Ublik. Beberapa waktu lalu Bangsa Indonesia baru saja merayakan hari jadi Tentara Nasional Indonesia yang ke 72. Korps bersenjata Indonesia ini dalam merayakan hari ulang tahunnya kemarin membuat upacara kolosal sekaligus pameran alusista yang benar-benar menyedot perhatian publik. Bagaimana tidak, TNI kita terlihat begitu gagah dengan persenjataan yang begitu lengkap. Apalagi ketika mereka mulai bersiap untuk beraksi. Ada yang turun dari helikopter, terjun payung dari pesawat dan menunjukan kebolehan memainkan senjata-senjata tajam. Kita juga patut bangga ketika tahu jika kekuatan TNI kita adalah salah satu yang terkuat di dunia. Bahkan untuk wilayah Asia Tenggara. TNI kita adalah yang terdepan, dengan seragam lorengnya para Tentara kita siap mengamankan negara dan juga mengedepankan perdamaian.

Nah, bicara loreng tentu yang akan diingat oleh seluruh orang adalah tentara. Sudah sejak zaman dulu, loreng dan tentara tak bisa lagi dipisahkan. Bahkan bisa diibaratkan jika tanpa loreng, profesi tentara akan sulit dikenali. Sepertinya semua tentara di seluruh dunia menggunakan loreng sebagai identitas motif seragam. Hanya, polanya saja yang berbeda. Tapi, kamu tahu tidak jika seragam-seragam tentara yang dipakai oleh banyak tentara di luar negeri itu dibuatnya di tanah air? Iya, jadi ada satu pabrik tekstil di Indonesia yang memang memasok seragam tentara luar negeri, keren kan?

Pilihan Editor :

 

Perusahaan tersebut bernama Sri Rejeki Isman atau banyak orang menyebutnya PT Sritex. PT Sritex sendiri berdiri di  Sukoharjo, Jawa Tengah. Kalau kamu berkunjung ke Sukoharjo dan ingin melihat bangunan PT Sritex ini berdiri, tinggal tanyakan saja pada warga sekitar. Sebab perusahaan tersebut sudah sangat termasyur bahkan bisa dibilang cukup menjadi impian bagi warga sekitar.

35 Militer Asing Impor Seragamnya Dari Pabrik di Indonesia
(Sumber: tempo.co)

Tapi, ketenaran PT Sritex tak dibangun dengan mudah. Ada banyak jalan berliku yang mesti di jalani oleh Muhammad Lukminto. Lukminto dulunya hanya sekedar pedagang disebuah kios yang luasnya tak seberapa di Pasar Klewer, Solo. lama kelamaan usahanya semakin maju dan orang semakin kenal dengan usaha dagangnya yang ia beri nama UD Sri Rejeki.

Lambat laun Muhammad Lukminto semakin melebarkan pasarnya hingga usaha dagangnya berkembang menjadi Perseoran Terbatas. PT ini membidangi usaha printing yang dibangun pada tahun 1968 di Solo.  Akan tetapi baru pada tahu 1972 secara resmi  PT tersebut dinamai PT Sri Rejeki.

Kian tahun ternyata perusahaan ini semakin besar. Bukan hanya di wilayah Solo saja, bukan hanya di Jawa Tengah saja tapi juga berskala nasional. Puncaknya ada pada tahun 1994. Sebanyak 35 korps tentara nasional dari 35 negara kepincut akan produksi yang dihasilkan oleh PT Sritex. Alhasil hingga saat ini 35 negara tersebut masih setia menggunakan jasa Sritex sebagai pemasok seragam-seragam TNI negaranya.

35 negara yang bekerjasama dengan Sritex ini bukan negara dengan kekuatan Tentara yang lemah. Setdidaknya ada 7 negara dari Eropa yang memakai jasa Sritex. Ke tujuh negara itu adalah Austria, Swedia, Kroasia, Belanda, Inggris sampai Jerman.

Kita tentu tahu jika selama ratusan tahun Belanda menjajah Indonesia dengan kekuatan militernya. Namun, kini justru negara oranye itu mengimpor seragam militernya dari negara yang mereka jajah berabad-abad itu. Buka Cuma itu. Bahkan produk seragam tentara Sritex telah memenuhi standar NATO.

Bukan hal mudah sebetulnya menjadi mitra bagi para tentara-tentara kuat di dunia itu. Militer-militer luar negeri memiliki standar khusus untuk seragam yang akan di kenakan para prajuritnya. Bahkan untuk seragam militer Eropa, PT Sritex menilai ada banyak kesulitan serta kerumitan dalam membuat seragam prajurit dari Eropa tersebut.

Kini kerajaan Lukminto itu sudah dipegang generasi kedua. Kali ini giliran Iwan Setiawan Lukminto yang meneruskan usaha keluarga itu. PT Sritex semakin berkembang. Tahun 2013 lalu Sritex bertransformasi menjadi perusahaan publik.

Kini Sritex tidak hanya bermain di perusahaan printing.  Sritex juga bermain di bidang finishing, weaving, spinning dan garmen. Sritex juga bekerja sama  dengan banyak instansi pemerintahan dalam negeri untuk pemasok seragam instansi. Selain itu ada sekitar 100 negara yang mengimpor produk dari Sritex.

(gambar Utama: inependent.co.uk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here