Ublik. Secuil Cerita Tentang Keluarga Baru Di Desa Rumpin. Sejak pertama sekolah, saya sudah mendengar, melihat, dan membaca tentang kalimat “Pengabdian Kepada Masyarakat”. Namun saya belum tahu apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut.  Seiring berjalannya waktu, saya baru memahami tentang kalimat tersebut setelah memasuki jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi. Secara umum, pengabdian kepada masyarakat adalah sebuah kegiatan dimana mahasiswa mulai mengimplementasikan pengetahuan yang di dapat dari universitas kepada masyarakat. Karena hal tersebut, maka di laksanakanlah kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah Pengalaman Terbesar Berdedikasi kepada Masyarakat

Images: Dok. Pribadi

Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau pengabdian kepada masyarakat mempunyai banyak sekali tujuan, namun saya tidak akan menjelaskan tentang tujuannya. Tapi saya menceritakan sepenggal kisah keluarga baru dari Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) SWING 121 dan aktifitas saya bersama kelompok selama 1 bulan penuh. Kelompok saya banyak sekali mengalami kejadian-kejadian yang membuat saya cukup sedih tapi dalam waktu yang bersamaan saya pun merasa bersemangat menjalaninya.

Saya pribadi mempunyai 1 program kerja yaitu Perancangan dan Pengembangan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA) Berbasis Web untuk Desa Rumpin. Tujuannya untuk memberitahukan potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Rumpin kepada pihak lain melalui internet. Dalam Sistem Informasi dan Kawasan tersebut juga nantinya akan dimuat lebih lengkap segala hal tentang Desa Rumpin termasuk mengenai sejarah berdirinya Desa Rumpin itu sendiri.

Seiring berlangsungnya kegiatan KKN, Sistem Informasi Desa dan Kawasan Rumpin yang menjadi program kerja saya telah saya selesaikan. Namun dikarenakan pembiayaan minim membuat waktu beroperasinya sistem informasi tersebut hanya 3 bulan saja. Selanjutnya oleh pihak penyedia hosting kembali dinonaktifkan. Apabila sudah memperpanjang sewa, maka secara otomatis akan kembali aktif dan bisa beroperasi kembali. Desa Rumpin sendiri hanya mempunyai 1 perangkat komputer yang digunakan di Balai Desa. Tantangan kembali muncul. Saya harus berpikir bagaimana saya bisa membuat Sistem Informasi Desa dan Kawasan Rumpin tersebut bisa digunakan oleh pihak terkait secara maksimal. Tujuannya adalah agar Desa Rumpin tidak buta akan teknologi informasi.

Sangatlah disayangkan apabila sistem tersebut hanya berhenti di 3 bulan pertama. Padahal dalam sistem tersebut dapat membuat Desa Rumpin menjadi lebih dikenal oleh publik. Dikenal akan kekayaan alamnya, kecerdasan siswa-siswinya, kegiatan kemasyarakatannya yang kreatif, perekonomiannya yang semakin maju dan masih banyak lagi yang dapat terakomodir oleh sistem tersebut. Disini saya berusaha keras untuk membantu Desa Rumpin mewujudkan semua itu dengan mudah. Selain membuatkan sistem mengenai Desa Rumpin saya juga mengajarkan perangkat desa tentang bagaimana cara menggunakan Sistem Informasi Desa dan Kawasan Rumpin tersebut. Hal itu berkaitan dengan kemudahan pelayanan administrasi desa demi memuwujudkan pelayanan prima kepada masyarakat desa, diantaranya surat-menyurat, data desa dan sebagainya. Inilah cita-cita terbesar saya setelah melihat kondisi Desa Rumpin yaitu menjadikan masyarakat Desa Rumpin melek teknologi informasi tanpa terkecuali.

Kendala utama yang dimiliki oleh kelompok saya adalah pada sisi pendanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dana yang kelompok saya miliki berasal dari pihak kampus, iuran tiap anggota, mengamen dan berjualan. Kelompok saya sama sekali tidak mendapat bantuan dana dari pihak luar. Mungkin itu terjadi karena kelompok saya terlambat dalam menyebar proposal kerjasama dengan perusahaan yang biasa disebut juga dengan proposal sponsorship. Namun, alhamdulillah dengan adanya dana dari pihak kampus, iuran tiap anggota, mengamen, dan berjualan bisa memenuhi kegiatan dan hidup di sana selama satu bulan penuh. Sehingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat berjalan sesuai dengan rencana dan program kerja yang telah disusun sedemikian rupa agar Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses 100%.

1SWING 121. Sebentar, Terkenang dan Selalu Terpikirkan.

Images: Dok. Pribadi

Mempunyai pengalaman hidup dengan 10 orang yang baru dikenal selama 1 bulan penuh membuat saya semakin memahami bagaimana cara berkontribusi, kerjasama, berkomunikasi, menghargai bahkan mempercayai. Seiring berjalannya waktu, banyak sekali kisah sedih, senang, bangga yang mengharukan hati saya. Pertama kali bertemu dengan anggota kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN), saya melihat banyak sekali perbedaan sifat yang bisa dikatakan jauh berbeda dengan sifat saya. Sedikit saya perkenalkan kelompok saya yang kini menjadi keluarga baru saya. Kesembilan orang itu adalah:

Wahid adalah orang yang pertama dekat dengan saya, dia orangnya pendiam, bertanggung jawab, dan humoris.
Nisa merupakan sosok wanita yang pola pikirnya bagai anak SMA kelas 2 yang unik, manis, imut, baik, cerdas, mengesalkan dan membuat saya kangen hehe.
Ayu adalah sesosok wanita pujaan saya tapi sayang dia sudah tidak jomblo, dia mempunyai rasa ingin tahu yang besar akan hal baru, cantik, putih, cerdas, proporsional dan lain-lain.
Affan adalah orang yang humoris, terkadang bikin gregetan, bertanggung jawab dan loyal.
Yudhis adalah seorang pebisnis kelinci yang loyal dan cerdas.
Alvin merupakan sosok yang dapat memberi solusi dari setiap permasalahan dengan santai, lucu, unik, baik, berwibawa, dan cerdas.
Fia adalah ketua kelompok yang perfeksionis dengan segala keputusannya dan loyalnya terhadap kelompok.
Nita merupakan sosok wanita yang cukup pendiam, cerdas juga loyal.
Ela merupakan sosok wanita yang loyal, mengesalkan, badannya tinggi, manis, modis dan baik.

 

Images: Dok. Pribadi

Banyak kenangan yang saya simpan dalam hati tentang kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun lalu. Namun hanya beberapa kenangan yang bisa dikatakan lucu, indah dan tetap kuat di hati. Berawal dari kebersamaan saat berkumpul di kampus untuk melakukan rapat persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rumpin hingga survei lokasi Desa Rumpin. Oh iya, Desa Rumpin ini adalah salah satu desa di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Jawa Barat. Tidak salah jika pemandangan alamnya cukup membuat saya terpesona karena masih berada pada daerah Bogor yang terkenal dengan hujannya.

Kemudian, survei pun kami laksanakan bersama-sama dan menurut saya cukup kompak. Hal ini kami lakukan agar saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) nanti tidak salah jalan atau tersesat. Dengan bantun GPS dan kekompakan teman-teman serta bertanya kepada masyarakat sepanjang perjalanan menuju Desa Rumpin, kami pun sampai di Desa Rumpin dengan selamat tanpa ada halangan sedikipun. Hal lucu kami rasakan setelah tiba di Desa Rumpin yang salah satunya adalah sinyal provider sangat susah ditemukan dan kami semua berpikir keras sambil tertawa-tawa mencari solusi provider apa yang akan kami gunakan nanti. Sambil mencari kepastian provider yang akan kami gunakan, kami berkeliling Desa Rumpin dengan ditemani oleh seorang ibu yang menurut saya sangat baik kepada saya beserta kelompok saya. Beliau sangat ikhlas membantu kami yang notabene baru pertama kali mengunjungi Desa Rumpin tanpa meminta imbalan apapun.

2Setiap Pertemuan Akan Meninggalkan Sebuah Perpisahan. Sedih? Pasti.

Banyak kenangan yang telah kelompok kami lalui selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dan itu semua kenangan yang tidak bisa saya lupakan. Mereka semua sudah saya anggap sebagai keluarga baru saya. Waktu 1 bulan adalah waktu yang terlalu singkat dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Padahal pimpinan dari Desa Rumpin sangat ingin kami semua bisa lebih lama dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa beliau.

Ya, mungkin hingga saat ini juga, beliau masih menginginkan kami untuk kembali kesana walaupun hanya untuk silaturahmi saja. Beliau pun berpesan kepada saya dan semua anggota di Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) SWING 121 agar tidak melupakan Desa Rumpin dan kami pun diperbolehkan untuk kesana kapan saja. Tak perlu repot-repot. Segala fasilitas bermalam akan disiapkan seperti rumah misalnya. Sungguh betapa baiknya beliau kepada kami dan sangat kami hargai itu. Semoga saja kami bisa segera berkunjung kesana lagi untuk silaturahmi dan berkeliling Desa Rumpin sambil silaturahmi kepada semua warga yang telah menerima kami dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Benar-benar kenangan yang tak akan pernah saya lupakan. Itulah secuil cerita tentang keluarga baru di Desa Rumpin dengan segala kearifan lokalnya dan kebahagiaan yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya dari hidup saya ini.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih…

 

(Sumber Gambar Utama : Unila.net)

(Editor : Aprianing Dwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here