Masjid tanpa kubah, memang menjadi sebuah desain yang anti-mainstream. Mayoritas masjid di dunia saat ini memang menggunakan kubah dan menara sebagai ikonnya.

Seiring perkembangan zaman, perubahan bergulir begitu cepat. Termasuk untuk urusan desain bangunan masjid. Masjid yang dulunya berikon arsitektur kubah dan menara, kini berganti menjadi aksen-aksen arsitektur modern namun tetap islami. Banyak pula dari para arsitek menghilangkan ikon kubah dan menara di dalam masjid.

Pilihan Editor:

 

Pelopor Arsitektur Masjid Tanpa Kubah di Indonesia

Arsitek Achmad Noe'man Pelopor Masjid Tanpa Kubah
Arsitek Achmad Noe’man Pelopor Masjid Tanpa Kubah (Sumber: abouturban.com)

Di Indonesia, pelopor desain arsitektur masjid tanpa menggunakan kubah adalah beliau Alm. Achmad Noe’man (90). Para praktisi arsitektur Indonesia menjuluki “Arsitek 1000 Mesjid”. Berkat rancangan desainnya yang kebanyakan membangun masjid, masyarakat pun kemudian lebih mengenalnya sebagai arsitek bangunan masjid. Memang benar, banyak sekali desain-desain masjid tersohor di Indonesia yang jadi rancangannya.

Sebut saja Masjid At-Tin di Jakarta, Masjid Salman ITB di Bandung, Masjid Raya di beberapa kota seperti Bontang, Makassar, Batam, Kalimantan Timur, dan lainnya. Bukan saja di dalam negeri, masjid rancangan beliau pun membentang gagah di negara-negara timur tengah seperti Bosnia dan Palestina.

Hampir dari semua desain masjid yang beliau rancang tidak menggunakan kubah. Paling dikenang ialah desain Masjid Salman ITB di Bandung. Perjalanan desain tersebut sangatlah panjang. Bermula dari tidak adanya masjid di kampus, mahasiswa harus berjalan 2,5 km untuk menunaikan ibadah di masjid terdekat. Maka beliau yang saat itu sebagai dosen ITB, mengajukan permohonan desain masjid di kampus tersebut.

Namun, permohonan tersebut awalnya ditolak karena dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan pada dosen-dosen agama yang lain. Tetapi tidak berhenti sampai di situ, beliau tetap optimis hingga akhirnya ada salah satu mahasiswanya, Ajat Sudrajat yang memiliki paman seorang tentara berpangkat mayor bernama Sobur, dimana saat itu tengah bertugas menjaga Presiden Soekarno dalam pasukannya yakni Tjakabirawa.

Maka dengan cepat Sobur menyampaikan berita tersebut kepada Bung Karno dan ternyata, beliau menyambut baik berita tersebut. Walhasil, diundanglah Achmad Noe’man bersama kakanya Achmad Sadeli untuk merundingkan ide pembangunan masjid kampus ITB, dimana saat itu pertemuan digelar di Istana Negara. Presiden Soekarno yang didampingi oleh Menteri Agama, akhirnya menyetujui cetusan ide Achmad Noe’man.

Segeralah pada 1964, Masjid Salman ITB dibangun tanpa menggunakan kubah. Hingga saat ini, masjid tersebut telah menjadi ikon istimewa buat kampus ITB. Karena itulah, deretan masjid-masjid lainnya mencoba mengikuti tren tanpa kubah, hingga sekarang banyak masjid dengan desain tanpa kubah telah menjamur di beberapa tempat di Indonesia.

(Sumber Gambar Utama: kabar.salmanitb.com)

Editor: Ridho Nur Wahyu

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.