Ublik.id. Permainan Tradisional di Indonesia. Apa yang berbeda anatara anak-anak jaman sekarang dengan anak-anak jaman dulu? Jawabannya banyak! Di medsos tentu sering berseliweran betapa anak-anak jaman sekarang terlihat sudah tak sepolos anak jaman dulu. Jika dulu banyak dari kita yang malu jika diledek suka dengan lawan jenis, anak jaman sekarang justru kebalikannya. Mereka secara terang-terangan mengakui perasaan sukanya dengan lawan jenis bahkan memosting kemesraannya di sosial media. Jika anak jaman dulu lebih suka naik sepeda bareng teman, anak jaman sekarang lebih memilih sepeda motor.

Anak Jaman Dulu Vs Anak Jaman Sekarang

Jika anak jaman dulu begitu riang main di halaman rumah, lari kesana kemari, melakukan berbagai macam permainan, anak jaman sekarang lebih memilih berkutik dengan gadgetnya. Bermain permainan yang hits, mulai dari angry birds sampai clash of clans. Pada akhirnya permainan-permainan tradisional mulai terkikis. Sudah jarang kita lihat anak-anak kecil berlarian mengejar layangan yang putus. Atau bersitegang dengan temannya lantaran kalah main kelereng. Kita juga sudah mulai jarang mendengar lagu-lagu penghantar bermain. Lagu yang selalu di dendangkan ketika permainan tradisional dilangsungkan. Barangkali, setiap daerah punya bahasanya tersendiri.

Tapi, bisa dibilang memang seru bermain permainan tradisional ini. Kita tentu pernah bermain permainan tradisional sampai lupa waktu. Di rumah, disekolah, di lapangan permainan-permainan itu akan selalu dapat dimainkan. Tidak seperti permainan virtual yang hanya bisa di mainkan di depan layar dan membuat tubuh si anak jadi kaku, matanya jadi bermasalah, sampai pemikirannya jadi lebih dewasa dari sebelumnya.

Permainan tradisional kini sudah tidak terlalu di gemari lagi rupannya. Berapa banyak yang bisa kita lihat ada anak bermain benteng-bentengan, bermain petak umpet atau bermaian gobak sodor? Barangkali permainan tradisional yang  masih sering kita lihat adalah sepakbola saja. Itupun juga sudah tak semarak dulu sepertinya. Lapangan sudah banyak yang digusur, harga bola juga makin hari makin mahal. Dan tentunya, Konami si produsen game sepak bola virtual paling ternama itu selalu update dalam memoles barang daganganya. Alhasil mereka yang biasa bermain sepak bola di lapangan lambat laun berpindah ke sebuah layar, dengan joystick di genggaman.

Makna Penting Dibalik Lagu Permainan Tradisional yang Mulai Ditinggalkan
Bermain kelereng atau gundu suda bukan menjadi permainan yang diminati anak-anak
Sumber : asal-photo.blogspot.com
Makna Penting Dibalik Lagu Permainan Tradisional yang Mulai Ditinggalkan
Sepakbola adalah salah satu permainan tradisional yang masih digemari anak-anak
Sumber : babykidszoom.blogspot.com

Tidak salah memang, dunia selalu berubah. Teknologi tak akan pernah menoleh ke belakang, Tapi, apa makna yang bisa kita dapat dari sebuah game yang hanya dapat memaku anak di lantai dengan wajah yang sulit dipalingkan. Lalu, lagu-lagu yang diputarpun lagu-lagu berbahasa asing yang diperuntukan untuk dewasa. Tidak seperti lagu-lagu permainan tradisional yang punya makna mendalam. Sebut saja Hompimpa. Semua anak akan melakukan ‘ritual’ hom pim pa sebelum melakukan permainan. Sebab memang hom pim pa ini adalah cara mengundi siapa yang menang dan yang kalah paling adil yang pernah diciptakan. Karena itulah barangkali hingga saat ini, tak hanya anak kecil, mereka yang dewasapun kerap melakukanya sebelum melakukan beberapa hal.

Apakah Arti dari Lagu yang Mengiringi Permainan Tradisional?

Tahukah kamu apa arti kata hom pim pa sendiri? Hom pim pa alaium gambreng adalah Bahasa Sansekerta yang berarti “ Dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain”. Anak-anak kita sudah diajarkan mengingat Tuhan bahkan ketika ingin bermain bersama teman sekalipun. Dari Tuhan kembali ke Tuhan sudah jelas memiliki makna keikhlasan. Sekedar mengajarkan para anak jika dalam bermain yang dibutuhkan adalah rasa ikhlas demi terciptanya sportifitas. Sayangnya makna ataupun arti tersebut tak banyak orang yang tahu. Akan tetapi, siapapun yang pertama kali menciptakan lagu itu pasti tahu betul jika anak Indonesia mesti melakukan sebuah permainan dengan sportif dan menerima hasil.

Makna Penting Dibalik Lagu Permainan Tradisional yang Mulai Ditinggalkan
Hompimpa adalah alunan nada di setiap permulaan permainan
Sumber : id.wikipedia.org

Tak hanya hom pim pa saja sebetulnya. Kalau kamu ingat permainan cublek-cublek suweng. Pasti kamu akan langsung teringat dengan lirik lengkapnnya yang berbuni “Cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter, mambu ketundhung gudel, pak empo lera-lere, sopo ngguyu ndhelikake, Sir-sir pong dele kopong, Sir-sir pong dele kopong”  Tentu lagu ini memiliki makna yang juga cukup dalam. Singkatnya, lagu cublek-cublek suweng bermakna jika dalam hidup dan mencari rezeki, manusia mesti bersabar dan tidak mengedepankan hawa nafsu. Manusia diminta untuk mengedepankan hati nurani agar tidak tersesat di dunia maupun akhirat. Anak kecil Indonesia sudah diajarkan soal ini dalam permainannya. Sebuah pengajaran yang pasti akan sulit kita temukan di lagu-lagu permainan tradisional luar negeri. Istimewannya Lagu ini diciptakan oleh Sunan Giri. Seorang sunan penyebar agama islam di Indonesia.

Makna Penting Dibalik Lagu Permainan Tradisional yang Mulai Ditinggalkan
Anak-anak sedang bermain cublak-cublak suweng
Sumber : youtube.com

Tak sampai disitu lagu ampar-ampar pisang pun punya makna yang cukup bersarat. Lagu ini kerap dinyanyikan ketika melakukan permainan yang namannya sama dengan judul lagu. Bermaian ampar-ampar pisang sama artinya dengan melestarikan lagu daerah. Membuat anak-anak kecil kita jadi tahu jika negara Indonesia ini juga kaya akan lagu-lagu daerah. Dan memperkenalkan lagu daerah tersebut bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Salah satunya lewat sebuah permainan.

Makna Penting Dibalik Lagu Permainan Tradisional yang Mulai Ditinggalkan
Praktek permainan ampar-ampar pisang
Sumber : radioaustralia.net.au

Kini tinggal bagaimana kita memaknai perubahan global ini agar tak kemudian menggerus kebiasaan-kebiasaan kita. Jangan sampai anak cucu kita kelak hanya bermain permainan tradisional hanya lewat video game yang barangkali diciptakan oleh pengembang game asing. Ajaklah anak-anak kita keluar untuk bermain, ajarkanlah kearifan lokal kita lewat sebuah lagu dari permainan tradisional.

 

 

(Sumber Gambar Utama : babykidszoom.blogspot.com)

(Editor : AprianingDwi)