Guru merupakan seorang pencetak generasi bangsa. Bukan tanpa alasan, gurulah yang ‘melahirkan’ para dokter, dosen, pegawai, menteri, bahkan para presiden. Menurut filosofi Jawa, guru berasal dari kata “digugu lan ditiru”. Dari filosofi tersebut tergambar jelas bahwa guru merupakan sosok teladan yang harus senantiasa didengarkan dan diikuti.

Pilihan Editor:

Namun hingga kini, kesejahteraan guru di Indonesia rasanya masih menjadi masalah yang belum terselesaikan, terutama untuk kesejahteraan guru di luar Jawa. Memperingati hari Guru yang jatuh tiap tanggal 25 November kali ini Ublik akan berbagi kisah mengenai beberapa contoh negara yang sangat memperhatikan kesejahteraan guru.

1.Luxembourg

Guru di Luxembourg (www.editus.lu)

Luxembourg merupakan salah satu negara terkecil di Benua Biru (Eropa) dan menduduki peringat ke-167 dalam ukurannya dibandingkan negara-negara lainnya. Negara dengan luas sekitar 2.586 km² ini berbatasan dengan provinsi Luxembourg milik Belgia di sebelah barat, yang luasnya sebesar 4.443 km². Pendidikan di Luxemburg merupakan salah satu percontohan untuk negara-negara lain. Hal ini didukung dengan tingginya kesejahteraan guru di negara yang terletak di benua biru ini. Dengan populasi penduduk yang relatif sedikit yakni 570 ribu jiwa, negara dengan mata uang Euro ini sukses menduduki negara percontohan dengan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di dunia.

Di Luxembourg, guru dibagi menjadi 3 tingkatan seperti pada umumnya yakni Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas. Bayangkan saja, untuk guru SD saja untuk gaji saat memulai bekerja adalah Rp 7,5 juta/bulan. Jika sudah mengajar selama 10 tahun akan naik 2 kali lipatnya yakni Rp 14 juta/bulan. Sedangkan guru SMP maupun SMA juga relatif sama hanya saja guru dengan gelar yang lebih tinggi akan dinaikkan pula gaji bulanannya.

2.Swiss

Salah satu SD di Swiss (ris-swiss-section.org)

Negara yang berpusat kota di kota Basel ini merupakan salah satu potret negara dengan kesejahteraan guru yang tinggi. Negara dengan populasi penduduk 9 juta ini tidak hanya sektor industri keju saja yang mempunyai prospek yang menjanjikan, namun juga di dunia pendidikan. Tak main-main dalam memperhatikan kualitas pendidikan dan kualitas tenaga pendidiknya, Swiss menerapkan sistem seleksi guru yang sangat ketat dengan rasio perbandingan 1:20 untuk satu guru di suatu sekolah.

Menilik pendapatan guru di negara ini, untuk guru Sekolah Dasar saja seorang guru bisa mengantongi gaji Rp 6,3 juta/bulan, sedangkan guru SMP/SMA memperoleh gaji Rp 7 juta/bulan. Guru di sini sudah tersertifikasi keahlian sehingga tidak ada satupun guru yang memperoleh gaji tersebut tanpa melewati tahap sertifikasi. Seperti halnya Luxemburg, negara Swiss memberikan kenaikan gaji setelah 10 tahun seorang guru mengabdi, yakni 2 kali dari gaji tiap bulanya atau sekitar Rp 13,5 juta/bulan. Itu belum termasuk dengan berbagai tunjangan dan kenaikan gaji ketika seorang guru mengupgrade gelar akademiknya.

3.Jerman

Gesamtschule (http://www.progymnasium.at/?p=8094)

Republik Federal Jerman adalah negara berbentuk federasi di Eropa Barat. Jerman mempunyai luas wilayah 357.021 km2 (yang merupakan dua setengah kali pulau Jawa) dengan jumlah penduduk sekitar 82 juta jiwa, penghubung transportasi barang dan jasa antar negara sekawasan, serta menjadi negara dengan penduduk imigran ketiga terbesar di dunia. Menurut suatu survei, diketahui lebih dari 99% penduduk Jerman usia 15 tahun ke atas diperkirakan bisa membaca dan menulis. Pendidikan di negara ini diurus oleh negara bagian masing-masing.

Sejak tahun 1960-an, sebuah gerakan reformasi mencoba untuk menyatukan pendidikan menengah Jerman menjadi sebuah Gesamtschule (sekolah komprehensif). Beberapa negara bagian Jerman kemudian menyederhanakan sistem sekolah mereka. Sistem ini dikenal dengan nama Duale Ausbildung (pendidikan dualisme) yang menjadikan siswa di sekolah kejuruan untuk dapat belajar di sebuah perusahaan. Model pendidikan yang sukses ini kemudian diadopsi di seluruh dunia. Pendidikan tingkat taman kanak-kanak tersedia untuk semua anak umur 3-6 tahun, tetapi tidak wajib. Setelah itu, anak mendapatkan pendidikan wajib minimal 9 tahun. Lama pendidikan dasar di negara ini adalah berkisar 4-6 tahun. Berikutnya, untuk pendidikan menengah tersedia dalam 3 macam: Gymnasium: untuk mempersiapkan siswa menuju universitas, Realschule: semacam sekolah kejuruan, setelah lulus Realschule anak melanjutan ke berufbildung (pendidikan vokasi) yang diinginkan dan bekerja. Yang ketiga adalah Hauptschule: untuk anak-anak mempunyai kesulitan dalam mengikuti pelajaran atau anak berkebutuhan khusus.

Bicara tentang kesejahteraan guru di negara maju ini, merupakan salah satu garda depan dalam menjaga kualitas para generasi penerus. Jerman memberikan gaji yang dikategorikan tinggi untuk sebulan bekerja. Dalam sebulan seorang guru di Jerman pendapat upah sebesar Rp 6 juta/bulan, sedangkan bagi guru yang telah mengabdi selama 10 tahun akan mendapatkan 2 kali lipat gaji yakni sekitar Rp 12 juta/bulan.

4.Korea Selatan

KAIST/Korea Advanced Institute of Science and Technology (www.usnews.com)

Korea Selatan adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul. Pendidikan di Korea Selatan dibagi dalam beberapa bagian seperti pada umumnya di negara lain: kelompok bermain, sekolah dasar, pendidikan menengah, dan sekolah tinggi/universitas. Berdasarkan hasil penelitian 2006 tentang Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pemecahan masalah, urutan ketiga dalam Matematika dan urutan kesebelas pada bidang sains.

Teknologi pada pendidikan di Korea juga dikembangkan hingga ke seluruh daratan Korea dengan membuat jaringan akses internet berkecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan. Pemerintah Korea melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berasal dari luar Korea hingga mencapai 100.000 siswa per tahun. Para guru di Korea sangat diperhatikan dalam masalah kesejahteraannya. Bayangkan saja, Korea selatan menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia yang memberikan upah gaji guru yang tidak main-main, hampir selevel dengan negara Jerman yakni kisaran Rp 5,8 – 6 juta dalam sebulan mengajar, belum lagi tunjangan-tunjangan guru yang diberikan oleh pemerintah.

5.Amerika Serikat

Ilustrasi Guru dan Murid Amerika (www.asb.ac.th)

Pendidikan di negeri yang berjuluk ‘Negeri Paman Sam’ ini dikelola oleh negara bagian dan pemerintah daerah, serta diregulasikan oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat dengan anggaran dari pemerintah federal. Di sebagian besar negara bagian, anak-anak diwajibkan bersekolah ketika berusia enam atau tujuh tahun (taman kanak-kanak atau kelas satu) sampai mereka berusia delapan belas tahun (kira-kira kelas dua belas, akhir dari sekolah menengah atas). Beberapa negara bagian memperbolehkan siswa untuk meninggalkan sekolah pada usia 16 atau 17 tahun. Sekitar 12% anak-anak terdaftar di sekolah swasta keagamaan ataupun non-keagamaan. Hanya 2% anak-anak yang yang mengikuti sekolah rumah.

Amerika Serikat memiliki banyak institusi sekolah tinggi yang kompetitif, baik yang berstatus negeri maupun swasta. Menurut sebuah pemeringkatan internasional, 13 dari 15 sekolah tinggi dan universitas di Amerika menempati daftar 20 universitas terkemuka di dunia. Ada juga kolese komunitas lokal yang menawarkan kebijakan yang lebih terbuka, program akademik yang lebih singkat, dan biaya pendidikan yang lebih murah. Dari keseluruhan warga Amerika yang berusia di atas 25 tahun, 84,6% di antaranya adalah lulusan sekolah menengah atas, dengan rincian 52,6% sedang kuliah di universitas, 27,2% telah menyandang gelar sarjana, dan 9,6% selebihnya telah meraih ijazah pascasarjana. Angka melek huruf di AS diperkirakan sebesar 99%, dengan artian hanya 1% warga AS yang tidak bisa membaca.Pada 2006, PBB memberikan Indeks Pendidikan 0,97 kepada Amerika Serikat; yang tertinggi ke-12 di dunia.

Dalam memastikan pendidikan yang layak bagi para peserta didiknya, negara Amerika juga termasuk salah satu negara yang memperhatikan kualitas kesejahteraan guru. Terbukti dengan angka upah gaji guru yang terbilang tinggi membuat Amerika Serikat menjadi salah satu negara percontohan pendidikan dunia. Seorang guru dalam sebulan dapat mengantongi gaji Rp 5,5 – 6 juta ditambah dengan tunjangan yang diberikan cuma-cuma oleh pemerintah melalui Departemen Pendidikan negara ini.

6.Belanda

Liburan Sekolah di Belanda (www.iamexpat.nl)

Belanda merupakan salah satu negara maju di Benua Eropa. Belanda diakui dunia sebagai negara yang memiliki standar internasional di bidang pendidikan. Sistem pendidikan di Belanda sangat berbeda dengan sistem pendidikan yang dikenal di Asia, Amerika, bahkan di sebagian besar wilayah Eropa. Salah satu perbedaannya terletak pada sistem penjurusan yang sudah dimulai sejak pendidikan di tingkat dasar dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan akademik siswa.

Sistem pendidikan di Belanda diawasi dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Mata pelajaran yang diajarkan di semua jenis sekolah diatur oleh undang-undang dengan target-target yang harus dicapai. Hal ini dilakukan agar pemerintah dapat memastikan kualifikasi yang sama di seluruh negeri. Sekolah-sekolah di Belanda didirikan oleh masing-masing otoritas pemerintah daerah, namun ada juga yang didirikan oleh swasta. Pemerintah Belanda memberikan perhatian besar di bidang pendidikan. Terbukti pada tahun 2001 Belanda menganggarkan 5,3 % dari GDP-nya di bidang pendidikan. Pemerintah Belanda juga menggratiskan biaya pendidikan untuk anak usia 5-16 tahun. Namun pada pendidikan tingkat lanjut orang tua harus membayar biaya buku ajar dan bahan-bahan penunjang pengajaran lainnya. Anak-anak di Belanda wajib bersekolah secara full time sejak usia 5 tahun. Taraf hidup guru di negara ini juga sangat diperhatikan oleh pemerintah, untuk rata-rata gaji sebulan dalam mengajar, seorang guru diberi upah sebesar Rp 5,5 – 6 juta/bulan dan ditambah dengan berbagai tunjangan maupun penambahan upah dari hasil sertifikasi guru.

Itulah negara-negara yang begitu menjamin kesejahteraan guru. Begitu juga di Indonesia, bersamaan dengan peringatan hari guru, semoga kualitas guru-guru Indonesia semakin meningkat dan kesejahteraannya terjamin.

 

(Sumber Gambar Utama: catjohnson.co)

(Editor: Restia Ningrum)