Choirul Huda, Putra asli Lamongan kelahiran 2 Juni 1979 menjadi salah satu pemegang peran penting  dalam perkembangan Persela Lamongan di kancah persepakbolaan Nasional. Choirul Huda mengawali karir di Persela sejak usianya menginjak 20 tahun. Choirul Huda membersamai Laskar Joko Tingkir sejak masih berada dalam Divisi II hingga akhirnya promosi ke kasta tertinggi sepakbola Nasional yakni Divisi Utama Liga Indonesia 2004 silam. Perjuangan terus berlanjut hingga akhirnya Persela ikut serta dalam Indonesia Super League (ISL) sejak musim 2008 hingga kini.

Tidak seperti kebanyakan pemain sepakbola Indonesia yang sering gonta-ganti klub Choirul Huda hanya memilih Persela sebagai klub kebanggaannya. Kesetiaannya terhadap Persela patut diacungi jempol. Kiper sekaligus Kapten tim Persela ini tak pernah sekalipun tergiur dengan tawaran pindak ke klub lain, ia pun tak pernah memiliki keinginan untuk pindah ke klub yang lain, hingga ia dijuluki “One Man Team”.

Pilihan Editor :

 

Choirul Huda sampai saat ini tercatat telah 481 kali bertanding membela Persela . Namun pertandingan melawan Semen Padang  pada 15 Oktober 2017 di stadion Surajaya Lamongan menjadi pertandingan terakhirnya sebagai Kiper sekaligus Kapten Laskar Joko Tingkir. Pasalnya ia mengalami benturan yang cukup keras dengan pemain bek Persela Roman Rodrigues, sehingga mengakibatkan Cak Huda (Panggilan Akrab Choirul Huda) harus dilarikan ke Rumah Sakit dr Soegiri Lamongan karena mengalami cedera serius pada bagian dada dan kepala. Sayangnya nyawa pemain bernomor punggung 1 ini tidak tertolong. Menurut keterangan dr Yudistiro Andri Nugroho selaku dokter yang menangani Choirul Huda menjelaskan bahwa terjadi penyumbatan aliran oksigen ke otak atau yang biasa disebut Hypoxia sehingga mengakibatkan fungsi tubuh tidak berjalan dengan.

Duka mendalam dirasakan oleh pecinta sepakbola Indonesia, khususnya LA Mania. Salah satu putra terbaiknya harus menghadap yang Kuasa di usia yang terbilang muda, yakni pada usia 38 tahun. 18 tahun ia mengabdi pada tim kebanggaan warga Lamongan hingga mampu membawa Lamongan dikenal diseluruh pelosok tanah air. Kesetiaannya terhadap klub yang identik dengan warna biru ini menjadikannya sosok legendaris dalam perkembangan Persela Lamongan. Atas kerja keras dan loyalitasnya pun Choirul Huda diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Lamongan.

Banyak pihak yang merasa kehilangan atas peristiwa tragis ini, namun Lamongan sangat bangga memiliki seseorang yang rela berkorban dan memiliki loyalitas tinggi menjaga nama baik Lamongan hingga akhir hayatnya. Pribadi yang begitu disiplin, ramah, humble dan pekerja keras ini memang patut dijadikan contoh dan panutan bagi semua pemain sepakbola Indonesia. Satu hal lagi yang patut dicontoh dari sosok Choirul Huda, yakni setiap kali Persela menang dalam pertandingan, keesokan harinya ia akan menyisihkan penghasilannya untuk di tabung di Bank Swasta di dekat kediamannya.

Terimakasih atas dedikasimu Kapten..

Jasamu akan senantiasa kami kenang..

Semoga surga menjadi balasan atas semua yang telah engkau berikan..

(Sumber Gambar Utama: instagram/persela )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here