Life isn’t about having, it’s about being. You could surround yourself with all that money can buy, and you’d still be as miserable as a human can be. I know people with perfect bodies who don’t have half the happiness I’ve found.” (Nick Vujicic)

Kalimat tersebut pernah diungkapkan oleh Nick Vujicic, seorang motivator terkenal dari Australia yang menginspirasi banyak orang meskipun hidupnya tanpa tangan dan kaki. Baginya, hidup bukan tentang ‘memiliki’, tapi tentang ‘menjadi’. “Kamu bisa mengelilingi dirimu dengan semua hal yang uang dapat membelinya, dan kamu akan tetap sengsara. Aku mengenal orang-orang dengan tubuh sempurna yang tidak memiliki setengah kebahagiaan yang aku temukan.” Kutipan dari Nick Vujicic di atas tampaknya berlaku juga bagi saudara-saudara kita lainnya yang menyandang difabilitas untuk tetap berprestasi dalam keadaan fisik tidak sempurna.

Pilihan Editor :

 

Menjadi Fotografer Berbakat Tanpa Tangan dan Kaki

Bang Dzoel, Fotografer Difabel Kebanggaan Indonesia yang Karyanya Diakui Dunia
Gambar: Bang Dzoel dalam sebuah acara (Sumber: IAIN-Surakarta.ac.id)

Sama seperti Nick yang menginspirasi walau dalam keterbatasannya, Indonesia pun memiliki anak bangsa yang mampu menunjukkan prestasi meskipun dianugerahi fisik yang ‘spesial’. Dialah fotografer difabel asal Desa Benelanlor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi bernama Achmad Zulkarnain atau akrab disapa Bang Dzoel. Sejak lahir di Banyuwangi pada tanggal 7 Oktober 1992, Bang Dzoel berbeda dengan orang pada umumnya, yaitu tidak memiliki tangan dan kaki yang sempurna. Dengan keadaannya itu, bukan berarti dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. justru itulah yang membuatnya spesial. Bang Dzoel adalah seorang fotografer profesional walau dengan anggota tubuh yang tidak sempurna. Karya-karya fotografinya bisa dilihat di instagram @bangdzoel_ yang pada bulan Oktober 2017 sudah memiliki follower lebih dari 31 ribu.

Menurut pengakuannya ke sejumlah media yang mewawancarainya, untuk menekan tombol on dan off pada kamera DSLR, Dzoel menggunakan bibir, sedangkan bagian bawah tangannya yang kecil untuk menekan shutter. Memang tidak mudah dibayangkan bagaimana ia melakukannya dengan begitu terampil, tapi memang itulah kuasa Tuhan yang memberi kelebihan di balik ketidaksempurnaan hambaNya.

Mulai Disorot oleh Media Nasional dan Internasional

 

My selft, never give up

A post shared by bang_dzoel (@bangdzoel_) on

Awalnya sulit dipercaya kalau Bang Dzoel bisa memasang perangkat kamera layaknya fotografer profesional lainnya yang notabene normal fisiknya. Tapi memang demikian adanya, berkat kerja keras dan doa-doanya, kini karya fotografi Bang Dzoel mulai dilirik oleh berbagai media baik nasional maupun internasional. Beberapa pekan terakhir sebelum Dzoel berulang tahun ke 25 pada tanggal 7 Oktober, sudah ada banyak media yang memberitakan tentang pencapaiannya. Bahkan salah satu media internasional pun ada yang meliput profil Bang Dzoel. Media itu adalah Al Jazeera. Dzoel has no hands or legs but he doesn’t let that get in the way of his photography #AJShorts begitulah yang dipost oleh @AJEnglish. Benar-benar membanggakan.

Mengawali Karir sebagai Tukang Foto KTP

Siapa sangka, berawal dari pekerjaan sebagai tukang foto KTP di desanya selama empat tahun dengan kamera pinjaman dari tetangga dan juga bekerja di warnet, kini Achmad Zulkarnain mendirikan bisnis fotografi yang diberi nama Bang Dzoel. Padahal menurut pengakuannya saat diwawancarai oleh berbagai media, ia harus berjuang keras untuk bisa memiliki kamera DSLR. Untuk kamera DLSR pertamanya, Dzoel membeli secara kredit selama 18 bulan.

Pernah Ingin Bunuh Diri

 

A post shared by bang_dzoel (@bangdzoel_) on


Sejak kemunculannya di berbagai media, Bang Dzoel terlihat sebagai orang yang sangat positif menghadapi kehidupannya, meskipun dahulu sering menerima cibiran dari lingkungannya. Tapi ternyata prosesnya menghadapi kenyataan tidak semulus itu. Bang Dzoel pun sempat mengalami titik terendah dalam hidupnya. Pada kenyataannya memang tidak mudah untuk menerima kekurangan, apalagi jika membandingkan dengan orang lain. Merasa terkucilkan saat masih duduk di bangku sekolah dasar, bahkan Bang Dzoel waktu kecil sampai pernah ingin bunuh diri! Ternyata Tuhan berkehendak lain dengan memberinya kesempatan, khususnya kesempatan untuk mengenali siapa dirinya.

Menaklukkan Tantangan dan Pantang Menyerah

 

A post shared by bang_dzoel (@bangdzoel_) on


Dengan kondisi tubuh seperti itu, memang tidak selalu mudah untuk mengambil angle foto, tapi Bang Dzoel memilih berjuang untuk mewujudkan impiannya. Mungkin pemotretan di tempat-tempat yang aman sudah terlalu biasa, sehingga Bang Dzoel menantang dirinya untuk bisa melakukan pemotretan di kawah Ijen. Pernah terjatuh dari tebing pun tidak membuatnya menyerah. Seperti yang dikatakan Bang Dzoel kepada media-media yang meliput dirinya, “Saya memiliki cara sendiri untuk melakukan sesuatu. Saya tidak ingin orang melihat gambar saya dan memikirkan siapa saya. Saya hanya ingin mereka melihat kreativitas saya.” Bang Dzoel juga sudah berkesempatan untuk sekolah fotografi di Jakarta di sekolah fotografi Darwis Triadi.

Tetap Aktif Melakukan Aktivitas Sehari-hari

 

Sempurna seseorang bukan diliat dr fisik. Melainkan hati.

A post shared by bang_dzoel (@bangdzoel_) on


Seiring dengan makin banyak pihak yang mengagumi karyanya, Bang Dzoel kerap diminta membuktikan kepiawaiannya ketika memotret sebuah objek, mulai dari benda-benda, model, presenter acara TV, sampai artis-artis seperti Dian Sastro dan Marshanda. Dalam sebuah acara di stasiun TV, kita bisa melihat bagaimana ia mengangkat kamera, memposisikan ke wajahnya untuk mengubah ISO, fokus dan zoom. Untuk keperluan profesinya sebagai fotografer, Bang Dzoel dibantu keluarga dan kawan-kawannya mendesain sendiri kendaraaan yang dipakai sehari-hari untuk pergi ke berbagai tempat untuk mengambil foto.

Selain dikenal sebagai fotografer, Achmad Zulkarnain juga merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Banyuwangi dan mengambil jurusan Hukum. Laki-laki 25 tahun ini pernah bekerja sebagai admin di sebuah kantor advokat. Tidak hanya itu, Bang Dzoel juga memiliki talenta lain yaitu bermain piano dan menulis puisi. Itulah mengapa dengan kondisi fisiknya yang terlihat tidak sempurna, tapi itulah yang membuatnya hebat. Menurut pengakuan orang di sekelilingnya, keadaan pada dirinya bukanlah suatu kekurangan. “Kamu bisa melakukan sesuatu yang belum tentu bisa dilakukan orang lain,” demikian kata teman-temannya. Bagi Bang Dzoel, semua orang, apapun keadaannya, sebenarnya bisa melakukan bayak hal untuk mendapatkan kehidupan yang berkualitas.

Dalam banyak kesempatan ketika Bang Dzoel berbagi inspirasi dan motivasi di berbagai komunitas, sekolah, atau kampus, Bang Dzoel selalu berusaha menguatkan mental dan memupuk kepercayaan diri teman-teman difabel. Ia berpesan untuk jangan pernah menghentikan langkah kita ke depan “Jika Anda ingin menjadi yang terbaik, hapus pemikiran bahwa Anda cacat. Anda tidak harus sempurna untuk menjadi yang terbaik dengan apa yang Anda lakukan,” ungkapnya. Yang jelas, dari kisah hidup Bang Dzoel kita bisa mengambil pelajaran bahwa nasib baik selalu berpihak kepada mereka yang tetap melakukan hal positif meskipun berada dalam keterbatasan.

(Gambar Utama: halallifestyle.id )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here