Menurut data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), sepanjang Januari-Agustus 2017, sebanyak 148.285 TKI telah ditempatkan ke berbagai negara. Negara tujuan TKI tersebut tersebar di kawasan Asia-Pasifik, Amerika, Timur Tengah, dan Eropa. Sementara itu, 10 negara terbesar untuk penempatan TKI adalah Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Oman, dan Qatar.

Dari beragam informasi yang beredar soal kehidupan TKI di sejumlah negara, kenyataannya tidak semua merasa nyaman dengan pekerjaan mereka. Selama ini ketika mendengar pemberitaan tentang TKI, mungkin kita lebih sering mendengar kabar yang kurang menyenangkan. Terlepas seperti apa kehidupan yang sebenarnya dijalani, yang sering ditonjolkan adalah sisi kelamnya. Padahal mereka yang sering disebut sebagai Pahlawan Devisa itu merantau ke luar negeri tentu dengan tujuan ingin memperbaiki nasib.

Pilihan Editor :

 

Tapi, di balik berita media massa yang didominasi oleh kisah tragis itu, ternyata ada sederet nama-nama TKI sukses yang kisah hidupnya menginspirasi. Sebagian mereka memang pernah mengalami masa-masa sulit seperti kekerasan dan gaji yang tak kunjung dibayar, tapi mereka mampu bangkit dan membuat suatu pencapaian yang luar biasa. mereka ini adalah sosok-sosok tangguh yang menginspirasi masyarakat Indonesia, khususnya sesama TKI untuk semakin gigih bekerja keras sehingga bisa membuat perbaikan di lingkungannya.

1. Siti Badriyah

TKI Sukses yang Kisah Hidupnya Menginspirasi Siti Badriyah
Gambar: Siti Badriyah (sumber: FB/Siti Badriyah)

Perempuah yang berasal dari Grobogan Jawa Tengah ini menjadi TKI di Malaysia setelah mendapat iming-iming gaji tinggi dengan segala fasilitasnya. Namun  daya tarik tersebut berubah jadi mimpi buruk ketika Siti Badriyah sampai di negeri jiran ternyata tidak segera digaji, paspornya ditahan, diisolasi, dan berbagai kondisi tidak mudah lainnya dihadapi setiap hari.

Berangkat dari pengalamannya itu, Badriyah kemudian aktif dalam kegiatan sosial yang melindungi hak-hak buruh migran. Pada tahun 2004, lembaga Migrant Care merekrutnya sebagai staf, dan bidang yang ditanganinya adalah pengaduan. Badriyah pun turut berperan memantau Rancangan Undang-Undang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri bersama Komisi IX Dewan PR RI.

2. Imamatul Maisaroh

TKI Indonesia imamatul maisaroh
Gambar: Imamatul Maisaroh (Sumber: voaindonesia.com)

Bisa dibilang kalau Imamatul Maisaroh adalah orang Indonesia yang mendapat kesempatan langka untuk bisa berbicara di Kongres Partai Demokrat Amerika Serikat pada bulan Juli 2016. Perempuan tangguh asal Malang ini sempat memukau dunia karena menjadi salah satu dari 10 anggota Dewan Penasihat Gedung Putih setelah diangkat oleh Barack Obama yang saat itu masih menjadi presiden Amerika. Sudah pasti kalau keluarga dan warga di kampung halaman Ima merasa bangga. Tetapi, untuk menuju ke titik tersebut, jalan yang harus dilalui Ima hingga bisa membawanya ke AS tidaklah mudah.

Tahun 1997 Ima mulai bekerja sebagai pramuwisma di Los Angeles demi menghidupi diri dan keluarga lantaran pernikahan pertamanya yang tidak bahagia. Di Amerika, Ima bekerja lebih dari 12 jam sehari dan sering mendapat perlakuan kasar. Ima juga merupakan survivor tindak perdagangan manusia. Sampai sekarang Ima yang tinggal di Amerika itu fokus menangani program-program penanggulangan perbudakan dan perdagangan manusia.

3. Wahyudi Chandra

TKI Indonesia Wahyudi Chandra
(Sumber: finance.detik.com)

Awal 90an, Wahyudi Chandra bekerja di Hong Kong menjadi pedagang yang sering keliling Victoria Park, Hong Kong, untuk menjual makanan, koran, kaset, dan sebagainya. Kini, bersama istrinya Bekti Dwi Wahyuni, ia memiliki bisnis rumah makan, biro perjalanan, pengiriman uang atau paket, dan minimarket. Kesuksesannya itu bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Pada tahun 1997, Chandra mulai membuka minimarket pertamanya, dan 15 tahun kemudian tersebar di wilayah Kowloon, Hong Kong Island, dan New Teritorry. Bisnisnya tersebut membuka lapangan kerja setidaknya bagi 50 karyawan asal Indonesia dan Hong Kong. Selain mengelola bisnis di Hong Kong, Chandra juga memiliki bisnis properti di kampung halamannya di NTB.

4. Justto Lasoo

TKI Indonesia Justto Lasoo
Gambar: Justto Lasoo (Sumber: indosuara.com)

Nama Justto sering disebut sebagai TKI yang banyak menghasilkan prestasi selama bekerja di Taiwan. Penghargaan yang pernah diperoleh pemilik nama asli Loso Abdi yang berasal dari Karanganyar ini antara lain juara 1 lomba melukis di event Taichung City International Labor Festival, Juara 1 Bilik Sastra RRI, dan juga menulis buku “Kutemukan Cahaya di Bumi Formosa”. Prestasinya itu menginspirasi masyarakat bahwa dengan ketekunan, TKI di negeri orang pun tetap bisa berkarya. Saat ini Justto sudah kembali ke Indonesia dan mendapat pekerjaan di perusahaan nasional bergengsi. Karena alasan keluarga, kini Justto memutuskan untuk tidak kembali bekerja di Taiwan.

5. Heni Sri Sundani

Heni Sri Sundani TKI Inspiratif
Gambar: Heni Sri Sundani (Sumber: Netz.id)

Heni Sri Sundani yang pernah menjadi TKI di Hong Kong ini bukan buruh migran biasa. Sekitar 6 tahun menjadi pembantu rumah tangga di Hong Kong dengan segala ketidaknyamanan di masa awal bekerja, Heni masih sempat berkuliah sampai lulus dan cummlaude. Mengaku terlahir dari keluarga miskin, Heni bermimpi mengubah nasib melalui pendidikan. Itulah mengapa sepulang dari Hong Kong, ia bersama suami membentuk komunitas Agroedu Jampang Community di Bogor, yang salah satu kegiatannya adalah Gerakan Anak Petani Cerdas. Kegiatan di dalamnya difokuskan pada bagaimana anak-anak bisa belajar memanfatkan lingkungan sekitarnya. Selain itu, Heni juga aktif menulis sejak masih di Hong Kong dan memiliki nama pena Jaladara. Heni bisa dihubungi melalui akun Facebook Heni Sri Sundani Jaladara atau Instagram @jaladara9.

6. Maizidah Salas

Maizidah Salas TKI Inspiratif
Gambar: Maizidah Salas (Sumber: wonosobomuda.com)

Mantan buruh migran asal Wonosobo ini pernah mengalami masa tersulit saat remaja ketika menjadi korban kekerasan seksual yang membuatnya dinikahkan di usia belia. Demi memenuhi kebutuhan keluarga dan lantaran rumah tangga yang tidak harmonis, Salas yang juga sering dipanggil Saras memutuskan untuk menjadi TKI di Korea Selatan. Selama menjadi TKI pun Salas juga tidak mengalami kehidupan yang mudah.

Itulah yang mendasari di kemudian hari Maizidah Salas mendirikan Kampung Buruh Migran karena pengalaman membantu TKI yang bermasalah di negeri orang. Kampung Buruh Migran awalnya dibentuk atas inisiatif sendiri dan dibiayai sendiri. Setelah mandiri, pemerintah kemudian membantu memberikan pelatihan keterampilan dan program yang bisa dikerjakan bersama. Anggotanya kebanyakan merupakan buruh migran korban trafficking.

Kampung Buruh Migran di Wonosobo itu pun juga telah dijadikan proyek percontohan komunitas buruh migran di berbagai daerah, termasuk yang dibentuk BNP2TKI, antara lain di Malang, Banyuwangi, Lampung, dan Sukabumi. Maizidah pun kini kerap diminta untuk menjadi motivator bagi buruh migran di berbagai daerah. Ia ingin berbagi dengan para mantan TKI supaya bisa mandiri dan tidak kembali bekerja di luar negeri karena sudah memiliki usaha sendiri.

Itulah kisah 6 orang Tenaga Kerja Indonesia yang sukses dan menginspirasi. Mereka berjuang sedemikian rupa sehingga memberi perubahan positif bagi diri, keluarga dan lingkungannya. Sebenarnya masih sangat banyak nama-nama TKI sukses lainnya, semoga makin banyak kabar baik yang kita dengar. Seperti apa kondisi yang mereka jalani, mudah-mudahan bisa kita ambil hal positifnya.

(Sumber Gambar Utama: voaindonesia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here