Sebelumnya tidak banyak orang luar Kediri yang mengenal Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur. Sampai pada suatu hari ketika ‘Kampung Inggris’ dibangun di sana, baru kemudian banyak orang yang mengenal daerah tersebut. Buat kamu yang mungkin belum familiar, Kampung Inggris merupakan pusat pelatihan dan pembelajaran bahasa Inggris yang terletak di Kecamatan Pare Kediri.

Saat ini banyak siswa, mahasiswa, atau fresh graduate yang datang ke Kampung Inggris Pare untuk belajar bahasa Inggris intensif demi mempersiapkan diri menghadapi ujian, test masuk kerja, atau bahkan persiapan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Tapi, sebelum Kampung Inggris berkembang seperti sekarang, ternyata ada sejarah menarik yang menjadi awal mula berdirinya Kampung Inggris Pare.

Pilihan Editor :

 

Sejarah Berdirinya Kampung Inggris Pare

Awal mula berdirinya Kampung Inggris Pare Kediri tidak lepas dari sosok pria bersahaja bernama Kalend Osen. Beliau yang lahir di Kutai Kartanegara pada tanggal 4 Febuari 1945 ini dulunya adalah seorang santri Pondok Pesantren Gontor Ponorogo. Menurut sejumlah sumber, pada saat beliau menginjak kelas lima Madrasah Ibtida’iyah (MI atau setingkat SD), beliau mengalami kekurangan biaya sekolah. Keadaan itu membuat beliau terpaksa  meninggalkan Gontor karena tidak mampu menanggung biaya pendidikan dan biaya hidup. Padahal Kalend kecil saat itu tentu saja masih ingin belajar banyak.

Pertemuan Kalend Osen dengan Kyai Yazid

Kalend Osen Pendiri Kampung Inggris di Pare Kediri
Kalend Osen, Pendiri Kampung Inggris di Pare (Sumber: de3nhana.blogspot.com)

Selepas keluar dari Gontor, Kalend Osen mendengar kabar dari temannya bahwa di Pare ada seorang kyai yang menguasai beberapa bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Kyai tersebut bernama Kyai Ahmad Yazid yang berasal dari Pesantren Darul Falah Pare. Tanpa berpikir panjang, Kalend kemudian berniat untuk berguru, dengan harapan bahwa selain belajar agama, setidaknya ia dapat menguasai satu atau dua bahasa asing dari kyai tersebut. Kalend Osen kemudian mulai tinggal dan belajar di Pesantren Darul Falah milik Kyai Ahmad Yazid.

Kedatangan Dua Orang Mahasiswa dari Surabaya

Kursus di Kampung Inggris Pare
(Sumber: www.irhamfaridh.com)

Lalu bagaimana mulai terbentuk lembaga kursus di Kampung Inggris? Bisa dibilang bahwa Kampung Inggris terbentu secara tidak sengaja dan melewati proses yang panjang selama bertahun-tahun. Pada suatu hari setelah Kalend Osen lama belajar dari Kyai Yazid, datanglah dua orang tamu yang merupakan mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Dua mahasiswa tersebut ingin belajar bahasa Inggris dengan Kyai Yazid untuk persiapan menghadapi ujian negara dilaksanakan sekitar dua pekan lagi di kampusnya waktu itu. Karena saat itu Kyai Yazid sedang pergi ke luar kota untuk suatu urusan, sehingga kedua mahasiswa itu ditemui oleh ibu Nyai Yazid dan mereka diarahkan untuk belajar kepada Kalend yang saat itu sedang berada di sekitar masjid.

Awal Terbentuknya Kelas Pertama di Kampung Inggris

Tempat Kursus di Kampung Inggris Pare
(Sumber: elfast-pare.com)

Setelah mendapat sambutan di masjid, dua mahasiswa itu kemudian menyodorkan beberapa lembaran kertas yang berisi 350 soal berbahasa Inggris kepada Kalend Osen. Tanpa ragu, Kalend menyanggupi permintaan mereka dan membantu mengerjakan sebagian besar soal berbahasa Inggris itu. Mereka akhirnya terlibat proses belajar intensif yang dilakukan di serambi masjid pesantren Darul Falah.

Kira-kira sebulan kemudian, dua mahasiswa itu datang lagi dan mengabarkan bahwa mereka lulus ujian. Setelah berhasil karena belajar di Pare, mereka kemudian mengabarkan kepada teman-temannya di kampus. Promosi dari mulut ke mulut pun akhirnya menjadi awal mula terbentuknya kelas pertama.  Berawal dari keberhasilan itu, Kalend Osen kemudian membuka kelas pertama di bulan Juni tahun 1977. Lembaga kursus yang didirikan Pak Kalend itu diberi nama Basic English Course (BEC) dengan enam siswa pada kelas perdana. Para siswa tersebut terus dibina dan dididik tidak hanya kemampuan bahasa Inggris, namun juga ilmu agama.

Sebutan Kampung Inggris ini ternyata berawal dari sebuah artikel wartawan Koran Tempo tahun 1990. Berawal satu kelas yang hanya terdiri dari enam orang, kini Kampung Inggris sudah mampu memfasilitasi belajar untuk ribuan orang.

Dukungan untuk Kampung Inggris

Sosok Kalend Osen yang sederhana tapi disiplin dan pantang menyerah itu selalu memberikan motivasi dan metode pengajaran yang terbaik kepada seluruh murid-muridnya. Proses pembelajaran pun menyatu dengan aktivitas warga. Bahkan di Pare, tukang fotokopi, penjual bakso atau soto, sampai tukang parkir pun bisa berbahasa Inggris. Dukungan dari masyarakat setempat yang turut memberikan pelayanan yang baik membuat kampung Inggris Pare semakin dikenal, tidak hanya di Indonesia tapi juga manca negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here