Kampung Adat Wae Rebo – Tidak dapat dipungkiri bahwa negeri ini memiliki pemandangan alam yang indah luar biasa. Istimewanya, pemandangan yang indah luar biasa itu, dapat kita temui di banyak tempat di hampir tiap kabupaten di Indonesia. Selain menyoal keindahan alam yang memanjakan mata, Negeri ini juga kaya raya akan tradisi dan kebudayaan. Budaya-budaya yang sangat dapat menarik keinginan wisatawan untuk datang dan memelajarinya.

Bagaimana jika ada tempat yang memiliki keindahan panorama alam luar biasa dan terletak disebuah perkampungan yang memiliki budaya luhur? Ternyata ada tempat seperti itu,  Kampung Adat Wae Rebo namanya . Letak pastinya ada di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai Barat,Nusa Tenggara Timur.

Wae Rebo adalah sebuah perkampungan di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Sebuah perkampungan yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal. Wae Rebo terletak jauh dari hingar bingar Kota. Jadi, saat kita berada disini sudah menjadi jaminan bahwa kita tak akan mendengar suara klakson mobil yang saling bersautan.

Ada banyak daya pikat dari Kampung Adat Wae Rebo. Salah satu yang pasti bakal membuat senyum anda melengkung adalah keelokan rumah-rumah adat di Wae Rebo yang sungguh menarik. Rumah adat ini bernama Mbaru Niang.

Mbaru Niang sebetulnya bukan sekedar rumah adat Wae Rebo saja, melainkan rumah adat flores yang tersisa. Mbaru Niang atau rumah adat Wae Rebo ini terbilang unik. Tak seperti rumah-rumah adat di Indonesia lain, rumah ini berbentuk limas. Di Kampung Adat Wae Rebo ini kita hanya dapat menemui tujuh Mbaro Niang saja.

Wisata Kampung Adat Wae Rebo
gambar : telusuriindonesia.com

Pada 2012 lalu, Mbaru Niang mendapatkan penghargaan dari Unesco. Saat itu Mbaru Niang mendapat penghargaan Award of Excellence yang diberi pada acara Unesco Asia-Pasific di Bangkok Thailand. Penghargaan ini diberikan untuk proyek-proyek konservasi daalam sepuluh tahun terakhir dalam kategori bangunan yang berumur lebih dari lima puluh tahun. Saat itu, Mbaru Niang menyingkirkan 42 bangunan klasik lain dari 11 negara di Asia Pasifik.

Ternyata bentuk Mbaru Niang yang berbentuk limas memiliki filosofinya tersendiri. Ini melambangkan persaudaraan yang tak pernah putus di kampung ini. Sementara itu ada satu bangunan Mbaru Niang yang memiliki ukuran lebih besar. ini seakan menunjukan sebagai titik pusat seperti leluhur para masyarakat kampung yang masih percaya akan leluhur. Hal itu juga tertuang dalam pernyataan berbahasa wae rebo yang berbunyi neka hemog kuni agu kalo atau dalam bahasa Indoensia berarti jangan lupakan tanah.

Negeri di Atas Awan

Tapi tunggu dulu, daya pikat Kampung Adat Wae Rebo tah hanya soal mbaru niang saja. Letaknya yang ada di ketinggian 1200 Meter diatas permukaan laut membuat siapapun yang berkunjung sudah pasti berdecak kagum. Mengapa? sebab kampung ini ada di atas awan. Jadi, jika anda berkesempatan untuk menginap disini dan kebetulan cuaca tengah baik, maka ketika pagi hari kita bisa melihat awan yang berada di bawah kita.

Hanya saja untuk datang dan menginjakan kaki di kampung adat ini tak bisa dilakoni dengan mudah. Anda setidaknya harus berjalan kaki sejauh 9 KM atau dengan estimasi waktu tempuh selama tiga sampai empat jam. Perjalanan akan dimulai dari desa Denge sekitar dua sampai tiga jam dari Labuan Bajo. Desa ini terletak di tepi pantai. Jadi sudah barangtentu perjalanan dari Denge ke Wae Rebo adalah menanjak. Perjalanan akan melewati hutan nan rimbun lalu memutar melewati perbukitan kemudian melintasi bebatuan yang besar dan salah satu yang cukup ekstrim adalah pengunjung harus melewati jalan setapak yang berada di bibir jurang. Tapi, segala perjuangan akan tebayar ketika gerbang Wae Rebo telah terlihat. Sebuah kampung adat cantik yang kerap diselimuti kabut dengan latar belakang bukit-bukit hijau nan memesona.

Karena itulah keindahan kampung ini harus anda cicipi setidaknya sekali selama anda hidup. Sebab pesona Wae Rebo bukan hanya Mbaru Niang dan pemandangan alam sekitarnya yang memanjakan mata, melainkan kearifan budaya orang-orang Wae Rebo yang masih di jaga akan membuat liburan anda menjadi semakin komplit dan berkesan.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here