Ublik. Indonesia kaya akan keaneka ragam hayatinya. Bumi khatulistiwa ini tumbuh subur akan segala macam flora yang membuat rimbun sekaligus menjadi habitat nyaman bagi beraneka ragam fauna di Indonesia. Karena itulah, sudah bukan rahasia umum lagi jika Indonesia dikarunai oleh hewan-hewan khas. Hewan-hewan yang hanya bisa ditemui di Indonesia saja. Komodo, orang utan hingga burung cendrawasih. Tiga macam hewan yang keberadaanya hanya bisa kita tatap dibumi ibu pertiwi. Tapi, kita punya kabar buruk. Hewan-hewan khas nusantara ini ternyata tak nyaman-nyaman amat hidup di Indonesia.  Buktinya justru banyak sekali hewan khas Indonesia yang terancam punah. Bahkan diantaranya sudah secara resmi dinyatakan punah alias tak lagi bisa ditemukan selamanya.

(Baca Juga: Hewan-Hewan ini Jangan Dibunuh, Sangat Berbahaya)

 

Salah satu yang mengharukan adalah Harimau Jawa. Binatang gagah yang satu ini dinyatakan sudah tak lagi bisa ditemui.  LIPI ketika tahun 1980-an sudah mengabarkan jika Harimau Jawa telah punah. Ada banyak hal dan penyebab mengapa si puncak rantai makanan ini bisa hilang tak tersisa di alam bebas. Tentu, sesuai dari banyak dugaan orang. Harimau jawa ini punah karena diburu oleh manusia. Sebuah foto dengan warna masih hitam putih dan berlatar belakang tahun 1941 menunjukan bagaimana Harimau Jawa ini mati diburu. Dalam foto jepretan H.Bartles tersebut memperlihatkan seekor Harimau Jawa tewas dan digantung disebilah bambu. Bersama harimau itu terdapat banyak orang yang sengaja ikut pose dalam bingkai foto tersebut.

Harimau Jawa
(Sumber: H. Bartels/Tropenmuseum/Wikimedia Commons)

Namun, kini kita boleh sedikit tersenyum sumringah. Baru-baru ini tanda-tanda hewan dengan nama latin Panthera Tigris Sondaica itu belum punah mencuat. Sebuah foto yang menampilakan seekor harimau kekar yang tengah melenggang di padang rumput Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Harimau tersebut disinyalir baru saja menelan bankai banteng yang sudah tergolek lemah. Ya, harimau itu disinyalir adalah Harimau Jawa, harimau yang sudah dinyatakan punah lebih dari tiga puluh tahun lalu. Beruntung salah satu petugas TNUK sempat menjepret momen tersebut. Hingga kini foto soal harimau jawa tersebut menjadi viral dikalangan warga net Indonesia

Akan tetapi kita jangan terburu-buru bergembira melihat fakta yang terjadi dilapangan tersebut. Sebuah observasi lebih lanjut mesti harus dilakukan untuk memastikan apakah Harimau tersebut adalah memang Harimau Jawa sungguhan atau mungkin macan tutul yang mengalami kelainan genetik atau mungkin juga kucing besar lain. Tapi yang jelas, patut kita ketahui jika memang karnivora berbulu loreng ini memiliki habitat di TNUK. Selain di TNUK habitat dari Karnivora terbesar sepulau Jawa itu adalah dataran rendah dan juga hutan belukar. Harimau Jawa juga biasanya memangsa rusa, babi hutan sampai banteng. Karena itulah tidak ada salahnya jika masyarakat menyambut baik serta optimis jika yang terfoto adalah benar Harimau Jawa

Tandanya Sudah Terlihat Beberapa Tahun Lalu

Sebetulnya, tanda jika karnivora khas Jawa ini benar-benar belum punah sudah dapat terlihat sejak beberapa tahun lalu. Mengutip laporan Didik Raharyono di laman pedulikarnivorajawa.org yang menyebutkan jika sebetulnya harimau jawa ini memang belum punah. Dalam tulisannya Didik menyebut jika ada laporan harimau loreng terlihat melintas oleh peneliti feses badak pada tahun 1999. Kemudian ditahun 2000 juga ada laporan jika sesosok harimau terlihat diujung kulon. Bahkan, jauh sebelum itu tahun 1993 di Sukamande Pantai seorang Jagawana Taman Nasional Meru Betiri mengungkapkan melihat Harimau loreng melintas. Lalu tahun 1997 FK3I Korda Jatim juga menemukan jejak berukuran 26×28 lagi lagi di Sukamande. Kemudian tahun 1998 sebuah fases berdiameter 6cm yang disinyalir milik harimau jawa juga ditemukan hinga pada tahun 2004. Sebuah jejak berukuran 14×16 ikut pula ditemukan. Melihat dari banyaknya kemungkinan masih hidupnya Harimau jawa membuat kita mesti menyambutnya dengan baik. Itu artinya hewan khas Indonesia kembali bertambah.

Panthera Tigris Sondaica sendiri memiliki tubuh yang tak jauh berbeda dengan Harimau Sumatera. Kira-kira berat dari Harimau Jawa ini sekitar 100 hingga 140 Kilogram untuk pejantan. Dan  75 sampai115 untuk betina. Kabar baik ini harus kita syukuri. Kesyukuran tersebut tak boleh hanya diukur sebatas kesenangan karena Harimau Jawa telah kembali, tapi sebuah kesyukuran yang kemudian melahirkan kepedulian jika hewan juga memiliki hak untuk hidup. Jangan dibunuh, jangan dibantai. Karena mereka juga tinggal dan berkembang biak di ranah yang sama dengan kita. Mereka juga Indonesia.

(Gambar Utama: detik.com)

Editor: Ridho Nur Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here