Ublik – Dunia perilman Indomesia kini tengah naik daun. Beberapa waktu terakhir, Publik Indonesia selalu disuguhkan dengan film film dengan kualitas yang sudah cukup baik. Tak heran jika makin tahun, antusiasme penonton yang hadir ke Bioskop pun makin meningkat. Mereka penasaran dengan film-film karya sineas anak negeri yang seakan berlomba-lomba menjadi yang terbaik dan merajai film di tanah sendiri. Hal ini seakan ingin memberi tahu pada publik Indonesia jika sebetulnya film-film kita juga pantas untuk di tonton. Bahkan, saat ini sudah banyak film dari Indonesia yang mulai diputar diluar negeri. Bukan Cuma diputar, beberapa bahkan telah mendapatkan penghargaan bergengsi didunia perfilman internasional.

Salah satunya adalah film Ziarah. Mungkin nama film ini belum begitu tenar di telinga masyarakat kita. Tidak seperti film Ada Apa Dengan Cinta, Laskar Pelangi sampai Warkop DKI Reborn yang berhasil meraik jutaan orang untuk hadir ke bioskop dan menikmati filmnya. Film ziarah ini film baru. Belum lama di rilis. Bahkan, di Indonesia sendiri film ini baru tayang dibioskop pada 18 Mei kemarin.

film ziarah dan nenek ponco
Sumber: bioskoptoday.com

Film ini bercerita tentang seorang nenek bernama Sri yang ingin sekali bertemu dengan makam sang suami. Menurut cerita, sang suami dari nenek Sri ini telah wafat pada saat agresi militer Belanda ke dua. Nah, nenek Sri ini ingin sekali bertemu dengan makam sang suami agar kelak, jika dirinya wafat, dia ingin dimakamkan disamping pusaran sang suami. Perjalanan nenek Sri mencari makam suaminya tak berjalan mudah. Ia mesti bertemu banyak orang, saksi-saksi sejarah untuk benar-benar dapat menemukan makam suaminya.

Film ini memiliki kisah yang benar-benar tak biasa. Jalan cerita yang sulit di tebak hingga kecerdasan sang  penulis skenario juga sutradara yang benar-benar berhasil membuat film ini hidup. Membuat pesan moral dari film ini benar-benar sampai pada hati siapapun yang menonton. Bahkan, saking kerennya, film ini masuk nominasi banyak sekali penghargaan diajang film nasional dan internasional.

Dari penghargaan di dalam negeri, Film Ziarah mendapatkan penghargaan film terbaik di Salamindanaw Film Festival tahun 2016. Selain itu film Ziarah ini juga memenangkan sebagai skenario terbaik versi majalah tempo tahun 2016. Penulis skenario film ini juga masuk nominasi penulis skenario terbaik di festifal film Indonesia (FFI) tahun 2016. Kemudian mendapat nominasi film terbaik di apresasi film indonesia 2016 juga kompetisi film Jogja Netpac Asian Film Festival tahun 2016.

Mendapat Penghargaan Luar Negeri

Itu baru didalam negeri. Diluar negeri Film karya BW Purwa Negara ini juga cukup menarik perhatian. Salah satunya ketika film Ziarah ini mendapat penghargaan best screenplay di ajang ASEAN International Film Festival and Awards yang diselenggarakan di Serawak Malaysia pada 6 Mei lalu. Hebatnya, kesemua penghargaan itu didapat ketika film ini justru belum tayang dibioskop Indonesia.

Sosok Mbah Ponco, Nenek Usia 95 Tahun Pemeran Nenek Sri

Film Ziarah dan nenek ponco
Sumber: Filmbor.com

Keunikan film ini tak terlepas dari sosok Mbah Ponco Sutiyem. Dialah yang memerankan sebagai Sri, seorang nenek yang mencari makam suaminya. Ponco Sutiyem adalah seorang nenek berusia 95 tahun. Ya! dia benar-benar berusia 95 tahun ketika memulai debutnya sebagai seorang aktris. Akan tetapi meskipun baru pertamakali memainkan peran dalam sebuah film. Akting dari Mbah Ponco benar-benar patut di acungi jempol. Bagaimana aktingnya yang natural, pembawaanya yang begitu keren juga pendalaman peran yang dapat memukau siapapun yang menonton. Saking kerennya pula akting mbah Ponco, ia dianugerahi penghargaan Special Jury Award dari ajang ASEAN International Film Festival and Awards. Mbah Ponco dinilai luar biasa dalam meminkan peran sebagai Mbah Sri di Film Ziarah. Sebuah penghargaan yang barangkali belum pernah didapat oleh aktris-aktris dengan nama terkenal yang sudah malang melintang di Indonesia.

Mbah Ponco sendiri adalah seorang petani dari daerah Gunung Kidul Yogyakarta. Dirinya tak menyangka bahwa film yang baru pertamakali ia bintangi itu justru dapat membuat namanya begitu melambung bahkan mendapat penghargaan bergengsi. Mbah Ponco, bahkan baru pertamakali menonton film dibioskop ketika filmnya diputar di Jogja Netpac Asian Film Festival tahun lalu. Ya, film pertama yang ia tonton dibioskop adalah film yang ia bintangi sendiri. Luar biasa bukan?

Film ini kini sudah tayang dan dapat ditonton di bioskop-bioskop kesayangan kamu. Meski tayang dibioskop gala premier film ini justru dilakukan pada acara layar tancap yang diselenggarakan di Gunung Kidup dan disaksikan oleh warga setempat pada 13 Mei 2017 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here