Ublik.id  7 Hal Penting Sebelum Root dan Upgrade Android, Biar Berjalan Lancar dan Aman. Percaya atau Nggaknya kamu, bahwa sejak akhir tahun 2015 lalu pengguna smartphone Android mencapai 1,4 Miliar pengguna di seluruh dunia, coba bagaimana dengan saat ini, sudah mencapai berapa Milyar pengguna? Feeling saya pasti sudah mencapai 2 Milyaran lebih ! Nggak heran, sebab Android memang memiliki banyak fitur, banyak pilihan aplikasi, serta sangat mudah dioperasikan.

Selain itu, Android juga sangat terkenal dengan cepatnya peningkatan dan pengembangan Firmware yang semakin canggih dan versi yang semakin memudahkan semua pengguna nya. Tapi, kenapa masih banyak juga yang menginginkan Android nya di root alias di oprek agar bisa melakukan aktivitas yang serba bebas tanpa terkena lisensi. Nah, Bagi kamu yang suka root pasti sudah tau apa yang harus dilakukan sebelum rooting dan upgrade firmware nya, namun untuk pemula apakah sudah mengetahuinya? Untuk itu berikut saya bagikan 7 hal ini agar para oprekers pemula yang ingin melakukan rooting Android nya bisa berjalan dengan lancar dan aman. Yuk simak selengkapnya dibawah ini!

7 Hal Penting Sebelum Root dan Upgrade Android

Root dan Upgrade AndroidPhoto: Phonandroid.com

1Backup Data, Memang Mau Selesai Root eh Data Penting Malah Ilang Semua? Nggak Kan!

Ketika melakukan Upgrade Android, ada kalanya sistem harus melakukan flash ulang pada HP Android Kamu. Sehingga data apa pun yang terdapat di memori internal akan terhapus. Termasuk foto, video, musik, dan berbagai data aplikasi.

Maka, sebelum melakukan Upgrade Android, sebaiknya kamu backup dulu data-data penting yang terdapat di memori internal Android kamu. Kamu bisa Backup secara manual atau otomatis dengan aplikasi yang mudah digunakan, Contohnya: Titanium Backup dan Helium.

2Pastikan Ada Cukup Ruang di Memori Internal

Setelah men-download firmware, tentu Kamu harus menyimpan file tersebut di memori HP Android Kamu kan? Kalau memori HP Kamu penuh, nanti filenya mau ditaruh di mana? Maka, sebaiknya sisakan ruang kosong yang cukup untuk menyimpan file firmware baru yang akan Kamu download.

Ukuran firmware berbeda-beda, tergantung merek dan tipe HP Android kamu. Namun biasanya berkisar antara ratusan MB hingga 1 GB lebih. Supaya aman, sisakan saja 2 GB.

3Download dan gunakan Firmware Resmi atau Original atau Sesuai Dengan Yang Digunakan Pada Android Milikmu

Di “Paman” Google sangat banyak link download firmware untuk berbagai jenis HP Android yang tersedia secara gratis hingga berbayar full Lisensi. Tapi, Nggak semuanya berisi firmware original. Banyak juga yang merupakan Custom ROM hasil modifikasi oleh orang lain. Memang sih tampilannya keren dan Menghipnotis mata.

Tapi kalau Kamu belum terlalu paham tentang root atau Custom ROM, disarankan pakai firmware original atau aslinya yang dikeluarin oleh pengembang merek HP Android kamu. Cara yang paling terpercaya adalah lewat OTA (Over The Air) alias langsung aja upgrade dari pengaturan smartphone Android kamu.

4Koneksi Internet yang Cepat dan Stabil, Nggak Maukan Lagi Proses Download dan Rooting Udah 50% Malah Gagal?

Ketika meng-Upgrade OS Android, Kamu harus download Firmware yang Ukuran Size nya Lumayan Gede, Mulai dari hanya Ratusan MB hingga 1 GB lebih. Secara otomatis pun membutuhkan Koneksi yang Cepat dan Stabil bukan?

Kalau nggak mau kuota data internet cepat habis, download saja pakai fasilitas Wifi “gretongan” yang ada di Wifi Corner (Khusus pengguna Wifi.id), tempat Nongkrong yang Anu pasti Kamu tau. Tapi pastikan juga koneksi cepet dan stabil. Tujuannya biar download-nya nggak kelamaan. Serta nggak terputus di tengah jalan. Kamu bisa cek dulu kecepatan internetnya dengan aplikasi Speedtest.

5Baterai Hp Android Penuh, Miris Kalo Lagi Proses Rooting eehh Malah Lobet. Ngeselin Banget Kan?

Proses upgrade Android memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain download file besar, proses instalasinya menghabiskan waktu yang nggak sebentar. Kamu juga harus hati-hati! Sebab, proses instalasi yang terputus di tengah jalan dapat berakibat fatal bagi HP Android kamu.

Kondisi instalasi yang terputus di tengah jalan bisa bikin HP Android mengalami bootloop, atau bahkan mati total. Usahakan baterai dalam keadaan penuh sebelum Kamu mulai meng-upgrade Android kamu. Atau kalau mau sambil nge-charge juga nggak apa-apa kok.

6Screenshot Sistem Android, dll Sebelum dan Sesudah Rooting

Ada baiknya juga jika kamu mengambil beberapa screenshot pada home screen layar smartphonemu, lalu Kirim lah screenshot tersebut ke email milik kamu sendiri sebelum dan sesudah rooting dan upgrade Firmware. Jika kamu menggunakan launcher Android, alternatif dengan mudahnya kamu bisa menyimpan home screen sesuai pilihanmu.

Namun jika kamu menggunakan stock launcher, maka mengambil screenshot dari home screen akan sangat berguna. Hal ini akan bertindak sebagai pengingat yang berguna yang bisa kamu gunakan untuk menyetel kembali smartphonemu sama seperti apa yang kamu sukai sebelumnya. mengambil screenshot ini akan berguna nantinya setelah kamu membaca hal penting terakhir.

7Hapus Semua Cache dan Lakukan Factory Reset

Mungkin beberapa dari kalian mengklaim tidak ada perlunya untuk melakukan factory reset setelah melakukan update. Namun, setidaknya kamu harus membersihkan sesampahan sistem pada Androidmu setelah install firmware yang baru.

Langkah terakhir ini, tujuannya adalah bagi kamu yang baru setelah melakukan rooting dan upgrade firmware akan memberimu kesempatan terbaik untuk menghidari berbagai masalah yang tampaknya banyak melanda para pengguna sesaat setelah lakukan upgrade firmware android nya.

Itulah sekelumit pembahasan 7 Hal Penting Sebelum Root dan Upgrade Android. Semoga berguna buat kamu yang mau upgrade Android di HP Kamu. Jika ada yang ingin ditanyakan seputar 7 Hal Penting diatas atau ingin memberi saran, Silahkan tinggalkan jejak di Kolom komentar yang udah tersedia. Semoga bermanfaat dan sukses untuk rooting dan upgrade Androidnya ya. Semoga Bermanfaat!

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here