 yang diwakili Sutan Sjahrir sebagai juru bicara para pemuda dan golongan tua yang di imami Soekarno dan mengalami gagal kesepahaman. Sampai akhirnya Bung Karno diculik ke Rengasdengklok. Kita juga sangat faham siapa saja tokoh perjuangan Indonesia yang berada di garis paling depan untuk merebut tongkat kebebasan seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sukarni, Chaerul Saleh, Soebardjo, Iwa Kusumasomantri, Djojopranoto dan Sudiro yang sempat berunding sengit dan akhirnya mengeluarkan kesepakan bahwa proklamasi akan digaungkan pada 17 Agustus.

Tapi tahukah Anda? Ada satu tokoh penting yang terlupakan dan jarang disebut dalam buku-buku sejarah ataupun artikel-artikel yang menggambarkan peristiwa tegang saat-saat setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia digaungkan. Siapakah dia? Ya, dia adalah Mohammad Joesoef Ronodipuro. Tanpa Bapak Joesoef atau Bung Joesoef sajalah Ublik menyebutnya supaya terdengar lebih akrab tanpa mengurangi rasa hormat, kemerdekaan Indonesia takkan sampai kepada telinga rakyat dan telinga dunia. Siapakah dia, sampai-sampai saya menyebutnya salah satu tokoh penting? Bung Joesoef adalah wartawan radio militer Jepang, Hoso Kyoku. Beliau adalah orang yang menyiarkan berita bahwa Indonesia telah merdeka kepada seluruh rakyat dan seluruh dunia di radio milik Jepang itu.

Bagi kalian yang belum mengetahui bagaimana perjalanan hingga berita itu tersebar ke berbagai penjuru, berikut akan Ublik ulas kronologisnya.

Sang Penyiar Berita Proklamasi Kemerdekaan

Beginilah kisah bagaimana akhirnya teks proklamasi bisa mengudara di dunia dan sampai pada rakyat lewat suara Joesoef. Pada waktu itu, tepatnya 14 Agustus 1945, Joesoef mendapat kabar dari kawan sekoleganya di Hoso Kyoko bahwa Jepang telah menyerah tanpa syarat pada sekutu lewat radio internasional yang didengar temannya itu yang bekerja di bagian monitoring, Muchtar Lubis. Muchtar adalah satu-satunya orang yang pada waktu itu diperbolehkan mendengar siaran luar negeri oleh Hoso Kyoko. Mendengar berita tersebut Joesoef langsung dengan tergesa-gesa membawa kabar yang sangat menggembirakan ini kepada kawan-kawan pejuang di Menteng Raya 31. Saya kira, jika saya menjadi beliau, sayapun akan melakukan hal yang sama dengan semangat yang menggebu-gebu berlari bahkan mungkin bayangan sayapun akan tertinggal saking semangatnya.

Ternyata, kabar itupun sudah sampai disana lewat Adam Malik yang saat itu bekerja di kantor berita DOME. Di hari yang sama, Joesoef mendapat tugas meliput kedatangan Soekarno dan Hatta di Kemayoran dari Saigon, Vietnam. Disana juga ternyata ada anggota muda, Sukarni,dkk yang ikut menyambut kedatangan mereka. Selain menyambut, mereka juga mendesak sang proklamator dan wakilnya untuk segera memproklamasikan kemerdekaaan. Namun, usaha itu gagal. Setelah pulang dari meliput Soekarno, Joesoef bertemu Sukarni dan mendapat pesan agar merebut Hoso Kyoko karena akan ada pengumuman penting. Tapi pesan itu agaknya berat untuk langsung dilaksanakan oleh Joesoef dikarenakan disana banyak sekali tentara kampetai yang berjaga di depan radio. Akhirnya, Joesoef pun menyampaikan pesan Sukarni itu kepada Bahtar Lubis, teman sekoleganya di redaksi yang juga saudara Muchtar Lubis.

Pada 15 Agustus 1945, karyawan Hoso Kyoko mendapat pengumuman bahwa karyawan yang masuk tidak boleh keluar dan yang keluar tak boleh masuk kembali. Siaran luar negeri juga dihentikan untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan menahan informasi dari luar dan mengisolasi kuping karyawannya atas kekalahan Nippon Jepang. Akhirnya, terpaksa Joesoef menginap disana. Pada 16 Agustus tidak ada kejadian berarti, kegiatan disanapun berjalan sebagaimana mestinya terkecuali siaran luar negeri. Pada malam hari terdengar ada keributan kecil di depan kantor radio, ternyata Sukarni yang datang bersama beberapa pemuda mencoba masuk ke dalam kantor. Usaha itu gagal karena di halau oleh kampetai. Sukarni lalu pergi dengan mobil sambil berteriak “Tunggu, akan ada pengumuman penting”. Diyakini dari beberapa literatur, Sukarni pergi untuk menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.

Esoknya, momen yang di tunggu-tunggupun tiba. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Tapi proklamasi hanya berkumandang disana, dunia dan rakyat Indonesia secara menyeluruh belum mendapatkan kabar yang terlampau bahagia untuk negeri yang sudah ratusan tahun dijajah ini. Begitupun dengan Joesoef dan kolega-koleganya di Hoso Kyoko. Ya, mereka terisolasi dari dunia luar karena ditahan di dalam kantor.

Mohammad Joesoef Ronodipuro, Pengudara Proklamasi yang Terlupakan
Sumber : sindangkasihnews.com

Namun tiba-tiba pemuda bernama Syafruddin yang diketahui utusan Adam Malik berhasil menembus penjagaan kantor radio Hoso Kyoko dengan memanjat dinding kantor. Syafruddin yang datang dengan basah kuyup dan tergesa-gesa membawa secarik kertas bertuliskan teks proklamasi dan perintah dari Adam Malik untuk menyiarkannya. Langkah Joesoef tidak berjalan mulus, semua ruang siaran dijaga oleh kampetai, sangat tidak memungkinkan sekali untuk menerobos. Tapi beruntunglah mereka, ada satu ruang siaran yang tidak dijaga oleh pasukan kampetai. Ya ruang itu adalah ruang siaran luar negeri yang sejak 15 Agustus kemarin ditutup dan dicabut hak siarnya. Proses siaran pun tak berlangsung mulus, ada beberapa kendala teknis, tapi untung saja ada teknisi ringan yang mengerti hal tersebut.

Disiarkan Juga Dalam Bahasa Inggris

Joesoef dan koleganya pun bekerjasama agar tidak menimbulkan kecurigaan. Siaran di ruang siaran dalam negeri masih dilangsungkan tapi tidak tersiar karena colokannya disambungkan kedalam ruang siaran luar negeri. Disaat itu, tepatnya pukul 19.00 WIB 17 Agustus 1945 proklamasi pun mengudara di angkasa Internasional dan yang membacakannya adalah Joesoef muda yang sewaktu itu berusia 26 tahun. Joesoef tak hanya membacakannya dalam bahasa Indonesia tapi dalam bahasa Inggris, sehingga radio Amerika, Inggris dan Singapura yang mendegarkannyapun ikut menyebarluaskannya. Dengan begitulah kemerdekaan Republik Indonesia dapat diketahui seantero jagad.

Itulah kisah seorang Mohammad Joesoef Ronodipuro, seorang wartawan muda yang menjadi tokoh penting kemerdekaan Indonesia yang berhasil mengumandangkan proklamasi Indoenesia di udara dan dunia Internasional. Bisa saya bilang beliau adalah sang Proklamator Udara.

Mohammad Joesoef Ronodipuro lahir di Jawa Tengah tepatnya di Kota Salatiga, 30 September 1919. Beliau mempunyai tiga anak dari pernikahannya dengan Siti Fatima Rassat. Mereka adalah Dharmawan, Irawan dan Fatmi. Semasa hidup, beliau mendirikan Suara Merdeka Indonesia bersama beberapa kawan lainnya. Radio pertama di Indonesia juga merupakan hasil prakarsanya. Beliau adalah salah satu Founding Father dari berdirinya RRI (Radio Republik Indonesia). Slogan RRI “Sekali di udara, tetap di udara” juga merupakan buatannya.

Beliau bersama tokoh bangsa lainya juga kemudian mendirikan lembaga non pemerintah dan otonom bernama L3PES (Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial). Jabatan yang pernah diamanahkan kepada Beliau di pemerintahan adalah sebagai Duta Besar Indonesia untuk Argentina. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di umur 88 tahun tepatnya pada 27 Januari 2008, sepuluh jam setelah wafatnya presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

 

(Sumber Gambar Utama : kamuskamu.blogspot.com)

(Editor : AprianingDwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here