UblikFilm Musikal Langit Biru. Bullying saat ini menjadi trending topik yang ramai diperbincangkan di Indonesia. Tak hanya melalui ucapan, bullying juga bisa dilakukan melalui tulisan bahkan tindakan. Kasus bullying itu sendiri tidak hanya terjadi pada lingkup masyarakat, namun malah banyak ditemukan kasus bullying di lingkup pendidikan. Tindakan inipun banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, karena selain menimbulkan dampak tekanan secara fisik, para korban bullying harus mengalami tekanan mental atau psikis sehingga para korban bullying cenderung menjadi pribadi tertutup, minder bahkan sangat labil.

Belajar Mencegah Bullying dari Film Musikal Langit Biru
Image: Poster Film Langit Biru (Sumber: langitbirumovie.com)

Tindakan bullying sendiri agaknya menjadi santapan tiap hari di media televisi, media cetak maupun media online. Bahkan ada surat kabar online yang membuat headline khusus kasus bullying atau perundungan.

 

Lantas apa sebenarnya yang diinginkan oleh para pelaku bullying dan mengapa mereka melakukan tindakan tersebut? Pada umumnya pelaku melakukan tindakan bullying karena terpengaruh lingkungan sekitar bahkan ada yang memang menjadi sebuah kebiasaan.

Bahkan masih hangat diperbincangkan, seorang mahasiswa diffabel yang dibully oleh teman-temannya sendiri. Bukannya malah membantu mendampingi mahasiswa tersebut, para pelaku bullying dengan leluasa mengolok-olok bahkan melakukan tindakan fisik kepada korbannya.

Saking banyaknya kasus bullying yang terjadi banyak pihak yang menyoroti kasus ini. Kak Seto, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa kejadian ini harus ditindak secara cepat dan tegas karena sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dan beliau berharap segera dibentuk Satgas Anti-Bullying untuk meminimalisir terjadinya tindakan bullying.

Tindakan ini dikecam oleh seluruh lapisan masyarakat karena sangat merugikan berbagai pihak. Sudah banyak kampanye-kampanye yang dilakukan untuk menyerukan tindakan anti-bullying di lingkungan sekolah maupun masyarakat baik melalui media sosial maupun melalui sosialisasi di tiap-tiap sekolah. Tidak banyak yang mengangkat topik ini menjadi cerita dalam sebuah film. Salah satunya yakni LANGIT BIRU.

Film Tentang Bullying

Belajar Mencegah Bullying dari Film Musikal Langit Biru
Image: Film Langit BIru (Sumber: oaff.jp)

Langit Biru merupakan film musikal yang rilis pada tahun 2011 silam. Film ini menceritakan 3 orang sahabat yakni Biru, Amanda dan Tomtim yang baru menginjak SMP. Namun ketika berada di sekolah, ketiga sahabat ini geram atas tindakan Bruno, Jason, Sam dan Erlangga yang bertindak sewenang-wenang terhadap siswa lain tidak hanya melalui ucapan maupun juga dengan tindakan. Banyak yang sudah menjadi korban bullying Bruno cs, salah satunya adalah Tomtim. Tomtim diceritakan sebagai seorang siswa yang memiliki keterbatasan dalam memahami sesuatu atau biasanya disebut learning difficulties. Tentunya sebagai seorang sahabat, Biru kesal karena sahabatnya selalu di bully oleh Bruno cs.

Meskipun Bruno cs sudah terlalu sering melakukan tindakan bullying, tapi belum ada satu gurupun yang memergoki tindakan Bruno ini. Hingga akhirnya pihak sekolah mengadakan school project yang wajib dilaksanakan oleh para siswa-siswi. Dan Biru pun mempunyai ide untuk mengungkapkan tindakan bullying yang biasa dilakukan oleh Bruno kepada teman-temannya kepada pihak sekolah.

Namun dalam proses pengintaian kehidupan sehari-hari Bruno, Biru cs menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Sayogyanya setiap manusia telah diciptakan sebaik-baiknya oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga tiap manusia pun pasti memiliki rasa cinta kasih sesama manusia. Begitupun dengan Bruno yang menjadi sosok yang sangat baik dan ramah ketika di rumah maupun di tempat latihan dance.

Belajar Mencegah Bullying dari Film Musikal Langit Biru
Sumber: youtube/LangitBiruMovie

Usut punya usut ternyata tindakan yang dilakukan oleh Bruno karena ia terlalu takut dihina oleh teman-temannya karena sudah tidak mempunyai bapak atau yatim. Namun ketakutan berlebihan itulah yang mengakibatkan ia melampiaskan ketakutannya dengan membully temannya sendiri hingga menjadi sebuah kebiasaan.

Sampai pada akhirnya ketika Biru, Amanda dan Tomtim mempresentasikan projectnya tersebut, Bruno mulai menyadari kesalahannya dan ingin memperbaiki hubungan dengan teman-teman yang sering ia bully. Karena pada dasarnya kawan bukanlah lawan.

Pada Film Musikal Langit Biru ini mengajarkan bahwa kita harus mengenali siapa kawan kita, dan jangan menganggap orang lain sebagai lawan kita sebelum kita mengenalinya lebih dekat. Tidak hanya korban bullying yang harus didampingi, tapi para pelaku tindakan bullying juga harus didampingi dan dibina untuk menghindari tindakan bullying lagi. Perlunya pengawasan dan pembinaan dari pihak keluarga dan pihak sekolah menjadi suatu kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Sumber Gambar Utama: youtube/LangitBiruMovie

Editor: Ridho Nur Wahyu