Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (Sumber: prasetya.ub.ac.id)

Hallo Ublikers, beberapa bulan lagi, masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) akan segera digelar. Calon mahasiswa baru dan mahasiswa baru yang sudah diterima melalui jalur undangan harus siap dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ospek sepertinya menjadi momok awal untuk mahasiswa baru ketika memasuki dunia kampus. Namun hal ini sangat berpengaruh kepada prestasi dan rencana studi kalian selanjutnya.

Pilihan Editor;

Seperti halnya mendapatkan prestasi lain, untuk bisa menjadi mahasiswa berprestasi di kampus kalian harus memiliki komitmen yang tinggi. Akan tetapi, jika kalian pikir prestasi di kampus hanya didapat melalui ruang kelas, mungkin kalian sedikit salah. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kalian ikuti dan kerjakan untuk menjadi seorang yang berprestasi di kampus.

1. Karya Tulis Ilmiah

Barangkali ada yang telah mengenal karya tulis ilmiah waktu SMA melalui karya tulis ilmiah remaja. Barangkali ada yang belum tahu sama sekali mengenai karya tulis ilmiah. Jika di masa SMA ada Karya Tulis Ilmiah Remaja (KIR) maka diperkuliahan ada namanya Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Dari segi kepenulisan tidak ada yang berbeda dalam kompetisi ini, namun dilihat dari bidang yang dilombakan, PKM lebih banyak daripada KIR.

PKM memiliki 6 bidang yang dapat dipilih mahasiswa, yakni Karsa Cipta (PKM-KC), Pengabdian Masyarakat (PKM-M), Kewirausahaan (PKM-K), Penelitian (PKM-P), Penerapan Teknologi (PKM-T), dan Gagasan Tertulis (PKM-GT). Semua karya tulis ilmiah tersebut akan bermuara pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Namun, tidak semua karya tulis ilmiah bisa masuk dalam PIMNAS, karena adanya seleksi ketat dari pihak panitia yakni Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat. Selain itu, ada satu bidang PKM yang tidak diikutsertakan ke PIMNAS, yakni Artikel Ilmiah (PKM-AI). Hasil dari PKM-AI akan bermuara pada e-journal.

Mengapa hal ini menjadi penting untuk kalian supaya mendapat prestasi. Perlu kalian ketahui, pemilihan mahasiswa berprestasi baik di tingkat fakultas, kampus, maupun nasional adalah dengan menilai banyaknya karya tulis ilmiah kalian yang diterbitkan dan mendapat penghargaan. Mengapa karya tulis menjadi acuan? Karena karya tulis merupakan ide murni dari seorang mahasiswa dengan bantuan pengembangan ide dari dosen pembimbing.

Ide ini merupakan hasil kreativitas mahasiswa yang dilatarbelakangi oleh permasalahan di masyarakat dan teori yang didapat pada perkuliahan. Butuh usaha dan kreativitas untuk mengelaborasikan teori yang didapatkan untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada. Oleh karena itu, aspek kretivitas dalam mencari solusi inilah yang dipandang oleh kampus dalam menentukan mahasiswa berprestasi. Jadi silahkan teman-teman mempersiapkan diri untuk mempelajari teknik-teknik membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar.

2. Organisasi

Hal yang kedua adalah organisasi. Baik organisasi internal kampus maupun eksternal kampus. Organisasi dapat menjadi pendukung kalian untuk berprestasi. Organisasi menyediakan materi-materi yang tidak bisa kalian dapatkan dalam perkuliahan. Contoh materi yang didapatkan adalah public speaking. Public speaking menjadi soft skill yang penting dalam meraih prestasi dan organisasi menyediakan itu. Public speaking menjadi penting karena ini adalah alat kalian untuk menyampaikan ide brilian yang kalian punya. Jika public speaking kalian berantakan, bisa jadi ide kalian tidak akan tersampaikan semulus yang kalian rencanakan.

Studi banding mahasiswa (Sumber: Twitter RKIM UB)

Selain materi tersebut yang didapatkan, organisasi juga menyediakan tempat-tempat diskusi. Diskusi-diskusi kecil inilah yang akan menambah logika berfikir dan cara menjawab kalian terhadap suatu permasalahan, sehingga membuat kalian lebih kritis terhadap permasalahan. Selain itu, diskusi-diskusi kecil ini melatih kalian dalam menjawab permasalahan dan itu akan berpengaruh ketika kalian melakukan presentasi karya tulis ilmiah. Namun sekali lagi, untuk mewujudkan karya tulis dan mengikuti organisasi kalian harus memiliki semangat dan komitmen yang tinggi.

3. Akademik

Yang terakhir adalah akademik. Kenapa akademik berada di akhir? Karena menurut penulis akademik hanya memberikan teori sebagai latar belakang dalam mencari solusi. Akademik berada di akhir bukan berarti tidak penting, justru karena akademik lah kalian dapat mencari dan menawarkan solusi terhadap permasalahan yang ada. Akan tetapi, seringkali, prosentase dari penggunaan ilmu akademik memang lebih kecil daripada organisasi dan karya tulis ilmiah.

 

Academic (Sumber: wausauschools.org)

Ketiga hal tersebut wajib kalian jalankan dan kalian raih jika ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi. Beberapa tahapan dan permasalahan kuliah pasti kalian hadapi dalam mewujudkan ketiga hal tersebut. Berat? Memang berat. Tapi apakah prestasi memiliki jalan yang ringan untuk ditapaki? Tentu saja tidak. B.J. Habibie pun pernah mengatakan: “Keberhasilan (prestasi) bukanlah milik orang yang pintar. Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha.”

Semoga artikel ini dapat membantu dan memeberi wawasan kalian mahasiswa baru untuk mendapatkan prestasi, baiK dibidang akademik maupun non-akademik. Kalau kamu punya ide menarik buat mahasiswa baru agar lebih berprestasi, silakan tulis di kolom komentar ya…

 

(Sumber Gambar Utama: Pixabay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.