Ublik. Terkadang kita selaku generasi muda jaman sekarang buta akan pahlawan milik kita sendiri. Tapi sangat fasih dalam menghafal superhero-superhero buatan negri seberang. Dari kemampuan super dan teknologi keren yang mereka pakai untuk menerjang lawan. Wow, kok kelihatan cool banget, ya?

Tapi, selayaknya kamu perlu tahu tentang pedih dan sengsaranya yang dialami para pejuang kemerdekaan kita saat mereka berjuang. Sehingga kita bisa menghormati perjuangannya selama ini dan memetik apa saja yang perlu kita contoh dari pahlawan milik kita sendiri.

Pilihan Editor :

 

Sobat Ublik, inilah deretan pejuang-pejuang kemerdekaan dari etnis Tionghoa yang gigih dalam menperjuangkan hak kebebasan bernegara. So, hargailah perjuangannya!

1. Mengenal Lebih Dekat Sosok Laksamana Muda (Purn) Jhon Lie Tjeng Tjoan

Jhon Lie, Etnis Tionghoa
Jhon Lie (sumber: jakartagreater.com)

Laksamana Muda(Purn) Jhon Lie Tjeng Tjoan atau lebih akrab dikenal dengan sebutan Jhon Lie ini lahir di Manado, Sulawesi Utara pada tanggal 9 Maret 1911 dan meninggal pada 27 Agustus 1988.

Perwira Tinggi Angkatan Laut ini dalam kesehariannya berkepribadian sopan dan religius. Hal tersebut dibuktikan bahwa beliau selalu membawa Kitab Injil ke manapun beliau pergi.

Dalam penugasan sebagai anggota TNI AL, beliau mampu menumpaskan segala bentuk perlawanan dari golongan gerakan separatis seperti Gerakan Maluku Selatan, Pemerintahan Revolusioner Repoeblik Indonesia, dan Perjuangan Rakyat Semesta.

Sebagai penghargaan dan dedikasi yang besar terhadap dunia kemiliteran, beliau dinobatkan sebagai “A Soldier With Holy Bible” dari kawan dan pimpinannya.

2. Banyak Hal yang Mungkin Belum Kamu Ketahui RI-4, Salah Satunya adlah Beliau Keturuan Etnis Tionghoa

Gus Dur, Etnis Tionghoa
Gus Dur (sumber: tribunnews.com)

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah mantan presiden ke-4 Republik Indonesia yang sekaligus juga menjabat sebagai mantan Ketua Umum Pimpinan Nadhatul Ulama (NU). Beliau lahir di Jombang tahun 1940 dan wafat di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2009.

Tak banyak yang tahu kalau Gus Dur ini masih memiliki garis keturunan etnis Tionghoa dari leluhurnya yaitu Raden Patah. Walaupun Raden Patah atau (Tau Eng Hwan) yang notabenenya seorang muslim, tapi wajah dan penampilannya tetap saja masih nampak jelas kalau beliau ini masih terikat darah Tionghoa dari ibunya.

3. Siauw Giok Tjan: Ayah Penggiat Gerakan Pluralisme & Multikulturalisme di Indonesia

Siauw Giok Tjan, Etnis Tionghoa
Siauw Giok Tjan (sumber: biskom.tumblr.com)

Selain menjadi politikus serta motor penggerak ideologi pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia, Siauw Giok Tjan juga mendirikan Partai Tionghoa Indonesia (PTI) pada tahun 1932, menjabat sebagai Ketua Umum Baperki, Anggota BP-KNIP, Anggota MPRS, RIS, dan DPA.

Sobat Ublik.id, perlu kamu tahu bahwa pahlawan etnis tionghoa yang lahir pada tanggal 23 Maret 1914 ini juga ikut andil bagian dalam memperjuangkan kemerdekaan RI yang kala itu masih dicecar terus-menerus oleh serangan tentara militan Belanda.

Beliau wafat pada tanggal 20 November 1981 di Belanda setelah berpidato di salah satu universitas ternama di sana.

4. Seo Hok Gie: “Hiking Masters” dan Aktivis UI Pejuang anti-PKI

Soe Hok Gie, Etnis Tionghoa
Soe Hok Gie (sumber: merdeka.com)

Bagi kamu sobat Ublik.id yang gemar hiking, pahlawan yang berasal dari etnis tionghoa ini wafat saat menjalani aktivitas kegemarannya medaki Gunung Semeru. Lahir pada tanggal 17 Desember 1942 di Jakarta, pejuang ini dikenal keras, supel, dan gigih dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa. Bagi kamu yang ber-Almamater Kuning, wajib tau tentang sosok Seo Hok Gie!

Di Universitas Indonesia itulah awal mulanya beliau mengenal politik demokrasi, hingga akhirnya beliau ikut tenggelam dalam aktivis perjuangan melawan dan menentang kediktatoran termasuk PKI.

Tanggal 16 Desember 1969 beliau wafat mengenaskan dikarenakan menghirup racun berbahaya saat menaiki Gunung Semeru.

5. Mengulik Kisah Tony Wen, Pemuda Gagah nan Rupawan

Tony Wen, Etnis Tionghoa
Tony Wen (sumber: age-of-history.blogspot.com)

Semasa remaja, Tony Wen (Boen Kim To) sudah beraksi dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Dari yang mencari pendanaan untuk kemerdekaan, menjual candu untuk dibarter dengan senapan, hingga suatu saat beliau dipenjara karena tertangkap tangan di perairan Singapura karena membawa 1 kwintal candu.

Semua itu dilakukan tanpa ada sikap keterpaksaan, namun karena kecintaannya beliau terhadap NKRI sangat besar. Beliau wafat di Jakarta tanggal 30 Mei 1962 dan nama beliau diabadikan sebagai suatu nama jalan raya di Bangka Belitung.

6. Djiaw Kie Siong, Petani Sekaligus Pahlawan nan Rendah Hati. Menjadi Pahlawan Nggak Selalu Berjibaku Dengan Senjata, kan?

Djiaw Kie, Etnis Tionghoa
Djiaw Kie (sumber: siong-merdeka.com)

Tak banyak yang diketahui tentang Djiaw Kie Siong, selain petani berjasa yang mempersilahkan rumahnya di Rengasdengklok dijadikan tempat perlindungan sekaligus peryembunyian Ir.Soekarno dan Moch. Hatta dari kejaran tentara Jepang.

Di rumah Djiaw Kie Siong jugalah naskah proklamasi disusun dan ditulis sebelum akhirnya diketik oleh Sayuti Melik. Djiaw Kie Siong wafat pada tahun 1964 dan mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya dari pemerintah atas jasa-jasa yang beliau lakukan.

7. Yap Thiam Hien “Singa Pengadilan” Pejuang Kaum Minoritas

Yap Thiam Lien, Etnis Tionghoa
Yap Thiam Lien (sumber: merdeka.com)

Banyak sekali nama lain yang beliau sandang, dari “Pejuang Lintas Batas”, “Singa Pengadilan”, “Sang Obor Keadilan HAM”, dan masih banyak lagi yang belum diketahui. Hal itu pantas saja beliau sandang, karena dalam mengadili suatu perkara, beliau tak memihak dan tak pandang bulu terhadap siapapun.

Selama menjadi pengacara, beliau mengabdikan seluruh hidupnya untuk berjuang di atas tanah Indonesia. Beliau berjuang untuk menegakkan keadilan dan hak asasi manusia (HAM).

Yap Thiam Lien lahir di kota Serambi Mekkah pada tahun 1913 dan wafat pada tahun 1989. Slogan keadilan beliau yang berbunyi “Fiat Justitia, Ruat Caelum” berartikan “Tegakkanlah Keadilan, Sekalipun Langit Runtuh” masih bergema ditelinga advokat muda hingga kini dan menjadikan beliau sebagai inspirator abadi dikalangan advokat muda.

8. Luka Dalam yang Diterima Liem Koen Hian akan Tanah Airnya Sendiri!

Liem Koen Hian, Etnis Tionghoa
Liem Koen Hian (sumber: merdeka.com)

Hidup dan pahitnya dunia malah dialami Liem Koen Hian sebagai pejuang kemerdekaan dan pendiri Partai Tionghoa Indonesia yang mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Jurnalis sekaligus redaktur surat kabar “Xin Zhi Bao” di Surabaya ini harus bangkrut dikarenakan mengalami krisis moneter.

Tak hanya itu saja, pejuang yang lahir pada tahun 1897 ini harus menjalani hidup mengenaskan di hotel prodeo karena entah apa alasannya. Beliau wafat tahun 1952 pada saat beliau masih menjalani hukuman di penjara.

Deretan pejuang etnis Tionghoa di atas mampu kamu jadikan contoh teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sobat Ublik. Dan yang paling penting, jangan sekali-kali melupakan sejarah! Karena sejarahlah yang membuat kita hidup seperti saat ini. JAS MERAH!

(Gambar Utama: Merdeka.com)

Editor: Ridho Nur Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here