“Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Begitulah isi teks Sumpah Pemuda yang diikrarkan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Peringatan Hari Sumpah Pemuda digelar setiap tahun, dan setiap tahun itu pula kita berusaha memaknainya.

Membahas tentang sejarah pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia, ada dua momen penting dalam sejarah. Yang pertama adalah berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Yang kedua adalah deklarasi Sumpah Pemuda 1928 atau dua puluh tahun kemudian setelah Budi Utomo. Sumpah Pemuda tidak lain adalah tentang semangat menyatukan organisasi pergerakan pemuda ke dalam satu wadah.

Semangat persatuan itu sebenarnya telah dimulai sejak Kongres Pemuda 1 (tahun 1926) dan dilanjutkan dengan Kongres Pemuda 2 (tahun 1928). Para peserta Kongres Pemuda 2 ini berasal dari berbagai perwakilan organisasi pemuda yang ada saat itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, dan sebagainya. Deklarasi Sumpah Pemuda tersebut tentu tidak terlepas dari semangat juang para tokoh pemuda yang saat itu aktif di berbagai pegerakan. Nah, tahukah kamu siapa saja tokoh-tokoh yang berperan di balik Sumpah Pemuda?

1. Soegondo Djojopoespito

Tokoh-tokoh yang Berperan di Balik Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Sumber: smppiussp.blogspot.co.id

Soegondo Djojopoespito adalah seorang tokoh penting Sumpah Pemuda yang lahir di Tuban, 22 Februari 1905. Beliau juga dikenal dengan Ki Gondo. Karena menyadari pentingnya meraih sebuah kemerdekaan, maka beliau ingin berbuat sesuatu untuk bangsa ini.  Pada tahun 1926, Soegondo membentuk Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Hindia Belanda, terinspirasi oleh Perhimpunan Indonesia di Belanda. Beliau pun memegang peran penting menjadi ketua panitia Kongres Pemuda 2 yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Ki Gondo saat itu nekad menjadi ketua kongres meskipn diancam pemecatan dari RHS (Rechts Hooge School te Batavia) yang merupakan Sekolah Tinggi Hukum.

2. WR. Soepratman

tokoh sumpah pemuda
Sumber: kebudayaanindonesia.net

Sosok Wage Rudolf Soepratman tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa Indonesia. Nama ini begitu familiar di telinga kita sejak duduk di bangku SD karena di balik lagu kebangsaan Indonesia Raya, terdapat sosok WR. Soepratman yang lahir 19 Maret 1903 di Purworejo tersebut. Setiap memperingati Hari Sumpah Pemuda, kita pun mengenang jasa WR. Soepratman berjuang dengan biolanya. Ya, memang begitu adanya. Beliau bukan dari kalangan pergerakan sepeti tokoh lainnya, melainkan seorang seniman. Beliau memperdengarkan maha karya lagu Indonesia Raya untuk pertama kali. Melalui biola pemberian kakaknya, W.R. Soepratman mempersembahkan Indonesia Raya kepada pemuda dan Indonesia. Sosok pahlawan nasional WR. Soepratman kini diangkat dalam sebuah film layar lebar. Kisah pencipta lagu Indonesia Raya diabadikan dalam film yang diberi judul ‘Wage’ dan diputar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Pilihan Editor :

3. Soenario Sastrowardojo

tokoh yang Berperan di Balik Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Sumber: Wikipedia.com

Soenario lahir di Madiun, 28 Agustus 1902. Beliau menjadi pengurus Perhimpunan Indonesia di Belanda. Tiga tahun sebelum Kongres Pemuda 2, Soenario meraih gelar Meester in de rechten di Belanda. Beliau juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Inggris pada periode 1956-1961. Dalam Kongres Pemuda 2, Soenario dipercaya untuk berkontribusi sebagai penasihat panitia. Beliau juga menyampaikan pidato dengan tema Pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia. Selain menjadi penasihat, Soenario juga menjadi pembicara dalam Kongres Pemuda 2.

4. Mohammad Yamin

Tokoh Sumpah Pemuda Indonesia
Sumber: Wikepedia.com | Joop van Bilsen / Anefo

Mohammad Yamin adalah tokoh yang memiliki banyak talenta: sastrawan, pemikir sejarah, ahli bahasa, politisi, dan ahli hukum, serta tokoh pergerakan nasional. Dalam Kongres Pemuda II, Mohammad Yamin memiliki peran yang penting. Rumusan asli Sumpah Pemuda ditulis oleh Mohammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Sunario sedang berpidato pada sesi terakhir kongres. Menurut berbagai sumber sejarah, Moh. Yamin sempat berbisik kepada Soegondo: “Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie.” (Artinya: Saya punya suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan kongres ini). Setelah itu, Soegondo menyetujui dengan cara membubuhi paraf pada secarik kertas tersebut.

5. Dr. Moewardi

Tokoh Sumpah Pemuda
Sumber: www.pahlawancenter.com

Namanya begitu akrab di kalangan masyarakat Kota Solo karena merupakan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Setelah menjalani pendidikan dokter di tahun 1926, Dr. Moewardi tercatat sebagai mahasiswa tingkat 3 School Tot Opleiding Voor Indische Arsten (STOVIA). Pada masa belajar di STOVIA, dr. Moewardi merintis kepanduan Indonesia.

Peran dr. Moewardi memang tidak banyak disorot dibanding tokoh lain. Tapi beliau adalah Seorang dokter nasionalis yang bergerak di dua bidang, yaitu bidang kepanduan dan bidang kedokteran. Beliau turut mendidik para pemuda Indonesia melalui organisasi JJP (Kepanduan Jong Java) dan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Setelah itu, beliau melanjutkan belajar di Nederlandsch Indische Arts School (NIAS) hingga lulus sebagai dokter pada tahun 1931. Sikap dan pengorbanan dr. Moewardi yang selalu dikenang karena sosoknya yang membumi, khususunya mengutamakan kepentingan pasien. Tahun 1925 Moewardi dipercaya sebagai Ketua Jong-Java Cabang Jakarta. Dan terpilih sebagai salah satu utusan Jong Java pada Kongres Pemuda Nasional di Jakarta. Turut hadir saat Kongres Pemuda II, dr. Moewardi termasuk yang ikut mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

“Siapa yang dapat menghargai dan berterimakasih kepada pihak yang berjasa akan mampu pula berbuat jasa kepada pihak lain.” Begitulah kutipan kalimat dari dr. Moewardi yang terdapat di Museum Sumpah Pemuda. Sampai akhir hayatnya, beliau banyak berkontribusi bagi Indonesia. Sayangnya, beliau diduga meninggal dalam penculikan misterius.

6. Sie Kong Liong

Tokoh Sumpah Pemuda
Sumber: ikanmas1337.blogspot.co.id

Museum Sumpah Pemuda yang terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat itu, dulunya merupakan tempat lahirnya Keputusan Kongres yang berisi ikrar sumpah pemuda. Sampai sekarang, museum itu selalu menjadi pusat kegiatan peringatan Sumpah Pemuda. Namun, sebelum menjadi museum, ada riwayat di balik itu. Pada awalnya bangunan itu adalah rumah tinggal milik Sie Kong Liong. Bangunan itu didirikan pada permulaan abad ke-20. Atas prakarsa dari Soenario, rumah Sie Kong Liong itu kemudian dipugar oleh Ali Sadikin, Gubernur DKI kala itu. Setelah itu ditetapkan menjadi Gedung Sumpah Pemuda sebelum akhirnya berubah nama menjadi Museum Sumpah Pemuda. Museum Sumpah Pemuda merupakan salah satu museum sejarah yang mengoleksi dan menggali peristiwa Kongres Pemuda Kedua pada 28 Oktober 1928.

Itulah tokoh-tokoh yang berperan di balik Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Tentu saja masih sangat banyak tokoh lain yang berperan. Yang terpenting, sebagai pemuda Indonesia, mari kita berikan semangat positif dengan cara kita dan sesuai kapasitas kita masing-masing demi Indonesia yang lebih baik.

(Gambar Utama: Ublik Creative Media)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here