Pesantren merupakan tempat dimana seseorang bisa memperdalam suatu ilmu, yakni ilmu agama Islam. Pesantren adalah lembaga pendidikan berbasis agama yang para siswanya tinggal di asrama atau pondok yang berlokasi sama dengan sekolah atau madrasahnya. Pesantren telah menyebar dari Sabang hingga Merauke jauh sebelum Indonesia merdeka. Dan dari pesantren inilah yang nantinya akan mencetak generasi madani penerus peradaban dunia.

Nah, bicara soal pesantren, kehidupan para santri di pesantren pada dasarnya seperti kehidupan di sekolah pada umumnya, banyak lika-liku yang dihadapi tetapi harus tetap dijalani dengan sabar dan ikhlas. Nah, bagi sahabat ublik yang pernah mondok, pasti 7 hal ini bakalan bikin kalian rindu ingin mondok lagi.

Pilihan Editor :

 

1. Antri

Kehidupan pessantren
Gambar: Antri Mandi di Pesantren, yang antri bukan orangnya malah gayungnya.(Sumber: santrieabah.blogspot.com)

Pada dasarnya antri merupakan hal yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Tak jauh berbeda dengan kehidupan para santri yang notabene harus antri dalam segala hal, mulai dari antri wudhu, antri mandi, antri ngambil makan hingga antri ngaji. Namun antrinya nggak sembarang antri kalo di pondok, bukan orang yang antri melainkan barang-barang kepemilikannya yang akan antri. Biasanya kalo mau mandi yang antri itu gayung mandinya, bukan orangnya. Mau antri ngambil makanan yang antri piringnya, bahkan kalo nunggu antri ngaji yang ngantri kitabnya bukan santrinya. Namun dibalik keunikan “ngantri” di pondok, budaya antri mengajarkan untuk hidup bersama-sama untuk saling menghargai dan belajar untuk disiplin dalam berbagai hal.

2. Ro’an

 

Awal Bulan Tetep Roan. Repost @pelajarnudotcom #santri #alasantri

A post shared by ALL ABOUT SANTRI (@alasantri) on


Ro’an atau bersih-bersih bersama merupakan kewajiban bagi seluruh santri untuk memelihara lingkungan pesantren yang bersih. Sebagaimana hadist “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Kegiatan ini bersifat periodik, ada ro’an harian, mingguan bahkan bulanan. Kegiatan ini dilakukan secara gotong-royong sehingga lebih memudahkan santri untuk membersihkan pondok pesantrennya. Kepenatan dalam mengerjakan ro’an pasti tidak akan terasa jika dilakukan dengan bersama-sama. Berikut ini tempat yang selalu jadi prioritas ro’an, yakni kamar mandi, saluran air, halaman pondok dan juga rumah ndalem.

3. Takzir

kehidupan santri di pesantren
(Sumber: ponpesalmizan.files.wordpress.com )

Bagi para santri yang doyan banget ngelanggar peraturan pasti nggak akan asing lagi dengan kata ini. Takzir merupakan istilah hukuman yang diberikan kepada santri yang melanggar aturan yang telah ditetapkan di pondok pesantren. Misal keluar pondok tanpa ijin, ketahuan membawa hp, merusak inventaris pondok dan lain lain. Hukumannya-pun juga beragam, mulai takzir yang ringan hingga takzir yang berat. Kalo takzir berat ini bisa sampai dikeluarkan dari pondok lho. Takzir ringan biasanya hukuman cukur rambut, membaca Al-Qur’an, menulis Surat Al-Qur’an, Ro’an khusus, dan lainnya. Tapi jangan khawatir, nggak akan ada takzir yang menggunakan fisik kok karena tujuan dari takzir sendiri adalah menyadarkan kesalahan agar tidak terulang kembali.

4. Mayoran

kedupan pesantren
Gambar: Mayoran, Makan satu nampan bareng-bareng (Gambar: nu.or.id)

Mayoran merupakan kegiatan makan bersama yang paling dinanti oleh para santri. Kalo hari-hari biasa santri makan dengan piring masing-masing dengan menu seadanya, namun tidak dengan acara mayoran ini. Kegiatan mayoran biasanya diawali dengan masak secara massal oleh hampir seluruh penghuni pondok dalam rangka tertentu, yang pastinya dengan menu yang mampu meningkatkan nafsu makan para santri. Makanan yang telah siap biasanya ditaruh dalam lengser ataupun daun pisang yang lebar, kemudian akan disantap bersama-sama dengan santri yang lain dengan cara “muluk” atau makan dengan tangan yang semakin menambah kenikmatan makanan yang disajikan. Meskipun harus berbagi dengan santri yang lain, makan bareng dalam satu wadah merupakan kenikmatan sendiri bagi para santri. Kegiatan mayoran ini juga mengajarkan para santri untuk berbagi dengan sesama dan menumbuhkan kebersamaan antar santri.

5. Disambang

 

Satu buat yang disambang pas tanggal tua. _____ Foto @santribali #santri #alasantri

A post shared by ALL ABOUT SANTRI (@alasantri) on

Apa yang paling dirindukan dari seorang santri yang hidup jauh dari keluarganya? Pasti jawabannya adalah bertemu dengan keluarga. Momen disambang atau dijenguk merupakan momen yang dinantikan oleh para santri, selain mendapatkan uang saku, dengan disambangi keluarga santri bisa menyampaikan keluh kesahnya dengan keluarga. Namun setiap pondok memiliki aturan tersendiri dalam menentukan waktu untuk “nyambangi“ putra putrinya yang sedang menimba ilmu. Ada yang menerapkan aturan hari-hari tertentu atau jam-jam tertentu untuk bisa menjenguk para santri.

(Gambar Utama: www.buntetpesantren.org)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here