Saat masih hidup, konon Albert Einstein pernah berkata, “I fear the day when technology overlaps our humanity. It will be then that the world will have permanent ensuing generations of idiots.” Terlepas dari kapan tepatnya Einstein membuat peryataan itu, teknologi memang seperti pisau bermata dua. Arus informasi yang begitu cepat bisa memberi dampak positif maupun negatif. Ya, mungkin kamu sudah sering mendengar pendapat seperti itu. Tapi bagaimana kalau teknologi bisa membuat masyarakat dan pemerintah bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan kota? Misalnya seperti yang ada di Bandung dengan komunitas Code for Bandung.

Buat kamu yang masih belum familiar dengan apa dan bagaimana Code for Bandung itu, ada baiknya kita kenalan dulu dengan sang founder, Pandu Kartika Putra. Mahasiswa ITB yang angkatan 2011 ini mengaku bahwa dari kecil dirinya sudah tertarik dengan kegiatan pengabdian masyarakat, volunteering, organisasi, dan sebagainya. Itulah yang membuatnya terpanggil untuk membangun komunitas Code for Bandung.

(Baca Juga : Memperkenalkan iGrow, Startup Pertanian Asli Indonesia yang Bermanfaat)

 

Terinspirasi dari Code for America

KOmunitas Code for Bandung
Gambar: Logo Code for Bandung (Sumber: twitter/codeforbandung

Saat ditanya bagaimana awal berdirinya Code for Bandung, Pandu menjelaskan bahwa dia memperoleh inspirasi dari negeri Paman Sam. “Bulan Maret tahun 2014 saya dapat kesempatan ikut workshop Social Entrepreneurship di US. Setelah pulang, saya pengen dong mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat,” kata Pandu.

Saat itulah bersama teman-temannya, yang kemudian menjadi tim pengurus Code for Bandung, mencetuskan ide tentang sesuatu yang bisa dilakukan dengan background ilmunya, yaitu Teknik Informatika. Setelah melakukan riset, maka Pandu menemukan Code for America yang merupakan organisasi non profit di Amerika  untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakatnya. “Terus saya kepikiran, bagaimana kalau bikin Code for Indonesia. Tapi saat itu saya pikir terlalu susah dan kurang jelas (konsepnya) kalau tiba-tiba Code for Indonesia. Ya sudah saya buat Code for Bandung…” kata Pandu seraya memaparkan gagasannya.

Bagaimana Code for Bandung Bekerja?

Code for Bandung adalah sebuah organisasi non profit yang memiliki mission statement mempromosikan kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan kota melalui pemanfaatan teknologi. Sementara tu, tujuan umumnya adalah agar masyarakat dan pemerintah bisa bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan kota dengan menggunakan teknologi.

Aktivitasnya cukup banyak. Para pengurus menyelenggarakan acara pertemua (meet up) untuk diskusi permasalahan kota, mendatangkan pembicara dari pemerintah, mengadakan konferensi yang juga mempertemukan stakeholder pemerintah, developer IT, dan masyarakat untuk kolaborasi membuat inovasi. Selain bekerja dengan masyarakat, Code for Bandung pun bekerjasama dengan komunitas lain, NGO (Non Goverment Organisation) lokal maupun internasional, dan pihak perusahaan untuk menyusun project inovatif. Tujuan dari semua itu adalah untuk menyelesaikan permasalahan kota. Dalam hal ini adalah kota Bandung.

Mendukung Program Open Data

KOmunitas code for Bandung
Gambar: Scrap-A-Thon Bandung 2015, salah satu kegiatan besutan Code for Bandung dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung (Sumber: codepolitan.com)

Tidak setiap organisasi atau perusahaan non-pemerintah menyajikan data yang mereka miliki. Alasannya ada berbagai macam, entah itu tidak diizinkan atau memang tidak perlu. Tapi, tidak demikian dengan organisasi pemerintah yang diwajibkan menyajikan data untuk keperluan masyarakat umum. Data pemerintah yang bisa disajikan secara terbuka biasanya terkait dengan anggaran belanja, transportasi, demografi penduduk, data pemilu, dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan manfaatnya? Manfaat yang mulai terlihat adalah masyarakat sudah mulai terbiasa ikut dan terlibat dalam berbagai diskusi terkait teknologi dan data dengan pemerintah. Pihak Dinas Kominfo sekarang mudah untuk diajak kerjasama asal bermanfaat dan bagus kegiatannya. Anak muda juga lebih mudah mendapat experience terkait kolaborasi dengan pemerintah.

Sebagai informasi, Pemkot Bandung  sekarang sudah membuka banyak datanya melalui portal sendiri di data.bandung.go.id dan sudah ada tim khusus untuk kebijakannya terkait data. Jadi kalau masyarakat Bandung ingin mencari data tidak susah lagi. Code for Bandung ini ikut mendukung transparansi pemerintah dan membantu pemerintah kota Bandung agar masyarakat melihat pencapaian pemerintah. “terutama terkait program kami yang sudah berhasil itu Open Data. Sampai saat ini pemerintah jadi lebih terbuka untuk kolaborasi dengan masyarakat,” begitulah yang dikatakan oleh Pandu.

Struktur Organisasi dan Rencana ke Depannya

Code for Bandung: Ketika Masyarakat pun Bisa Menyelesaikan Permasalahan Kota
Gambar: Tim Code for Bandung (Sumber: Pandu Kartika)

Dilihat dari sisi organisasi, Code for Bandung memiliki struktur seperti ini: Tim pengurusnya ada Direktur, Direktur Eksternal dan Internal, yang masing-masing membawahi divisi-divisi seperti Finance, HR, Design, Konten, dan Project. Sejak didirikan tahun 2014, member komunitas Code for Bandung mencapai sekitar 100 orang. Sejauh ini sudah membuat banyak hasil dan pencapaian, seperti misalnya memenangkan kompetisi internasional di Amerika yang memperebutkan grant dana sebesar US$ 25,000 atau senilai sekitar 300 jutaan rupiah. Dana itulah yang digunakan pengurusnya untuk menjalankan berbagai kegiatan.

“Karena saat ini membernya banyak yang sudah lulus, pindah kerja, dan lain-lain, maka Code for Bandung sementara hiatus dulu, sampai waktu yang belum ditentukan.”  Kata Pandu menjelaskan. Meskipun sedang ‘istirahat’, aktivitas yang masih berjalan sekarang adalah membantu pemerintah untuk konsultasi teknologi, jadi pembicara di event-event terkait teknologi, dan kepemudaan, serta menjadi konsultan di beberapa NGO yang mau membuat gerakan open data di kota-kota lain di Indonesia.

Ke depannya Code for Bandung bersama komunitas teknologi lain akan membuat gerakan bersama yang lebih terstruktur, impactful dan lebih inklusif, artinya membuat lebih banyak anak muda bisa ikut terlibat dan belajar. “Saya sedang mencari bentuk dan framework yang paling pas untuk menggabungkan tech, youth, urban management, dan inovasi dalam sebuah komunitas, dan gimana biar bisa hidup independen dan bisa dimulai siapapun.”

Kepada ublik, Pandu juga mengaku punya niat untuk membangun tech community sejenis di kota lain, seperti misal daerah asalnya, Madiun. “Saya ingin membangun tech-youth community seperti Code for Bandung di hampir semua kota di Indonesia. Ya nanti kalau Madiun siap, tentu bakal saya bikin. 😀 ” katanya dengan nada optimis.

Suka Duka saat Menjalankan Komunitas

komunitas code for bandung
Gambar: Komunitas Code for Bandung dalam suatu event (Sumber: FB.com/CodeforBandung

Dari awal dibangun, Pandu dan kawan-kawan mencoba mengidentifikasi sebenarnya hal apa yang membuat masyarakat dan pemerintah belum bisa kerja bersama-sama, dan apa yang menghambat penggunaan teknologi di masyarakat? Nah, kadang jawaban yang didapatkan itu adalah hal yang kurang menarik, misalnya; keterbukaan informasi, penggunaan data yang kacau di pemerintahan, pelayanan publik yang kurang efisien, serta tidak adanya pendidikan kewarganegaraan yang tepat di lingkungan anak-anak muda.

Bisa dibilang kalau gagasan besar dari Code for Bandung itu adalah perencanaan teknologi kota, jadi cukup kompleks dan menyangkut bidang serius. Jadi tidak semua anak muda bisa ‘nyambung’. Soal tantangan pada manajemen tim, Pandu mengutarakan pendapatnya “Alhamdulillah dengan member yang sedikit asalkan niat kami bisa mencapai hasil. Tapi ‘kan itu ngga seksi untuk ngajak masyarakat. Biasanya kan biar tergerak kalau anak-anak muda itu isunya ya leadership, english, exchange, beasiswa, green, environment, entrepreneurship, dan lain-lain..”

Berangkat dari Cita-cita Mulia

Komunitas COde for Bandung
Gambar: Komunitas Code for Bandung (Sumber: twitter/codeforbandung)

Selain aktif di Code for Bandung, Pandu juga punya sederet prestasi. Beberapa kali ia berkesempatan mengikut workshop atau riset di luar negeri, misalnya Ashoka Youth Social Entrepreneurship Workshop di Virginia (USA, Maret 2014), Research Intern di Gifu National College of Technology (GIfu, Japan, Juli 2014), Research Intern di Japan Advanced Institute of Science and Technology (Nomi, Japan, November 2014), Asia Pacific Urban Forum (Juni 2015), Young Leaders for Indonesia by McKinsey & Co, dan Forum Indonesia Muda (Mei 2016).

“Untuk sekarang, saya bermimpi untuk jadi pemimpin NGO internasional yang melakukan riset, membuat program, dan membangun inovasi-inovasi untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan (di bidang) EkoSosPolBudHuKam dengan bantuan teknologi. Misal dari program pelatihan yang saya bikin, ada anak putus sekolah, keluarganya ngga mampu, jadi bisa jadi web developer, banyak dapet proyek, hidupnya berkecukupan, mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya. Dari program inovasi data dan teknologi yang saya lakukan, pemerintah bisa mengidentifikasi penyebab epidemik kesehatan di suatu daerah, dan bkin program penanganan yang tepat. Saya ingin bisa terlibat dalam penyelesaian permasalahan dunia secara langsung, dan saya rasa teknologi dapat menjadi alat bantu yang tepat untuk hal itu.”

Saat ditanya apa impiannya, Mahasiswa Berprestasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB 2014 ini mengatakan: “Prinsip hidup saya itu ingin bermanfaat bagi orang lain. Intinya itu di manfaatnya. Saya ingin melakukan sesuatu yang mengubah hidup orang menjadi lebih baik. Makin banyak orang yang bisa saya bantu, makin baik…”

“Kalau saya mati, saya tidak merasa harus diingat sebagai orang yang membantu hidup orang banyak, pahlawan, dst. Yang saya ingin adalah bahwa apa yang saya lakukan bener-bener mengubah hidup orang ke arah yang lebih baik.” Kata pemuda kelahiran 20 April 1992 ini.

Nah, mengingat manfaatnya yang besar untuk masa depan, semoga komunitas teknologi seperti Code for Bandung ini bisa semakin berkembang di kalangan masyarakat Indonesia ya.

(Gambar Utama: Pandu Kartika/Code For Bandung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here