Ublik. Bagai usia keramat, angka 25 alias seperempat abad menjadi momen penting bagi sebagian orang. Usia tersebut adalah momen di mana seseorang mulai membuka mata pada realita hidup yang sebenarnya. Menghadapi begitu banyak perubahan pada pekerjaan, lingkungan, teman, juga pandangan-pandangan hidup, 25 tahun dirasa sebagai waktu yang tepat untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Memang untuk masing-masing orang tidak dapat disamakan kesannya pada bilangan usia ini. Tapi setidaknya hal-unik inilah yang mungkin baru kita sadari ketika memasuki usia 25 tahun.

Berhenti Menunggu-nunggu Hari Ulang Tahun

Hal-hal Unik yang Kita Sadari saat Memasuki Usia 25
(Sumber: stocksnap.io)

Menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun mungkin sangat menyenangkan saat kita masih kecil. Menyanyi, bertepuk tangan, potong kue, dan berkumpul dengan teman-teman yang membei kado adalah hal menggembirakan. Tapi bagaimana ketika ulang tahun kita adalah ulang tahun ke 25? Tentunya kita wajib bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup. Lalu soal perayaan dengan teman-teman, tentu tidak sama lagi. Ada saatnya berharap agar hari ulang tahun ke 25 jangan cepat datang. Bahkan ada orang tertentu di umur 25 tahun yang merasa tidak aman, kesepian, dan masih belum mau dianggap sebagai orang dewasa. Tapi ada pula yang cuek, berapapun angka usia itu, yang terpenting semakin bertambah usia, maka bertambah pula rasa syukurnya pada kehidupan yang dijalani.

Pilihan Editor :

 

Apa Kabar Teman-teman Sekolah atau Kuliah?

Hal-hal Unik yang Kita Sadari saat Memasuki Usia 25
(Sumber: stocksnap.io)

Ketika sekolah atau kuliah, kamu dan teman-teman seperjuangan begitu mudah untuk bertemu atau jalan-jalan bareng. Tapi apa kabar mereka di usia 25? Kita dan teman-teman sudah mulai menjalani hidup masing-masing. Karena kesibukan dan tanggung jawab pekerjaan, kita dan mereka jadi tidak lagi bisa berkumpul sesering dulu. Kalaupun bisa bertemu dengan bantuan teknologi, seperti video call atau ngobrol rame di grup media sosial, itu tidak bisa mewakili kehadiran mereka secara langsung.

Semakin Melek Finansial

Hal-hal Unik yang Kita Sadari saat Memasuki Usia 25 melek finansial
(Sumber: stocksnap.io)

Memiliki pemahaman yang mendalam soal finansial akan membantumu untuk bisa menjalani hidup dengan teratur, apalagi kalau sudah berumah tangga. Baik laki-laki maupun perempuan, melek finansial itu termasuk keterampilan inti di dalam kehidupan. Itulah kenapa setiap orang sebenarnya perlu pendidikan keuangan sejak dini. Bagaimana cara untuk bisa melek finansial agar bisa mulai hidup mapan di usia 25? Paling tidak, kita harus bisa membuat anggaran dan mencatat pengeluaran yang dihitung secara teratur, misal setiap bulan. Satu hal yang penting soal finansial, meskipun ini terlihat sepele. Khususnya buat kamu ladies, jangan gampang tergoda oleh diskon barang-barang yang sebetulnya tidak terlalu kamu butuhkan.

Skill terkait finansial lainnya adalah kesadaran untuk investasi demi masa depan. Investasi tidak sama dengan tabungan yang bisa kamu ambil kapan saja. Investasi bersifat janka panjang (long-term) dan bisa dalam beberapa bentuk, misalnya tanah, saham, atau emas. Jika memungkinkan, cobalah berdiskusi dengan orang yang lebih berpengalaman dan sukses dengan keuangannya. Janganlah ragu untuk meminta saran dan kritik dari mereka.

Tingkat Kedewasaan yang Meningkat

Tingkat Kedewasaan Seseorang
(Sumber: rosediana.net)

Setiap rentang usia seseorang, pasti ada satu momen di mana ia akan mengalami titik balik menjadi pribadi yang lebih matang. Saat kamu membaca ini, anggap saja usiamu 25. Beberapa tahun sebelum datang usia seperempat abad, mungkin kamu menganggap kalau 25 adalah gerbang kedewasaan. Itu artinya kamu mulai menjalani kehidupan yang ideal: karier mapan, finansial terjamin, dan sudah menempuh hidup bahagia bersama teman hidup yang tercinta. Di saat bersamaan, usia ini sepertinya segala sesuatu bisa lebih keras dari sebelumnya. Untuk itu, jalani hidup dengan lebih serius.

Tapi begitu dijalani, ternyata tidak sepenuhnya begitu. Sambil mengamati dinding kamar kos sepulang kerja sore tadi, kamu merasa harus semakin cerdik mengatur pendapatanmu agar bisa hidup mandiri dan mapan. Apalagi kalau tinggal di kota besar yang penuh tantangan. Kemudian kamu menyadari bahwa 25 tahun tidak berarti ada larangan untuk menonton film kartun atau mencari kesenangan ala anak-anak. Bukan soal film kartunnya, tapi kamu menyadari bahwa tenyata kebahagiaan bisa datang dari hal-hal sederhana. Dan satu lagi, soal calon teman hidup yang mungkin masih jauh di sana, doakan saja semoga segera disatukan. Masih banyak perjuangan yang harus diselesaikan.

Menyadari bahwa Kesehatan adalah Investasi

Hal-hal Unik yang Kita Sadari saat Memasuki Usia 25
(Sumber: stocksnap.io)

Sebesar apapun pencapaian hidup kita, tentu tak akan ada artinya kalau badan tidak sehat. Kesehatan adalah investasi berharga bagi hidup kita. Kenyataannya, tidak banyak laki-laki atapu perempuan di usia 20an ke atas yang rutin memeriksakan kesehatan (check up), kecuali kalau sedang ada keluhan.

Kesehatan yang perlu diperhatikan bukan hanya fisik, tapi juga dari segi psikologis. Hal yang perlu disadari adalah orang-orang yang berada di awal-awal usia matang itu cukup rentan terkena stress karena berbagai hal yang dialaminya. Sebisa mungkin lakukan pola hidup sehat, kurangi makanan atau minuman yang meningkatkan risiko diabetes di usia muda, penuhi jam tidur, hindari stress meskipun sibuk dengan pekerjaan, dan sempatkan olahraga.

Satu lagi, khususnya buat perempuan, yang tak kalah penting untuk diketahui adalah bahwa kondisi fisik dan hormon perempuan usia 25 tahun berada di fase terbaik. Itulah mengapa usia ini sangat wajar untuk membuat keputusan-keputusan penting yang menentukan hidup, misal menikah kemudian punya keturunan.

Saat Menghadiri Acara Pernikahan Teman

Hal-hal Unik yang Kita Sadari saat Memasuki Usia 25
(Sumber: stocksnap.io)

Sekali lagi, usia 25 umumnya dianggap sebagai usia ideal untuk menikah bagi kebanyakan orang Indonesia. Alasannya mengapa? Kedua calon mempelai sudah siap dan matang secara spiritual, psikologis, maupun finansial sehingga risiko terjadi perceraian pun lebih bisa dihindari. Terlepas dari kamu sudah menikah atau belum, acara pernikahan teman-teman sepertinya akan jadi agenda rutinmu setiap akhir pekan, khususnya di ‘musim nikah’ seperti setelah lebaran.

Nah, buat yang masih sendiri karena berbagai alasan, pastikan kalau kamu tetap baik-baik saja dengan atau tanpa pasangan. Di usia 25 ini kamu akan menyadari kalau kualitas hidupmu itu tidak selalu harus tergantung pada siapa yang berdampingan denganmu. Tetap berikan hal positif dari dirimu kepada orang-orang sekitar dan lingkungan yang lebih luas. Tetap tunjukkan sikap terbaik, khususnya di saat menghadiri resepsi pernikahan teman-temanmu yang bisa jadi berarti memasuki Waktu Indonesia Bagian: ‘Kapan Nyusul?’ Nah lo. Udah, senyumin aja…

(Gambar Utama: Stocksnap.io)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here