Hampir tiap kota di Indonesia memiliki landmark masing-masing. Apa sih landmark itu? Sebetulnya dalam bahasa Indonesia, landmark bisa diartikan dengan markah tanah. Atau juga ‘tengaran’. Sayangnya bahasa markah tanah atau tengaran tak terlalau santer digunakan oleh masyarakat kita. Orang Indonesia lebih suka menyebutnya sebagai landmark.

Jika ditilik dari Wikipedia, landmark adalah sebuah fitur geografis yang terbentuk secara alami ataupun buatan manusia yang kemudian jadi sebuah identitas atau bisa jadi ikon sebuah daerah. Nah di Indonesia ini, hampir setiap kota memiliki landmarknya sendiri-sendiri. Tapi tak sedikit dari landmark-landmark itu memiliki gaya bangunan yang cukup epic. Beberapa di antaranya malah terkesan memiliki sentuhan desain luar negeri. Nah, landmark asal Indonesia apa saja kah yang mirip dengan landmark luar negeri? Ini dia Ublik berikan ulasannya.

Pilihan Editor:

1.Jam Gadang di Bukittinggi

Jam Gadang (Sumber: www.dutaminangkabau.com)

Sudah bukan rahasia lagi kalau menara jam ini memang jadi landmark bagi kota Bukittinggi, sebuah kota dataran tinggi di Provinsi Sumatera Barat. Di sana kita sama-sama tahu jika sebuah jam megah berdiri dengan gagah. Menara jam dengan atap gadang itu benar-benar jadi pusat perhatian kota yang luasnya tak sampai 26 km2. Jam gadang memiliki ketinggian 26 meter. Berdiri sejak 1926. Semuanya serba 26 ya? Nah, menara jam gadang ini dirancang oleh Yazid Abidin. Jam gadang ini dibuat sebagai hadiah dari Ratu Belanda untuk petinggi Belanda yang bertugas di di Bukittinggi.

Jam Gadang ini punya empat sisi. Salah satu yang istimewa dari Jam Gadang ini adalah mesin penggerak yang digunakan sama dengan mesin yang dibuat untuk menggerakan jam big ben di Inggris. Bahkan, mesin tersebut hanya dibuat dua buah saja. Ya, bisa dibilang big ben dan Jam Gadang ini punya kesetaraan. Jam Gadang ini pernah tiga kali merupa atapnya. Pertama, ketika zaman Belanda berbentuk dom dengan patung ayam dipuncaknya, kemudian dipugar dan diganti dengan atap pagoda ketika masa penjajahan Jepang. Lalu saat jaman kemerdekaan atapnya berubah jadi atap gadang, khas rumah minang.

2.Jembatan Ampera di Palembang

Jembatan ampera (sumber: ksmtour.com)

Apalah arti ke Palembang jika tak mengunjungi Jembatan Ampera? Ya, jembatan yang satu ini adalah tempat yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke ibukota Sumatera Selatan tersebut. Jembatan Ampera sendiri menjadi penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Jembatan Ampera ini diresmikan pada tahun 1965. Ketika awal diresmikan, jembatan tersebut diberi nama Jembatan Bung Karno. Hal itu beralasan karena Bung Karno disebut sebagai orang yang berjasa besar mewujudkan cita-cita masyarakat Palembang yang ingin adanya jembatan diatas sungai Musi. Namun, ketika Bung Karno lengser, namanya dirubah menjadi Jembatan Ampera. Ampera sendiri adalah akronim dari Amanah Penderitaan Rakyat. Jembatan itu pernah jadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Bukan hanya itu, jembatan ini disebut-sebut sebagai kembaran dari jembatan Golden Gate di San Fransisco, Amerika.

3.Patung Jalesveva Jayamahe di Surabaya

Patung Jalesveva Jayamahe (Sumber: www.wisatajatim.info)

Arti Jalesveva Jayamahe sendiri adalah ‘di laut kita jaya’. Nah, patung tersebut dibuat untuk menguatkan semboyan milik TNI Angkatan Laut. Patung Jalesveva Jayamahe dibuat di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Banyak juga yang menyebut patung tersebut sebagai ‘Libertynya Indonesia’. Patung tersebut kini jadi landmark Tanjung Perak Surabaya. Banyak yang sengaja pergi ke Tanjung Perak untuk sekadar berselfie ria dengan latar belakang patung Jalesveva Jayamahe ini. Patung yang juga punya sebutan Monjaya ini didesain oleh pematung asal Bali, I Nyoman Nuarta. Patung yang diresmikan pada tahun 1993 ini menggambarakan seorang perwira TNI Angkatan Laut yang menggunakan seragam dengan tangan menyandarkan diri pada pedang. Wajahnya dipalingkan ke hamparan laut luas. Megah sekali.

4.Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah (Sumber: www.triptrus.com)

Sebuah masjid super megah belum lama ini dibangun di Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini langsung menjadi perhatian. Bukan hanya masyarakat Semarang tapi juga Indonesia. Nah, yang jadi pusat perhatian dari masjid ini adalah desainnya yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Bahkan masjid ini punya payung yang dapat dibuka dan ditutup. Persis seperti yang ada di Masjid Nabawi. Meski begitu, arsitektur masjid ini juga mengedepankan gaya Jawa. Masjid Agung Jawa Tengah ini diresmikan pada tahun 2006. Punya empat menara yang menjulang tinggi dan juga cukup jadi ikon. Masjid kebanggaan masyarakat Jawa Tengah ini bisa menampung 10 ribu orang yang hendak salat berjamaah.

5.Patung Yesus di Toraja

Patung Yesus di Toraja (Sumber: Tribunnews.com)

Ada satu landmark Brasil yang begitu dikenal dunia. Bertempat di Kota Rio de Janiero, Patung ini benar-benar menjadi pusat perhatian. Apalagi sosok yang ditampilkan adalah sosok nomor satu untuk umat Kristiani. Betul, patung yang dimaksud adalah patung Yesus. Banyak orang menyebut jika patung Yesus di Rio de Janiero adalah yang tertinggi. Ternyata hal itu sudah dikalahkan oleh patung Yesus yang berada di Tana Toraja. Ya, daerah yang punya kebudayaan unik itu memiliki sebuah patung Yesus yang disebut-sebut sebagai patung tertinggi di dunia. Memang, jika dihitung dari tinggi bangunanaya, patung tersebut masih kalah dengan beberapa patung Yesus lain seperti di Portugal, Polandia ataupun Bolivia. Namun masyarakat dunia menganggap patung Yesus tertinggi itu dihitung dari ketinggian letak patung itu dibangun. Maka patung Yesus di Tana Toraja yang jadi juara dengan berdiri di ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut. Sementara patung Yesus di Brasil hanya berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Itulah 5 landmark kota di Indonesia bergaya luar negeri. Jika berkesempatan ke kota-kota tersebut, sempatkan untuk mengunjunginya ya.

 

(Sumber Gambar Utama: www.wisatajatim.info)

(Editor: Restia Ningrum)