Ublik.idKebiasaan Buka Bersama. Sudah memasuki pertengahan ramadhan. Salah satu kebiasaan orang islam di Indonesia adalah melakukan buka bersama (bukber). Entah siapa yang mulai kebiasaan ini, yang jelas kebiasaan ini sudah begitu mendarah daging. Seperti ritual khusus yang kurang afdol jika tak dilangsungkan saat ramadhan tiba.

Tak hanya sekedar makan bersama saat berbuka, bukber selalu menjadi ajang reuni. Siapapun dari kita pasti sering mendapat undangan bukber dari kawan Kuliah, kawan SMA, kawan SMP atau bahkan kawan SD. Kadang yang bikin bingung, undangannya kerap bentrok. Sehingga, membuat kita harus merelakan pertemuan dengan kawan lama yang satu demi bergabung dan bernostalgia dengan kawan lama yang lain. Apapun itu, harus kita akui bahwa bukber adalah ajang silaturahmi yang paling efektif. Bagaimana tidak, dalam satu kesempatan yang singkat kita bisa berjumpa dengan beberapa orang sekaligus yang biasanya dilakukan pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Hal itulah yang menyebabkan kemungkinan bukber berbaur dengan aroma reuni terwujud.

Selain itu, sebetulnya maksud dari bukber adalah menjaga silaturami antar satu dengan yang lainnya. Sebagaimana kita tahu bahwa menjaga silaturahmi dapat berpotensi menambah rezeki dan memangjangkan umur. Dahsyat bukan? Bukber yang kadang kita anggap sepele, sekedar membatalkan puasa bersama-sama dan bertemu kawan dan kerabat itu ternyata punya makna yang cukup dalam. Jadi, akan menjadi sebuah keharusan kita untuk menerima ajakan bukber selagi kita bisa datang.

Akan tetapi, kamu harus tahu bahwa dalam melaksanakan bukber biasanya ada beberapa hal yang menjadi kebiasaan. Barangkali kebiasaan-kebiasan itu hanya terjadi untuk orang-orang Indonesia saja. Sebuah kebiasaan yang kadang seakan menjadi bumbu pelengkap pertemuan dalam tajuk bukber. Apa saja? Simak rangkumannya berikut ini.

1Wajib Hukumnya Selfie

Sumber: Ridho Nur Wahyu

Dalam Bulan Ramadhan, umat Islam yang beriman wajib berpuasa dengan menahan lapar, haus dan nafsu selama lebih dari dua belas jam. Dianjurkan pula untuk bangun sahur, selain itu menyegerakan berbuka juga sesuatu yang disunahkan oleh Nabi. Tetapi, dalam acara bukber, ketentuan-ketentuan itu barangkali ditambah sedikit. Ya, kita tentu tahu ketika bukber satu hal yang pasti dilakukan adalah berfoto bersama. “Ya iyalah inikan momen langka, ramadhannya-kan setahun sekali, jadi wajar dong kalo diabadikan dengan berfoto bersama”. Barangkali itu alasan dari pejuang selfie ketika kita tanya “Emang harus ya foto-toto?”. Tidak ada yang salah memang, jangankan momen berbuka bersama, momen apapun yang memungkinkan untuk berselfie pasti akan dilakukan. Apa lagi jika bertemu kawan lama, maka selfie dikala bukber adalah hal yang wajib dan sayang jika ditinggalkan.

2Upload Foto Ke Penjuru Medsos

Sumber: Ridho Nur Wahyu

Sekarang kita sudah berada di zaman digital, zaman dengan era keterbukaan. Saat ini yang namanya media sosial sudah seperti kebutuhan umum. Hampir semua orang yang menggunakan ponsel pintar pasti memiliki medsos. Dari mulai yang klasik seperti Facebook ataupun Twitter sampai yang kekinian seperti Path, Instagram sampai Snapchat. Tak kalah pentingnya juga aplikasi chatting seperti WA dan BBM sebagai media pengiriman hasil foto. Nah, medsos-medsos itulah yang banyak menjadi lokasi upload hasil jepretan foto-foto saat berbuka bersama. Biasanya, foto-foto tersebut akan disertakan dengan caption yang beragam sesuai visualisasi dari potret.

3Susahnya Kumpulkan Orang

Sumber: Brillio

Tidak mudah memang mengumpulkan banyak kepala dalam satu waktu. Apalagi jika sudah tidak satu lingkungan, maka pengaturan waktunya akan semakin susah. Karena itulah biasanya ada satu orang yang merelakan dirinya untuk menjadi koordinator. Mencari tempat yang cocok sampai menentukan waktu. Banyak permasalahan yang dihadapi ketika melakukan koordinasi, misalnya ketika tanggapan dari masing-masing orang sudah positif, waktu yang ditetapkan tak memungkinkan. Bongkar pasang waktupun terjadi, hingga kemungkinan terburuknya adalah bukber tak kunjung terwujud sampai akhirnya dinyatakan gagal sebab lebaran sudah keburu datang duluan.

4Ada Saja Yang Berhalangan Hadir

Sumber: Ridho Nur Wahyu

Dalam sebuah perkumpulan apalagi sebuah perkumpulan yang melibatkan banyak orang, pasti akan ada saja orang yang absen alias tidak hadir. Ada saja alasanya, mulai dari sakit, sedang diluar kota sampai bentrok dengan acara bukber ditempat lain. Akan tetapi, yang jelas hampir di semua perkumpulan bukber, akan ada saja orang yang berhalangan. Bahkan, kadang kita punya teman yang tiap tahun ketika diajak bukber selalu berhalangan. Entah mengapa bisa begitu. Tapi yang jelas suka tidak suka alasan dari si dia yang berhalangan hadir harus kita terima.

Itu tadi pernak pernik yang terjadi saat bukber. Walaupun tak mudah mengumpulkan orang dan terkadang ketika sudah berkumpul asik dengan dirinya sendiri, bukber tetap harus dimaknai sebagai suatu hal positif. Sebuah kebiasaan yang akan terus berlangsung entah sampai kapan.

 

(Gambar Utama : “1001fonts.com”)

(Editor : Aprianing Dwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here