Ublik. Saat sedang bepergian melewati jalan-jalan di perkotaan, pernahkah kamu mengamati nama-nama jalan? Ada jalan yang diberi nama dengan nama buah-buahan dan tumbuhan, misalnya Jalan Salak, Jalan Melati, Jalan Manggis, dan lain-lain. Selain itu, banyak juga di Indonesia nama jalan yang menggunakan nama-nama pahlawan, misalnya Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Pattimura, Jalan Imam Bonjol, dan sebagainya.

Aturan soal penamaan jalan sendiri masih diatur oleh masing-masing daerah, entah itu ditentukan oleh gubernur atau wali kota. Tapi menurut Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Jimly Asshiddiqie, untuk pola aturan dalam penamaan jalan di Indonesia saat ini belum jelas, sehingga kerap dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.

Nama jalan yang identik dengan nama pahlawan atau peristiwa bersejarah itu tentunya bukan tanpa tujuan. Dengan memberi nama jalan dengan nama tokoh yang berjasa pada kemerdekaan bangsa dan negara, maka masyarakat akan lebih mudah mengingat, mengenal, dan menghargai jasa para pahlawan.

Sebagai orang Indonesia, sudah seharusnya kita bangga dengan apa yang menjadi perjuangan para pahlawan yang sudah berjuang di masa lalu. Karena keberanian mereka dalam membela dan memperjuangkan bangsa Indonesia hingga merebut kemerdekaan, maka generasi yang hidup setelah mereka tidak perlu lagi berperang mengangkat senjata. Meskipun demikian, sepertinya ada sesuatu yang perlu kita renungkan bersama, apalagi bertepatan dengan bulan Agustus tahun 2017 ini di mana bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke 72.

Ada baiknya kita menghayati sejenak apa yang pernah disampaikan oleh Bung Karno:  “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,” Pertanyaannya adalah: bagaimana cara berkontribusi untuk mengisi kemerdekaan? Sudah berulang kali disampaikan, tapi akan menjadi tugas kita untuk mengisi kemerdekaan dengan kapasitas kita masing-masing sesuai peran yang kita jalani. Tapi, di luar urusan kontribusi mengisi kemerdekaan itu, kita tentu perlu untuk selalu menambah wawasan keIndonesiaan kita, misalnya soal nama-nama jalan yang disebutkan di atas. Tahukah kamu kalau nama pahlawan dan tokoh Indonesia tidak hanya diabadikan di negeri sendiri tapi juga di luar negeri? Mau tahu siapa saja nama pahlawan-pahlawan dan tokoh tersebut?

1. Ir.Soekarno

Tokoh Indonesia yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di luar negeri
Image: Nama Presiden Pertama Indonesia diabadikan menjadi nama jalan di Maroko. Sumber: Kompas.com

Di Maroko, negeri yang berbatasan langsung dengan Selat Gibraltar yang memisahkannya dengan Negara Spanyol di Eropa itu, ada Rue Soukarno yang merupakan nama sebuah jalan sebagai penghargaan kepada Bung Karno yang diberikan oleh raja Maroko atas peran beliau yang mengizinkan kitab karya ulama Maroko yang dijadikan bahan rujukan wajib di berbagai pesantren di Indonesia.

Tidak hanya di Maroko, tapi di Mesir juga ada jalan yang menggunakan nama Bapak Proklamator kita tersebut. Pemimpin Mesir saat itu, Gamal Abdel Nasser memberikan penghargaan kepada Ir. Soekarno dengan cara membuat nama jalan di Mesir dengan nama Ahmed Sokarno St. atas dasar hubungan baik antara Indonesia dan Mesir. Nama Admed di depan nama Sokarno tersebut diberikan oleh para mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir untuk menegaskan bahwa Soekarno adalah seorang Muslim. Selain berwujud nama jalan, hubungan baik itu pun menghasilkan gagasan Konferensi Asia Afrika di Kota Bandung.

Apakah masih ada lagi selain Maroko dan Mesir yang mengabadikan nama presiden Indonesia pertama? Ternyata negara Pakistan pun begitu menghormati sosok Bung Karno. Buktinya ada dua tempat di Pakistan yang diberi nama dengan nama beliau yakni Soekarno Square Khyber Bazar di kota Peshawar, dan Soekarno Bazar, di kota Lahore.

2. Drs. Mohammad Hatta

Tokoh Indonesia yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di luar negeri
Image: Jalan Mohammed Hattastraat di Belanda. Sumber: GoodnewsfromIndonesia

Nama tokoh Indonesia lainnya yang diabadikan sebagai nama jalan di luar negeri adalah mantan Wakil Presiden RI, Drs. Mohammad Hatta. Jalan yang menggunakan nama Mohammad Hatta itu tepatnya berada di Belanda dengan nama jalan Mohammed Hattastraat. Pemerintah Belanda melalui Walikota RH. Claudius mengabadikan namanya sebagai nama jalan yang ada di kota Harleem. Sebagai tokoh yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia dan juga sebagai bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta atau sering dikenal dengan Bung Hatta pernah menimba ilmu di negeri Belanda yang terkenal dengan kincir anginnya itu.

3. RA. Kartini

Tokoh Indonesia yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di luar negeri
Image: Jalan RA. Kartinistraat di Belanda. Sumber: historia.id

Sebagaimana halnya dengan bapak Wakil Presiden pertama kita Drs. Mohammad Hatta, nama RA. Kartini pun diabadikan sebagai nama jalan di negeri Belanda. Sebelum namanya diabadikan sebagai nama jalan, Kartini memang lebih dulu populer di kalangan orang Belanda karena kumpulan surat RA. Kartini yang ditulis dalam bahasa Belanda, ‘Door Duisternis Tot Licht’ yang kemudian diterjemahkan menjadi ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Teman-teman RA. Kartini juga tahu bahwa Kartini adalah wanita Jawa pertama yang menuntut pendidikan yang lebih tinggi dibanding wanita Jawa pada umumnya. Mereka menyayangkan bahwa Kartini meninggal pada usia yang terlalu muda. RA. Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah dan meninggal pada usia 25 tahun. Di Belanda tidak hanya terdapat satu jalan Kartini, melainkan ada empat nama jalan di empat tempat yang berbeda, yaitu Raden Adjeng Kartinistraat di ibu kota Belanda, Amsterdam, RA. Kartinistraat di Utrecth, Kartinistraat di Venlo,  dan Kartinistraat di Haarlem.

4. Soetan Sjahrir

Pahlawan Indonesia yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di luar negeri
Image: Sutan Sjahrirstraat di Belanda. Sumber: sikerok.com

Sutan Syahrir atau dalam ejaan lama Soetan Sjahrir adalah salah satu tokoh perintis, intelektual, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia. Soetan Sjahrir yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia, sempat kuliah hukum di Universitas Amsterdam kemudian pindah ke Leiden School Of Indology. Waktu itu, mantan Perdana Menteri Belanda Wim Schermerhorn merupakan sahabat dari Soetan Sjahrir. Schermerhorn mengatakan bahwa Sultan Sjahrir terkenal di Belanda sebagai sosok ‘ksatria politik’ dengan idealisme yang tinggi. Sekian tahun kemudian nama Soetan Sjahrir diabadikan sebagai nama jalan yang dapat ditemukan di tiga tempat berbeda di Belanda yaitu Sjahrirstraat di kota Leiden, Sjahrirsingel di Kota Gouda, dan Sutan Sjahrirstraat di kota Haarlem.

5. Munir Said Thalib

Munirstraat di belanda
Image: Munirstraat di Belanda. Sumber: tribunnews.com

Munir adalah seorang pegiat Hak Asasi Manusia yang meninggal pada tanggal 7 September 2004 di atas pesawat jurusan Amsterdam ketika melakukan perjalanan untuk melanjutkan studi ke Universitas Utrecht, Belanda. Aktivis HAM itu meninggal karena racun yang dicampurkan ke dalam minumannya. Pada tahun 2015, pihak Belanda yang diwakili walikota Den Haag, Joziaas van Aartsen meresmikan jalan Munirstraat di Kota Den Haag.

Itulah nama-nama jalan di berbagai negara yang mengabadikan nama pahlawan dan aktivis Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber. Kalau kamu sedang ada kesempatan berkunjung ke negara-negara tersebut di atas, tak ada salahnya untuk menyempatkan diri untuk menginjakkan kaki di tempat-tempat itu.

(Sumber Gambar Utama: Dream.co.id)

Editor: Ridho Nur Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here