Dari sekian banyak sobat Ublik, masih adakah yang suka menonton dan mendambakan super heroes yang tampil di layar televisi? Masihkah kalian bernostalgia mendambakan ada Wonder Woman Indonesia?

Namun apakah kalian juga pernah berpikir bahwa super heroes di televisi itu nyata? Tidak, kan? Mendambakan kok hal yang fiktif? Lebih baik mengidolakan yang sudah pasti, pasti dapat dinalar dan juga dapat dijadikan panutan hidup.

 

(Baca Juga: 5 Tokoh Indonesia yang Namanya Diabadikan Menjadi Nama Jalan Di Luar Negeri )

Artikel ini bakal nunjukin, siapa aja sih real Wonder Woman Indonesia yang mungkin bisa dijadikan panutan hidup kita ke depannya.

1. Masa Remaja Seorang Martha Christina Tiahahu Bukanlah Seperti Kita yang Bermain Ria

Martha Christina Tiahahu,Wonder Woman Indonesia
Martha Christina Tiahahu (sumber: youtube/Impro-VisualStoryteller)

Lahir pada tahun 1880 di daerah Nusa Laut, Maluku. Anak pertama dan didikan dari seorang kapten tangguh Sir Paulus Tiahahu sekaligus ayah kandungnya sendiri. Sifat dan watak berani, kuat, pantang menyerah yang dimiliki oleh ayahnya juga menurun kepada Christina Tiahahu.

M.C Tiahahu mengawali karir sebagai pejuang nasionalis saat dia masih umur belia banget, 17 tahun bro! Setia banget menemani sang ayah yang juga berjuang demi memberantas tentara kolonial di Maluku.

Kapten Paulus Tiahahu tertangkap terntara Belanda karena tipu daya dan pengkhianatan dalam perang Pattimura tahun 1818 Hingga akhirnya dieksekusi tembak mati, Mendengar ayahnya akan dieksekusi mati, Christina berupaya untuk bergerilya dan menyerang tentara kolonial demi menyelamatkan sang ayah.

Namun gerilya yang dilakukan oleh Christina terlalu lemah. Dia ditangkap oleh tentara belanda dan meninggal di Kapal Perang Eversten pada tahun 1818.

2. Sepertinya Para Cewek Millennial Wajib Meniru Keibuan yang Dimiliki Oleh Dewi Sartika Ini

Pahlawan Wanita Indonesia,Dewi Sartika
Dewi Sartika (sumber: inspiratorfreak.com)

Wonder woman Indonesia kali ini ialah seorang wanita asal kota Kembang yang lahir pada tanggal 4 Desember 1884 adalah perintis pendidikan bagi kaum hawa di daerah Jawa Barat. Putri dari keluarga ningrat Raden Somanagara dan Raden Ajeng Permas ini menikah dengan Raden Kandurunan Agah Suriawinata dan memiliki putra yang bernama Raden Atot.

Ketidaktegaran beliau bermula saat melihat para perempuan pribumi lemah hanya dimanfaatkan oleh tentara Belanda. Hal itu pula yang membuat hatinya tergerak untuk meninggikan derajat mereka.

Bermodalkan gubuk belakang rumah ibunya, Dewi Sartika mengajarkan suatu skill sederhana yang yang beliau kuasai seperti baca tulis, memasak dan menjahit kepada wanita pribumi. Sifat keibu-ibuan, kesabaran, dan kelembutan hatinya membuat para siswanya senang dan gembira dalam menerima materi.

Tak dapat dipungkiri lagikan sobat Ublik, kalau sifatnya Dewi Sartika ini banyak dicari oleh para pria-pria di luaran sana. Sikap lemah lembutnya tentu menarik hati para pria yang melihatnya.

3. Cerdas Ialah Hal yang Paling Menonjol dari Pejuang Kota Serang, Nyi Ageng Serang

Nyi Ageng Serang,Wonder Woman Indonesia
Nyi Ageng Serang (sumber: libsdigital.blogspot.com)

R.A Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi atau bisa dipanggil juga dengan nama Nyi Ageng Serang adalah panglima perang wanita yang masih dalam garis besar keturunan Sunan Kalijaga dan Ki Hajar Dewantara yang didapat dari boponya, Pangeran Natapraja. Beliau lahir di Serang, Purwodadi, Jawa Tengah pada tahun 1752 dan meninggal pada tahun 1828 di Kulon Progo.

Kejeniusannya dalam mengolah strategi perang tak dapat dipandang sebelah mata, strateginya yang beliau kembangkan hampir memporak-porandakan camp pertahanan tentara Belanda. Dianugrahi kekuatan dan ketangguhan saat berperang membuat beliau susah ditangkap. Hebat banget kan sobat Ublik?

Meskipun disaat usia beliau menginjak kepala tujuh, beliau masih sempat saja berperang membela Tanah Jawa bersama Pangeran Diponegoro. Namun apalah daya jika fisik beliau sudah tidak mampu untuk mengimbangi jiwa mudanya. Yang bisa dia sebarkan hanyalah motivasi dan semangat fisabilillah membela tanah air kepada kaum muda jaman itu.

Karena dedikasinya beliau yang begitu besar terhadap Indonesia, banyak sekali ikon kota-kota besar di Indonesia memasang patung Nyi Ageng Serang sebagai simbol keberanian dan kedigdayaaan kota tersebut.

Big proud of you, Mom!

4. Meski Terlahir Sebagai Keturunan Darah Biru, Nyatanya Tak Membuat Raden Ajeng Kartini Mengabaikan Kesengsaraan Wanita Pribumi Kala Itu

Raden Ajeng Kartini, Wonder Woman Indonesia
Raden Ajeng Kartini (sumber: kompasiana.com)

Emanisipasi wanita, kesetaraan gender, persamaan hak atas hukum, penghilangan adat istiadat yang tak sesuai peri kemanusiaan, pendidikan bagi wanita non-ningrat, dan masih banyak lagi yang dapat digambarkan untuk seorang yang berjasa bagi kaum humanis Indonesia, R.A Kartini.

Lahir pada tanggal 21 April 1879 dari rahim seorang ibu bernama M.A Ngasirah anak dari K.H Mardiono dan N.Y Siti Aminah guru agama di Jepara. Ayahnya bernama R.M Sosroningrat yang masih terikat silsilah dengan keluarga Kerajaan Majapahit ( Hamengku Buwono IV).

Kartini kecil dulunya dikenal suka membaca dan menulis buku. Beliau di sekolahkan di ELS sampai umur 12 tahun dan akhirnya dia dipingit oleh keluarganya.

Kegemarannya dalam membaca buku dan koran terbitan dari Eropa membuat beliau dapat mengilhami serta memahami tentang jauhnya tingkat perbedaan pengetahuan, sikap individual, dan perbandingan sosial wanita pribumi dan non-pribumi khususnya di Eropa. Keterjauhan ini juga dirasakan oleh beliau walaupun beliau terlahir sebagai seorang anak kalangan keraton.

Beliau sadar bahwa darah biru ataupun bukan darah biru itu sama saja, sehingga akhirnya beliau memutuskan untuk mmebuat suatu perkumpulan.wanita yang bertujuan untuk mendongkrak kualitas bagi kaum wanita pribumi.

Tak sebatas itu sobat Ublik, R.A Kartini juga mengutarakan kesetaraan gender yang terjadi dikala itu dan meperjuangkan kebebasan bagi wanita pribumi hingga akhirnya beliau wafat pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan putra pertamanya.

5. Bukti Ketangguhan Cut Nyak Dien, Sampai Seluruh Bala Tentara Belanda Disuruh Mencarinya. Bagaimana dengan Kita?

Wonder Woman Indonesia,Cut Nyak Dien
Cut Nyak Dien (sumber: netralnews.com)

Terakhir tapi bukan yang paling akhir, Wonder Woman Indonesia kali ini ialah Cut Nyak Dien. Lahir dari keluarga kalangan bangsawan Minangkabau dan Kesultanan Aceh di Aceh Besar pada tahun 1848.

Seorang ahli siasat wanita yang handal hingga mampu mempecundangi banyak tentara kolonial. Bersama suaminya Teuku Umar, beliau mampu mengkhianati dan merampas habis peralatan dan persenjataan milik tentara kolonial yang nantinya digunakan untuk melawan kembali para penjajah.

Hingga suatu saat Belanda menyewa orang Aceh untuk menjadi informan supaya dapat membeberkan rencana Teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Dan saat itulah Teuku Umar tertangkap dan dihukum mati.

Namun sobat Ublik perjuangan belum selesai begitu saja, Cut Nyak Dien masih melontarkan beberapa perlawanan namun tetap saja kalah karena jumlah pasukan tentara Cut Nyak Dien terlalu sedikit di bandingkan tentara kolonial. Akhirnya, Cut Nyak Dien meninggal saat diasingkan ke Sumedang pada tahun 1908.

Itulah sederet Wonder Woman Indonesia, yang bisa kita contoh dan jadikan panutan untuk menjalani hidup ke depannya. Kamu mau pilih role model yang mana?

(Gambar Utama: youtube/Impro-VisualStoryteller )

Editor: Ridho Nur Wahyu

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here