Ring of fire. Seperti namanya, negeri kita memiliki wilayah yang merupakan gugusan yang dilalui oleh cincin api Pasifik. Daerah yang dilalui cincin ini dikaruniai tanah yang begitu subur dikarenakan banyak gunung api yang masih aktif.

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Rasanya memang tepat apa yang disampaikan oleh Koes Plus lewat syair lagu tersebut. Betapa tidak, dengan tanah yang begitu subur, apapun tumbuhan yang dilempar ke tanah bisa tumbuh. Sayur dan buah mudah didapat di negeri ini.

Pilihan Editor :

Banyak terbentang gunung-gunung nan indah yang selalu menjadi magnet bagi para “pleasure seeker”, dari yang  hanya sekedar foto selfie dari kejauhan maupun berlomba-lomba menapakkan kakinya ke puncak gunung-gunung di Indonesia. Namun di balik anugerah itu, juga tersimpan banyak cerita pilu karenanya. Daerah yang dilalui Ring of fire mempunyai aktivitas pergerakan lempeng bumi yang sangat aktif sehingga Indonesia juga menjadi salah satu negara yang selalu siaga akan bahaya aktivitas gunung berapi, tsunami, maupun gempa yang merupakan akibat dari aktivitas lempeng di dalam bumi. Sebagai masyarakat yang paham akan kondisi tersebut kita wajib menjadi pribadi yang “eling lan waspada – ingat dan waspada”. Kali ini ublik akan mengulas beberapa keindahan pegunungan di Indonesia yang membuat para pelancong berbondong-bondong menjadikannya destinasi pilihan di pulau Jawa.

1.Kawah Gunung Ijen

Kawah Ijen (Sumber: www.iamthepan.com)


Kawah Gunung Ijen (2.799 m) terletak di antara dua kabupaten paling ujung Jawa timur, yakni Bondowoso dan Banyuwangi. Ciri khasnya adalah mempunyai danau asam di atas kawah dan sarat akan bau belerang yang sangat menyengat. Kawah ini merupakan kawah dari bekas gunung purba dan merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi kamu yang ingin berlibur ke Jawa Timur. Tak jarang pelancong yang datang ke sini jauh-jauh hanya ingin berselfie, mencari udara dingin, serta menikmati panorama sekitar dari atas kawah Ijen. Yang menarik di Kawah Ijen adalah setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru. Menariknya lagi, fenomena ini hanya bisa ditemui di Islandia dan Ijen! Untuk mencapai kawah Gunung Ijen dari Banyuwangi, bisa menggunakan kereta api ekonomi dengan tujuan Banyuwangi dan turun di Stasiun Karangasem.

2.Taman Nasional Bromo, Semeru, dan Tengger

Gunung Bromo (Sumber: www.bromotour.com)

Kali ini ada destinasi gunung yang dinobatkan sebagai tujuan wisata gunung terbaik ketiga di dunia setelah gunung Olympia (Yunani) dan Elbrus (Rusia), yakni gunung Bromo (2.329 m). Siapa yang tak pernah mendengar nama gunung ini? Gunung yang berada di bawah pengawasan Taman Nasional Indonesia ini memang menjadi salah satu destinasi wajib bagi para pendaki gunung. Medan gunung mudah diakses dan memanjakan dengan pemandangan kaldera dengan lautan pasir. Akses menuju Taman Nasional ini bisa dari Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, maupun Malang. Jika kamu dari Jakarta dan sekitarnya, bisa menaiki kereta api dari stasiun pasar Senen menuju stasiun kota Malang, lalu sewa mobil menuju Taman Nasional tersebut bisa lewat Dampit (Malang), maupun NongkoJajar (Pasuruan).

Perlu diwaspadai juga bahwa gunung Bromo merupakan gunung api yang aktif. Gunung Bromo dianggap suku Tengger sebagai tempat suci, di mana tiap malam pertengahan bulan ke sepuluh pada saat bulan purnama, suku Tengger melakukan upacara di pura yang berada di kaki gunung. Selain gunung Bromo ada juga gunung Semeru. Bicara tentang Semeru (3.676 m), gunung ini merupakan puncak tertinggi di pulau Jawa. Di sekitar Sumeru terdapat salah satu danau yang menjadi destinasi untuk melepas penat dan berselfie ria yakni Ranu Kombolo. Tidak jauh dari situ juga terdapat tanjakan yang menjadi lokasi yang legendaris yaitu ‘Tanjakan Cinta’, kabarnya jika seseorang melewati tanjakan dengan kemiringan hampir 45 derajat ini lalu menoleh ke belakang maka tidak lama kamu akan putus cinta (Lalu bagaimana dengan yang jomblo ya? Hmm.) Nah, bagi pendaki, pemandangan sunrise menjadi momen  wajib tak terlewatkan. Matahari terlihat muncul dari celah bukit di Ranu kumbolo  pukul 05.30 – 05.45 WIB.

3.Gunung Kelud

Gunung Kelud setelah meletus (Sumber: ksmtour.com)

Bergeser ke arah barat, rasanya sayang jika melewatkan gunung api yang membuat heboh Indonesia beberapa dekade ini. Gunung yang jaraknya 27 km dari kota Kediri ini mempunyai catatan letusan yang cukup ‘merepotkan’. Letusan terakhir terjadi pada tahun 2014. Gunung Kelud (1.731 m) ini memuntahkan material dari perut bumi dan yang lebih parahnya abu vulkanik yang terbawa oleh angin mampu mencapai provinsi Lampung di daerah Sumatera.

Meskipun gunung api ini tergolong mungil dibanding gunung lainnya, gunung Kelud menjadi destinasi yang dibanjiri pengunjung di akhir pekan. Kubah lava dihiasi warna-warni lampu, selain itu juga tersedia wahana wisata flying fox, panjat tebing, dan pemandian air panas. Pemandangan sunrise dan sunset yang tak terlupakan juga bisa dinikmati dari bagian tebing paling tinggi di Gunung Kelud serta panorana kediri raya juga jelas terlihat. Akses menuju gunung Kelud sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi dengan starting point dari Kota Kediri.

4.Gunung Merapi dan Merbabu 

Gunung Merapi (Sumber: www.kedaipena.com)

Melompat agak jauh, kita menuju gunung api yang menjadi magnet di Jawa Tengah yakni Merapi dan Merbabu. Merapi terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah, sedangkan Merbabu di kabupaten Magelang. Jika posisi kamu berada di timur gunung (Solo dan sekitarnya) maka akan terlihat jelas Merapi (2.930 m) dan Merbabu (3.145 m) seperti berdampingan, namun gunung ini berjarak agak jauh jika dilihat dari peta. Dari kedua gunung tersebut gunung Merapi merupakan gunung yang aktif. Kedua gunung api ini juga merupakan destinasi wajib bagi para pendaki, kedua gunung ini dikenal sebagai salah satu gunung yang mempunyai medan yang sulit namun setelah mencapai puncak akan terhampar luar gumpalan awan kapas yang indah.

Bicara tentang gunung Merapi tidak lepas dari beberapa catatan letusan dahsyat yang menerjang perkampungan di lereng gunung tersebut. Letusan terakhir pada tahun 2010 menyisakan kisah yang mengharukan ketika gumpalan gas beracun “wedhus gembel” meratakan apapun yang dilewatinya baik rumah, bahkan ternak. Kisah mbah Marijan seorang juru kunci Gunung Merapi yang meregang nyawa karena bertahan di dekat gunung Merapi menjadi kisah yang selalu diperdengarkan para pelancong. Keindahan panorama kedua gunung api tersebut biasanya diabadikan melalui spot-spot foto yang berada di lereng gunung baik di kabupaten Boyolali, Magelang maupun Yogyakarta. Selain panorama alam, pendaki juga disuguhi pemandangan sunrise dan sunset dari puncak gunung. Di puncak merapi  dan merbabu merupakan tempat yang unik karena sejauh  mata memandang  akan terlihat lautan awan yang ada beberapa menyelimuti gunung-gunung yang agak jauh dari merapi merbabu, sepeti Gunung Lawu  dan Gunung Slamet.

5.Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng (sumber: www.exploredieng.com)


Dataran Tinggi Dieng yang terletak di Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah ini mempunyai ketinggian rata-rata 2.000 m di atas permukaan laut, wajar jika Dieng disebut sebagai dataran tinggi. Daerah ini mempunyai rata-rata suhu 12-20 C pada siang dan 6-10 C pada malam hari. Dieng terkenal sebagai pegunungan yang mempunyai kawah yang dikategorikan berbahaya, namun para penduduk masih saja banyak yang tinggal di daerah ini.

Objek wisata yang ada di Dieng sangat beragam, mulai dari pemandian air panas, gua, kawah, candi, telaga, hingga museum. Yang menjadi magnet wisatawan adalah Candi Arjuna dan Telaga Warna. Telaga warna di Dieng ini mempunyai pesona yang unik. Telaga warna mampu memunculkan warna hijau, biru, putih, merah. Dari dataran Dieng kamu disuguhkan pemandangan beberapa gunung yang indah yakni Gunung Sindoro (3.387 m), Gunung Sumbing (3.150 m) dan Gunung Prahu (2.565 m). Pengalaman menakjubkan juga akan kamu rasakan ketika dipuncak pegunungan ini karena sunrise dan sunset dari tanah yang subur ini begitu enjoyable dan membuatmu betah berlama-lama berselfie ria.

 

(Sumber gambar utama: www.kedaipena.com)

Editor: Restia Ningrum