UblikFilosofi Hidup Orang Jawa. Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Dari beragam suku dan budaya ini lahir pula filosofi hidup yang selalu dipegang teguh. Filosofi hidup orang Jawa salah satunya.

Nah, buat kita anak muda penerus bangsa rasanya perlu mempelajari dan mengerti arti dan makna dari filosofi jawa ini. Agar kita bisa terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

1Urip Iku Urup

sumber: skhatzey.blogspot.co.id

Hidup itu “menyala”, harus bisa memberikan manfaat bagi sekitar. Menjadi anak muda yang aktif dan kreatif dan terus memberikan karya yang positif bagi masyarakat. Seperti membuat konten positif yang dapat menginspirasi atau menghibur, bukannya malah membuat konten berisi hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

2Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka

sumber: sandiprivat.blogspot.com

Sebagai anak muda jangan merasa menjadi paling pandai, agar tidak salah arah dan melakukan hal-hal yang negatif. Jadi anak muda juga jangan pernah berbuat curang, berbuat sesuatu yang curang tentunya akan memberikan hal yang kurang baik kepada diri kita. Tetap menjadi anak muda yang rendah hati namun terus berkarya dengan jujur dan giat merupakan hikmah yang bisa kita ambil dari filosofi ini.

3Nerima Ing Pandum

Sumber: viva.com

“Nerima Ing Pandum” yang berarti menerima segala pemberian. Filosofi ini mengajarkan kita untuk tidak cepat mengeluh terhadap kesusahan dan selalu bersyukur dan ikhlas dalam menghadapi segala sesuatu yang ada pada hidup kita. Dengan filosofi ini, kita juga belajar untuk tidak menjadi anak muda yang serakah.

4Alon – Alon Waton Kelakon

sumber: adamfajribagaskara.blogspot.com

Yang berarti pelan-pelan asal selamat. Filosofi ini memberikan gambaran kepada kita untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam bertindak serta tetap ulet dalam berusaha menggapai cita-cita yang diinginkan.

5Sapa Nandur Bakalan Ngunduh

Sing nandur bakalan ngunduh. Sumber: jawadw.blogspot.com

 

Filosofi ini bercerita tentang karma. “Sapa Nandur Bakal Ngunduh” yang berarti siapa yang menanam dia yang akan memetik hasilnya. Filosofi ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat kebaikan agar kelak kita mendapat hasil kebaikan juga. Dari filosofi ini kita juga belajar tentang kerja keras untuk menggapai cita-cita.

 

(gambar utama: skhatzey.blogspot.co.id)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here