Sudah sepatutnya kita bersyukur hidup di negara yang terdiri dari berbagai macam perbedaan, baik suku, ras, agama, dan bahasa. Setiap jengkal tanah yang kita pijak adalah hasil jerih payah para pejuang yang mati-matian memerdekakan Indonesia. Nah, tepat di bulan November ini, Indonesia sedang bersukacita karena pada 10 November diperingati sebagai  hari pahlawan nasional.

Hari Pahlawan Nasional merepresentasikan perjuangan yang luar biasa di mana pada 10 November merupakan puncak bergeloranya pidato seorang pejuang yang arif dan tegas bernama Soetomo atau sering dipanggil Bung Tomo. Beliau adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Pilihan Editor :

Belajar dari sejarah tersebut, kali ini saya mencoba merefleksikan kisah tersebut pada perjuangan para pemimpin daerah di era milenial ini yang begitu gigih membangun daerah dengan ciri khas dan pembawaannya masing-masing yang unik. Berikut adalah beberapa pemimpin daerah yang patut disebut ‘Pahlawan Zaman Now’:

1. Ganjar Pranowo


Pria kelahiran Karanganyar 28 Oktober 1968 ini pernah mengenyam pendidikan Hukum di Universitas Gadjah Mada. Gubernur Jawa Tengah sejak tahun 2013 hingga sekarang ini mempunyai magnet tersendiri dalam gaya kepemimpinannya. Pak Ganjar yang berperawakan tinggi besar dan berambut putih ini sangat fasih berbahasa Jawa sehingga sangat mudah saat berkomunikasi dengan masyarakat yang notabene masih banyak yang berbahasa Jawa.

Kejadian yang paling menyita perhatian publik adalah ketika pada bulan April 2014, beliau sedang inspeksi mendadak di jembatan timbang Subah di Kabupaten Batang. Tujuannya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah akan tindakan pungutan liar yang dilakukan oleh petugas. Benar saja saat Inspeksi mendadak yang dilakukannya, ia melihat dengan mata kepala sendiri petugas melakukan pungutan yang diberikan oleh kernet antara Rp 10.000 hingga Rp 20.000, sontak pak gubernur marah dan melontarkan kata-kata dengan nada tinggi. Walaupun dia terkenal tegas dan temperamen, namun kehangatannya pada rakyat selalu punya tempat tersendiri dihati masyarakat khususnya pada saat kunjungan ke beberapa daerah di Jawa Tengah.

2. Bima Arya Sugiarto

A post shared by Bima Arya (@bimaaryasugiarto) on

Bima Arya Sugiarto, pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 yang akrab dipanggil Bima merupakan Wali Kota Bogor periode 2014-2019. Berlatar belakang dari keluarga seorang perwira polisi, Bima tumbuh menjadi orang yang mampu dekat dengan orang-orang sekelilingnya. Pria yang berlatar pendidikan Hubungan Internasional ini mengemban amanah yang tidaklah mudah, mengingat Kota Hujan ini merupakan salah satu kota yang padat penduduknya.

Dalam kisah perjuangannya menjadi seorang walikota, Bima dikenal sebagai walikota yang gaul dan dekat dengan rakyat. Pria yang hobi bersepeda ini mempunyai beberapa akun media sosial pribadi yang bisa dijadikan bahan pelaporan maupun curhatan oleh masyarakat. Pria ini sering melakukan sidak ke pasar-pasar dan Trotoar jalanan Bogor untuk memastikan fasilitas dan infrastruktur dipakai oleh orang yang benar.

Pada bulan Januari 2017 Bima memperlihatkan kekesalannya pada Pedagang Kaki Lima yang berjualan di Jalan MA Salmun, pasalnya para PKL berjualan menempati tepat pada badan jalan. Sambil menunjuk-menunjuk dan mengucapkan dengan nada keras kepada beberapa anak buahnya. Hal ini dilakukan mengingat banyak laporan masyarakat lewat media sosial karena kehilangan hak sebagai pejalan kaki di kota Bogor. Kota Bogor selain terkenal dengan wisatanya juga didaulat sebagai Kota Layak Anak 2017.

3. Ridwan Kamil

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Mochammad Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Kang Emil ini lahir di Bandung, 4 Oktober 1971 dinobatkan sebagai walikota Bandung periode 2013-2018. Sebelum menjadi seorang Walikota, Kang Emil dikenal sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung. Gaya kepemimpinan Kang Emil adalah dikenal sebagai sosok yang kekinian dan berjiwa muda. Di tiap kunjungan dan sambutannya Ridwan Kamil selalu menghadirkan humor-humor dari puisi maupun pantun yang ia buat. Celoteh-celoteh lucu dan menggelitiknya sukses membuat para masyarakat Kota Bandung khususnya para anak muda. Ridwan Kamil sering kali mengekspose keunikan aktivitas pribadinya di instagram @ridwankamil yang sering kali didapati sedang bersama sang istri, Atalia Praratya.

Dedikasi Ridwan Kamil dalam memimpin kota Bandung juga tidak main-main pada tahun 2017 ini kota Bandung memborong 5 kategori penghargaan Kota Terbaik AIA 2017. Penghargaan tersebut antara lain Kota Terbaik yang Paling Menarik, Kota Terbaik Kategori Pariwisata, Kota Terbaik Kategori Infrastruktur, dan kategori Kota Terbaik Per-Region MP3EI.

4. Tri Rismaharini

Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Bu Risma ini lahir di Kediri, 20 November 1961. Beliau merupakan wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah. Wanita tamatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ini ahli dalam bidang arsitektur. Sebelum ia menjabat sebagai Wali Kota ia menjabat sebagai kepala DKP, dari situlah ia melihat dan mengevaluasi baik buruknya penataan kota Surabaya. Bu Risma telah memimpin kota Surabaya pada tahun 2010-2015 dan pada tahun 2016 hingga sekarang terpilih kembali untuk membawa kota pahlawan ini ke arah yang lebih baik. Gaya kepemimpinan bu Risma sangat terkenal dan disegani, pembawaan yang tegas dan meledak-ledak membuat para petugas yang ia temui melakukan kesalahan tak bisa berkata-kata lagi.

Insiden yang paling sensasional adalah tepat Pada 11 Mei 2014, sebuah perusahaan es krim terkenal mengadakan acara bagi-bagi es krim gratis kepada masyarakat kota Surabaya. Acara ini diadakan di Taman Bungkul. Pada hari itu juga bu Risma melakukan pemantauan, Ia lalu marah besar begitu melihat sendiri kondisi tanaman di Taman Bungkul. Begitu datang ia berkomentar semua tanaman rusak. Tanpa basa-basi, ia langsung menghampiri panitia penyelenggara acara bagi-bagi es krim. “Kalian tahu berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk buat Taman Bungkul jadi indah?!” ujarnya dengan nada tinggi. Risma kemudian meminta stafnya di DKP Kota Surabaya melaporkan pihak penyelenggara ke jalur hukum  menggunakan undang-undang (UU) pengerusakan lingkungan.

5. Joko Widodo

 

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on


Joko Widodo atau akrab disapa Pak Jokowi lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Tentu kita kenal bahwa beliau merupakan presiden ke-7 Republik Indonesia dan mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Jokowi dikenal sebagai pengusaha mebel kayu di kota Solo, dikaruniai 3 anak dengan karakter yang diturunkan oleh beliau. mereka hidup akur dan bahagia dengan kesederhanaan yang kental. Beberapa kali Jokowi menjabat menjadi pimpinan daerah, yakni Wali Kota Surakarta (Solo) dan Gubernur Jakarta  membuatnya mempunyai pengalaman yang lebih dibidang kepemerintahan dan tata kota. Gaya kepemimpinan jokowi juga terbilang unik dan sangat jarang ditemukan di era sekarang yang penuh dengan hal yang bersifat gengsi. Beliau memberikan keteladanan dengan Gerakan Kerja Nyata dan Revolusi Mental. Wajah yang begitu sederhana dan mudah disentuh oleh rakyat karena hobinya yang selalu blusukan. Blusukan Jokowi adalah cara jitu untuk memantau dan memastikan bahwa pajak yang dibayarkan rakyat direalisasikan untuk rakyat. Di tiap kunjunganya beliau selalu mengunjungi sekolah, pesantren, kelompok usaha tani, dan sesekali membagikan sepeda gratis.

Pada awal November ini sang putri tercinta Kahiyang melasungkan pernikahannya di kota Solo, dan kembali lagi dengan nuansa adat Jawa dan sederhana keluarga Jokowi sukses membuat masyarakat ikut berbahagia. Di nuansa pernikahan putrinya, Jokowi sama sekali tidak mengambil cuti kerja, dan sehari setelahnya Jokowi langsung bertolak ke Jakarta untuk kembali bekerja.

Sumber Gambar Utama: bimaaryasugiarto/instagram.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here