Bahasa menjadi sarana manusia berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa masyarakat di tiap negara pun berbeda, ada yang mudah tapi ada juga yang relatif sukar untuk diucapkan dan dipahami. Di Indonesia sendiri banyak sekali bahasa daerah yang digunakan antara lain bahasa Sunda, bahasa Jawa, Bahasa Banjar, Bahasa Bugis, Bahasa Batak, dan lain sebagainya. Namun apakah kamu pernah mendengar Bahasa ‘Ngalam’?

Bahasa Ngalam memang terdengar asing oleh sebagian orang. Bahasa Ngalam adalah bahasa khas dari daerah Malang, Jawa Timur. Tapi, sebenarnya apa uniknya bahasa Ngalam ini? Nah, kali ini Ublik akan berbagi beberapa fakta tentang bahasa Ngalam.

Pilihan Editor:

 

Ngalam adalah istilah yang berasal dari kata Malang yang dieja secara terbalik dari belakang. M-A-L-A-N-G menjadi N-G-A-L-A-M. Bahasa Malang ini sudah menjamur menjadi bahasa khas yang tidak bisa dipisahkan dari komunikasi sehari-hari warga Malang raya antara lain (Malang, Batu, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo).

1. Sejarah Bahasa Ngalam

Menurut fungsinya, bahasa Ngalam sendiri sebenarnya merupakan bahasa warisan dari para leluhur. Pada era penjajahan Belanda, para pejuang dari Jawa Timur khususnya Malang merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan para pejuang sebaya saat terjun di medan perang karena zaman dahulu bahasa Indonesia masih menggunakan bahasa yang lebur dengan bahasa Belanda. Guna mempermudah komunikasi dan pengaturan strategi, dibuatlah kesepakatan untuk berkomunikasi dengan cara membalik ejaan kata yang ingin diucapkan. Misal MAJU menjadi UJAM, MAKAN menjadi NAKAM, SATU menjadi UTAS, dan lain sebagainya. Dari kebiasaan di zaman penjajahan Belanda itulah akhirnya bahasa Ngalam juga dipakai dan mendarah daging pada diri masyarakat Malang hingga saat ini. Bahkan uniknya masyarakat golongan tua juga masih sering berkomunikasi dengan rekan sebayanya ataupun pada yang lebih muda dengan bahasa Ngalam.

2. Ejaan Khusus Bahasa Ngalam

Ternyata seiring perkembangan jaman, daerah Malang yang notabene merupakan daerah yang erat dengan bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Banyak sekali kata-kata yang lahir dan sudah di-Ngalam-kan oleh masyarakat Malang (Kota maupun Kabupaten sekitarnya). Salah satu yang menarik adalah kata yang menggunakan huruf “NG”, NG dalam bahasa Ngalam merupakan suatu kesatuan yang tidak dibalik. Kata NG pun juga melekat pada kata NGALAM sendiri. Contoh kata-kata yang mengandung NG dalam bahasa Ngalam antara lain PULANG menjadi NGALUP, SERING menjadi NGIRES, SARANG menjadi NGARAS, TULANG menjadi NGALUT, dan lain sebagainya. Ketika kamu berkunjung di Malang, jangan heran banyak anak kecil yang lihai berbahasa dibolak-balik seperti itu, karena bahasa Ngalam sudah menjadi tren bagi anak kecil dalam sarana berkomunikasi dan bercanda.

3. Bahasa Ngalam sudah Menjadi Brand

Bahasa Ngalam jadi brand
Brand Kaos menggunakan Boso Ngalam (Sumber: batikimono.com/ABDI PURMONO)

Banyak sekali bahasa Jawa dan Indonesia yang sudah diserap menjadi bahasa Ngalam, bahkan sudah melekat menjadi bahan promosi dan merk suatu produk barang maupun jasa. Beberapa istilah Ngalam yang digunakan antara lain di sektor industri tekstil, rumah makan, warung, sektor merchandise, dan pariwisata. Beberapa istilah Ngalam yang digunakan dalam brand antara lain MALANG APIK (MALANG Bagus) menjadi NGALAM KIPA, Nasi Goreng menjadi Nasi NGEROG, Warung PECEL ENAK menjadi Warung LECEP KANE, KAOS NGALAM menjadi SOAK NGALAM, Warung Mie ayam LUMAYAN menjadi warung mie ayam NAYAMUL, dan lain sebagainya. Sehingga boso Ngalam sudah menjadi bagian penting sebagai sarana promosi yang menarik di bumi Arema ini.

4. Bahasa Gaul Anak Muda Asli maupun Pendatang

Malang selain dikenal sebagai surganya destinasi wisata alam maupun wahana bermain, Kota Malang dikenal sebagai Kota Pendidikan terbukti dengan banyak sekali berdiri Kampus-kampus ternama dan bergengsi. Dari kondisi tersebut, banyak sekali perantau dan pendatang baik para penggiat bisnis maupun anak-anak muda yang menuntut ilmu. Banyaknya interaksi antara teman dari Malang dengan rekan luar Malang menjadikan pengaruh bahasa ini semakin cepat menyebar dengan pesat. Bahasa gaul yang sering digunakan antara lain KUY (Versi Bahasa Ngalam dari YUK), OYI (Bahasa Ngalam dari IYO yang berarti IYA), LADUB (versi Ngalam dari BUDAL yang berarti BERANGKAT), RUDIT (versi Ngalam dari TIDUR), WOLES (versi Ngalam dari SELOW yang berarti SANTAI), dan lain sebagainya.

5. Bahasa para Tour Guide

Bahasa ngalam jadi daya tarik wisata
Salah satu destinasi wisata di Malang (Sumber: traveloista.com)

Tidak hanya digunakan dalam brand maupun percakapan anak muda, bahasa unik khas Malang ini sudah merambah ke ranah komunikasi Tour Guide (Pemandu Wisata) yang menemani perjalanan para wisatawan yang datang ke Malang, para Tour Guide ini dapat ditemui di berbagai tempat wisata di Malang antara lain Gunung Bromo, Gunung Sumeru, Kampung Warna Jodipan, Pantai Balekambang, Pantai Sendang Biru, Jatim Park 1, 2, dan 3 serta di berbagai wisata alam di Malang. Para Tour Guide ini pertama-tama akan membuat kamu bingung dengan kata-kata yang ia ucapkan, namun pada akhirnya setelah ia menjelaskan maksud dan filosofi bahasa Ngalam kamu akan tertawa sendiri serta menjadikannya pengalaman tak terlupakan.

6. Bahasa Ngalam Sebagai Media Kampanye

Selalu menjadi tradisi bagi para calon legislatif maupun pemimpin daerah baik dari tingkat Desa, Kecamatan, Hingga Kabupaten maupun kota memanfaatkan bahasa Ngalam menjadi sarana kampanye yang jitu. Bahkan jika seorang calon tidak menggunakan bahasa Ngalam dalam kata-kata kampanyenya dianggap bukan Malang asli. Bahasa Ngalam sering ditemui dalam pidato para calon legislatif maupun calon pemimpin daerah, reklame, baliho, selebaran, hingga banner yang terpampang di pinggir jalan. Sehingga bahasa unik ini sudah menjadi senjata ampuh untuk menarik simpatisan. Melalui gaya bahasa yang dibuat menggelitik, orang tersebut dianggap dekat dan akrab dengan semua golongan.

7. Kamus Bahasa Ngalam

Saking kayanya boso Ngalam, beberapa pemuda asli Malang merintis suatu website yang berisi tentang kamus  yang berisi kosakata bahasa Indonesia atau bahasa  Jawa yang ‘diNgalamkan’.  Kamus tersebut diberi nama kamus bahasa Ngalam. Kamus tersebut memuat bahasa yang dipakai pada tempo dulu maupun bahasa gaul anak muda sekarang.

Pada intinya, bahasa unik ini merupakan contoh kekayaan bahasa dan budaya masyarakat Malang yang sudah mendarah daging dan menjadi kearifan lokal. Bukan tidak mungkin kalau bahasa ini bisa menjadi bahasa yang memberi nilai lebih untuk sarana memperkaya potensi pariwisata di Indonesia.

(Sumber Gambar Utama: wikimedia.org)

Editor: Restia Ningrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.