Ublik. Kita tentu tahu jika ada banyak sekali hewan asli dari Indonesia yang keberadaannya cukup menghawatirkan. Sebut saja Harimau Sumatera, Orang Utan atau juga Badak Jawa. Hewan yang namanya disebutkan paling terakhir ini kondisinya memang cukup mengkhawatirkan. Bayangkan sampai data WWF terakhir dirilis. Keberadaan Badak Jawa di alam liar hanya berkisar 50 ekor saja. Hewan ini bahkan disebut sebagai salah satu ewan terlengka di Indonesia. Padahal, bisa dibilang Badak Jawa adalah salah satu kebanggaan yang dimiliki oleh Indonesia.

Mengapa disebut kebanggaan? Karena, memang Badak Jawa ini adalah satu-satunya jenis badak yang memiliki keunikan pada culanya. Jika biasanya badak memiliki dua atau tiga cula. Badak Jawa hanya memiliki satu cula kecil nan kokoh di ujung wajahnya. Cula itulah yang membuatnya menjadi istimewa. Sayangnya, banyak orang yang salah menyangka. Cula nyentrik yang badak ini miliki disangka sebagai obat mujarab oleh para manusia. Diburulah badak-badak ini. Dibunuh untuk kemudian di ambil culanya. Untuk apa? yaitu tadi. Obat. Padahal menurut medis, cula badak sama sekali tak ada kaitanya dapat menyembuhkan seseorang dari berbagai macam penyakit.

(Baca Juga: Hewan-Hewan ini Jangan Dibunuh, Sangat Berbahaya)

Ya, jika kini ditanya apa yang membuat Badak Jawa menjadi begitu langka? Maka jawabannya adalah manusia. Perburuan badak yang membabi buta membuat kita semua menjadi sedih atas keberadaan Badak Jawa saat ini. Kabar terakhir menyebutkan jika Badak Jawa ini hanya bisa kita lihat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Namun, dari beberapa berita yang dihimpun Ublik. Pada Mei tahun ini, Keberadaan Badak Jawa dipindahkan ke Sukabumi Jawa Barat. Bukan, bukan Taman Nasional Ujung Kulon di Banten sudah tak aman bagi Badak Jawa terhadap perburuan liar. Tetapi, ada hal lain yang membuat Badak Jawa ini perlu untuk punya rumah baru.

Hari Badak Jawa Sedunia
(Sumber: 1001indonesia.net)

Ada beberapa alasan mengapa Badak Jawa ini meti segera dipindahkan dari Taman Nasional Ujung Kulon ke Sukabumi. Alasan pertama adalah bahaya penyakit yang bisa jadi menular dari hewan ternak warga yang bermukim di dekat TNUK. Salah satunya adalah Anthrax. Penyakit ini sangat rentan ditularkan oleh hewan-hewan ternak warga pada Badak Jawa ini. Selain alasan tersebut, Mulai menipisnya tanaman-tanaman yang jadi pakan badak juga jadi penyebab jika Badak jawa sangat perlu di pindah. Meski berbadan tegap nan gempal serta sedikit menyeramkan. Badak adalah hewan herbivora alias pemakan tumbuh-tumbuhan. Nah, masalahnya adalah tumbuh-tumbuhan yang biasa dimakan badak ini ketersediaanya mulai menipis lantaran sudah sulit untuk tumbuh subur. Hal yang menjadi penyebab pakan badak ini sulit tumbuh subur adalah mulai menjalarnya tanaman Lanskap. Tanaman ini bisa menghalangi cahaya matahari. Semakin banyak tanaman ini menjalar maka semakin tertutupklah hutan di TNUK. Karena itulah tanaman-tamanan yang biasa dimakan oleh badak menjadi berkurang. Sudah berkurang, apa yang biasa dimakan badak juga dimakan oleh banteng. Jadi, mereka harus berebut makanan yang tinggal sedikit itu dihutan. Maka, pemindahan Badak Bercula Satu itu memang penting sekali.

Tak Punya Predator Alam

Badak Jawa ujung kulon
(Sumber: pubinfo.id)

Badak Jawa ternyata tak punya predator. Tak ada hewan lain yang berani untuk menerkamnya dan menjadikanya santapan. Jadi, sebetulnya bahaya Badak Jawa ini hanyalah Manusia dan kekurangan pakan.  Selain itu yang patut kita sayangkan pula adalah, perkembang biakan badak ini cukup lambat. Badak betina dalam rata-rata hanya melahirkan satu ekor badak tiap empat sampai lima tahun sekali. Jadi, memang butuh fokus ekstra untuk menjaga keberadaan hewan yang rata-rata usia hidupnya adalah 40 hingga 45 tahun saja itu.

Salah satu fakta menarik dari Badak Jawa adalah perbedaanya dengan badak lain. Selain memiliki satu cula kecil saja, kulit badak ini memiliki semacam lipatan super tebal yang menempel disekujur tubuhnya. Membuat orang merasa jika kulit badak adalah sebuah tameng atau baju perang yang sulit untuk ditembus. Selain itu, rupa Badak Jawa ini ternyata mirip dengan rupa Badak india. Namun, perbedaanya hanya pada tubuhnya yang lebih kecil dan lipatannya kulit yang lebih sedikit. Dan tentunya juga jumlah cula yang hanya satu.

(Baca Juga: Dinyatakan Punah Puluhan Tahun Lalu, Hewan Ini Terlihat Lagi di Ujung Kulon? )

Nah, bicara soal cula. Kamu tahu tidak apa manfaat cula bagi si badak ini ini. Jika kamu menjawab untuk bertarung. Maka kamu benar. Tapi sesungguhnya bukan itu manfaat utama satu cula si Badak Jawa ini. Sebab, badak adalah hewan yang jarang sekali bertarung. Nah, cula ini lebih sering digunakan untuk memindahkan lumpur dikubangan atau juga untuk menarik tanaman agar dapat mudah dimakan. Selain itu juga kadang cula digunakan untuk membuka jalan ketika si badak menembus hutan yang lebat. Kalau kamu belum pernah memegang cula badak, kamu coba pegang kuku kerbau atau kuku sapi. Nah, badak cula itu identik dengan kuku sapi ataupun kerbau sebab terbuat dari keratin yang mengeras.

Tak Hanya di Indonesia

badak jawa
(Sumber: Wikimedia Commons)

Sebetulnya dulu, Badak Jawa ini tak hanya berada di Pulau Jawa. Persebarannya meluas bahkan hingga negara-negara sebrang macam Malaysia, Vietnam juga Myanmmar. Tapi pada tahun 1921 badak terakhir di Myanmar ditembak mati. Alasanya untuk koleksi British Museum. Hal serupa terjadi di Malaysia pada tahun 1932. Juga di Vietnam yang mengumumkan jika Badak Jawa terakhir sudah mati ditembak dengan kondisi cula yang telah hilang.

Rhinoceros Sondaicus adalah mamalia yang memiliki tinggi bahu sekitar 128 sampai dengan 175 cm dan memiliki berat tubuh sekisar 1600 hingga 2280 kilogram. Badak jawa adalah hewan yang penglihatannya tak baik. Bisa dibilang sedikit labur akan tetapi penciuman dan pendengarannya sangatlah tajam.

Kini menyongsong hari badak sedunia yang jatuh pada hari Jumat 22 September 2017. Tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit banyak tentang hewan penyendiri yang jumlah spesiesnya mengkhawatirkan ini. Sebagai seorang manusia, kita dituntut untuk dapat bersinergi dengan alam dan seisinya. Juga dengan mahluk-mahluk lain semisal hewan dan tumbuhan. Hiduplah bersama mereka, jangan usik dan ganggu. Sebab pada hakikatnya manusia adalah penanggung jawab akan kenyamanan bumi dan seisi mahluknya pada hari ini dan masa-masa mendatang. Selamat hari badak !. Mari selamatkan Badak Jawa dari kepunahan.

(Gambar Utama: rhinos.org)

Editor: Ridho Nur Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here