Ada banyak cara dari berbagai negara untuk mempererat kekerabatan. Salah satunya dengan cara membuat sebuah kompetisi olahraga. Nah, di dunia ini ada sebuah kompetisi olahraga yang paling terkenal dan punya strata tertinggi. Yap, Olimpiade. Siapapun yang berhasil berdiri diatas podium olimpiade pasti memiliki kebanggaan tersendiri.

Nah, Olimpiade sendiri dibagi dalam beberapa jenis. Ada Olimpiade, ada Olimpiade Musim Panas ada Olimpiade Musim Dingin sampai ada Olimpiade Pemuda. Olimpiade Pemuda adalah olimpiade yang ditujukan untuk generasi muda bertanding dalam berbagai cabang olahraga. Tahun ini Olimpiade Pemuda atau biasa disebut Youth Olympic Games telah membawa satu nama orang Indonesia mendunia. Dia berpestasi sebelum olimpiade tersebut dimulai. Ko bisa?

Pilihan Editor: 

 

Medali Olimpiade Pemuda Argentina 2018 Karya Anak Bangsa

 Medali Olimpiade Pemuda Argentina 2018
Medali Olimpiade Pemuda Argentina 2018 yang di Desain Farid (Sumber: instagram/@faridhusen_)

Adalah anak muda berusia 18 tahun bernama Muhamad Farid Husen yang memenangkan sayembara membuat desain Medali Olimpiade Pemuda Argentina 2018 tersebut. Farid menyingkirkan 300 kandidat lain yang hadir dari setidaknya 50 negara di dunia. Nama Farid menjadi pemenang karena karya desain medali yang cukup tak biasa. Farid, mengedepankan efek kembang api sebagai tema utama medali. Bukan tanpa alasan kembang api iya pilih. Menurut Farid ada banyak filosofi kembang api yang sesuai dengan semangat atlet. Salah satunya adalah usaha tak kenal menyerah untuk menggapai cita-cita. Hal itu disampaikan Farid dan dikutip pada laman resmi Youth Olympic Games 2018

“Kembang api mewakili kegembiraan dan kemuliaan Youth Olympic Games di mana semua bangsa berkumpul menjadi satu untuk berpartisipasi dan merayakannya. Kembang api terbang ke angkasa, menjadi refleksi bagaimana para atlet muda mencapai impian mereka”  ujarnya.

Dan untuk semakin mengedepankan segala filosofi yang sudah dia himpun. Desainnya pun ia beri nama “Fireworks of Victory” sebuah nama yang memang cukup mewakili segala bentuk semangat atlet dalam berkompetisi dalam prestasi. Desain Fireworks of Victory ini menjadi juara pertama. Tempat kedua ada desain bernama Making Waves karya Patrick Nair dari Amerika Serikat dan tempat ketiga ada karya bernama Victory Road punya pemuda asal Swiss bernama Demien Perrin. Namun tetap, yang desainya akan dipampang dan dikenakan oleh semua juara olimpiade adalah karya Farid. Pemuda asli Indonesia.

Meski bukan olimpiade yang diperuntukan untuk atlet-atlet senior. Namun sayembara desain medali ini tetap dijurikan oleh orang-orang yang memang memiliki kapasitas. Seperti anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan para reporter muda. Bahkan anggota IOC, Aya Medany memuji kerennya desain Farid. Menurutnya tema kembang api akan selalu realistis untuk mengekspresikan kemenangan seseorang. Dia pun sangat gembira sebab pemenang sayembara desain ini masih memiliki umur yang begitu belia.

Juara Termuda

 Medali Olimpiade Pemuda Argentina 2018
Farid Husen (Sumber: Olympic.org)

Belum selesai sampai disitu kita masih harus dapat berbangga hati dengan Farid. Sebab remaja asal Ponorogo itu diklaim sebagai juara termuda sepanjang kompetisi ini digelar. Patut kamu ketahui kalau Olimpiade Pemuda ini baru kali ketiga dilaksanakan. Olimpiade pertama digelar di Singapura tahun 2010, yang kedua tahun 2014 di China dan yang ke tiga adalah Argentina pada tahun 2018 ini, dan di olimpiade Argentina inilah nantinya desain Farid bakal dipamerkan dan dikenakan para jawara muda. Nah, sepanjang tiga edisi olimpiade. Panita selalu mengadakan sayembara untuk membuat medali. Dari tiga sayembara medali di tiga edisi ini Farid jadi jawara yang termuda. Di usianya yang baru 18 tahun tersebut menjadikan Farid memecahkan rekor sebagai desainer medali termuda dalam ajang olahraga muda paling prestisius sedunia ini.

Keberhasilan Farid ini bakal membawa dia terbang ke Buenos Aires, Argentina untuk menyaksikan langsung penyerahan medali pertama kepada atlet yang berhasil memenanginya. Bukan Cuma itu dia juga berhak mendapat sebuah tablet dengan merk ternama dan tentunya satu set medali dengan desain karyanya sendiri.

Muhamad Farid Husen sudah memulainya. Membuktikan pada dunia bahwa Indonesia tak akan pernah kehabisan orang-orang berprestasi. Tugas kita selanjutnya adalah melanjutkan tongkat estafet supaya nama Indonesia akan tetap harum dikancah Internasional. Mulailah berkarya dan berbahagialah dengan karya kita sendiri.

(Sumber Gambar Utama: Worldpolonews.com)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.