Film Indonesia kini tengah menggeliat. Penonton Indonesia sudah selayaknya gembira menyambut kebangkitan film-film karya anak negeri. Tahun ini saja, beberapa film sudah menembus angka jutaan penonton, seperti ‘Warkop DKI Reborn (Part 2)‘ dan ‘Pengabdi Setan‘. Kedua film itu bahkan tembus di atas 3 juta penonton.

Kini ada sebuah film baru yang dapat menarik masyarakat untuk pergi ke bioskop. Sebuah film besutan anak negeri yang sukses di beberapa festival film dunia dan membawa nama Indonesia lebih dikenal sebagai negara penghasil film berkualitas. Film tersebut adalah ‘Marlina, Si Pembunuh dalam 4 Babak’, sebuah film apik yang patut ditonton.

Pilihan Editor:

Mengapa film ini disebut ‘si pembunuh dalam empat babak’? Jawabannya adalah karena film ini memiliki empat babak dengan alur masing-masing yang saling melengapi jalan cerita. Film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ dibintangi oleh Marsha Timothy, Egy Fedly, dan masih banyak lagi. Film ini tayang di bioskop Indonesia terhitung dari tanggal 16 November lalu.

Marlina yang diperankan Marsha Timothy (Sumber: Instagram/marshatimothy)

‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’, sebuah film besutan Mouly Surya adalah film yang bakal menghadirkan segala macam ketegangan, kelucuan, kesedihan dan rasa miris di hati para penonton. Mouly bahkan juga menyebut  jika filmnya tersebut bergenre satay western. Tapi, tahukah kamu apa arti dari satay western?

Film ini pernah masuk meja kerja seorang kritikus film bernama Maggie Lee. Ia melihat jika film ‘Marlina Si Pembunuh dalam 4 Babak’ ini punya kesamaan dengan film-film cowboy yang bergenre western. Nah, dulu ada seorang Italia yang membuat film bergenre western cowboy. Banyak orang menyebutnya dengan ‘Spaghetti Western’. Spageti (spaghetti) disebutkan sebagai perwakilan dari ciri khas Italia. Serupa dengan film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ ini, Maggie pun mencari sesuatu yang khas dari Indonesia. Maka disebutkanlah satay yang dalam bahasa Indonesia berarti sate. Tentu genre tersebut terbilang baru di Indonesia.

Siapakah Marlina Itu?

Film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ bercerita tentang Marlina, seorang perempuan yang baru ditinggal mati suaminya dan disatroni oleh sekawanan penagih hutang yang ingin merampok hartanya. Bukan cuma ingin membungkus semua harta Marlina, para perampok itu juga secara terang-terangan hendak memerkosanya. Terjebak dalam situasi sulit, Marlina memutar otak hingga akhirnya sanggup untuk membunuh para perampok lewat siasatnya. Marlina juga memenggal kepala Markus, ketua kawanan perampok itu dengan bengis!

Salah satu adegan Marlina (Sumber: BBC)

Cerita selanjutnya adalah tentang Marlina yang hendak mengakui kesalahannya pada polisi. Masalahnya Marlina tinggal di pedalaman Sumba yang sangat jauh untuk dapat menuju kantor polisi. Dalam trailernya, terlihat jika Marlina menaiki bus, motor, hingga kuda untuk dapat sampai ke kantor polisi. Yang menarik dalam film ini adalah kisah soal Marlina pergi ke kantor polisi yang jauh itu sembari menenteng kepala Markus, ketua perampok yang ia penggal tadi sebagai barang bukti.

Film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ ini sarat akan pesan moral yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang mengerti soal pesan tersembunyi: bagaimana susahnya hidup dipedalaman, bagaimana sulitnya akses menuju kota, bagaimana hidup tak adil bagi mereka yang miskin, dan bagaimana seorang perempuan selalu ditindas oleh lelaki dengan alasan-alasan yang kadang tidak masuk akal. Film ini juga menghadirkan lanskap Sumba yang indah bukan main. Keindahan itu terlihat di beberapa adegan yang membuat penonton pasti berdecak kagum.

Diputar di Festival Film Internasional

Film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ juga sudah diputar di beberapa festival film internasional. Film ini diputar di New Zealand International Film Festival, Melbourne Film Festival yang digelar Agustus lalu, serta Toronto International Film Festival pada September lalu. Bukan cuma itu, film ini juga masuk di beberapa festival lain seperti Vancouver International Film Festival yang digelar September dan Oktober, Sitges International Fantastic Film Festival, serta Busan International Film Festival. Istimewanya, Festival Film Cannes juga memasukan film ini untuk masuk dalam seleksi.

Lebih istimewa lagi karena Masha Timothy yang berperan sebagai Marlina sukses memenangi aktris terbaik di Sitges International Fantastic Film Festival 2017 Catalonia, Spanyol. Istri Vino G Bastian itu bahkan menyingkirkan aktris beken lain semisal Nicole Kidman dan Masami Nagasawa.

Itulah ulasan tentang film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’. Sudahkah kamu menontonnya? Semoga film ini menjadi inspirasi tersendiri bagi insan perfilman tanah air, demi menghasilkan karya-karya berupa film Indonesia yang berkualitas.

 

(Sumber Gambar Utama: bbc.com/Indonesia)

(Editor: Restia Ningrum)