Ublik.id. Sejarah Kemerdekaan Indonesia. Semua orang Indonesia tahu betul jika penandaan kemerdekaan Indonesia atas segala bentuk penjajahan terjadi pada 17 Agustus 1945. Saat itu, Ir. Soekarno berdiri diteras rumahnya dengan microphone yang sudah ditegakkan. Tangannya memegang secarik kertas. Kepalanya berpeci sedang wajahnya masih terlihat lelah. Dibelakang Soekarno kala itu ada Muhammad Hatta. Karib Soekarno yang menemaninya sejak beberapa tahun sebelumnya. Ya! Saat itulah di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, teks proklamasi dibacakan. Sebuah kalimat paling sakral untuk Indonesia. Sebab ketika Soekarno selesai membacakan Proklamasi yang dituliskan pada secarik kertas yang sejak awal ia bawa, saat itulah Indonesia terbebas dari Penjajahan. Rakyat bersorai gembira. Mengetahui jika ratapan ratusan tahun pada akhirnya selesai juga. Dan pada akhirnya 17 Agustus 1945 resmi dijadikan sebagai hari ulang tahun bagi Republik Indonesia. Kini Indonesia sudah 72 tahun merdeka. Tapi, tahukah kamu jika proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno itu sebetulnya bukan proklamasi pertama untuk bangsa Indonesia

Kita semua pasti pernah belajar sejarah tentang ‘drama’ menjelang proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Ketika ada sekelompok golongan muda yang menentang golongan tua. Golongan tua bersikukuh jika hari proklamasi mesti menunggu lampu hijau dari Kaisar Jepang. Tentu, golongan muda ogah mendengar hal itu. Mereka ingin cepat-cepat. Terlebih golongan muda ingin jika tanggal proklamasi ditentukan oleh orang Indonesia sendiri dan bukan hasil pemberian negara lain. Pada akhirnya terjadilah penculikan Soekarno dan Hatta pada 16 Agustus malam. Tentu Dwi Tunggal itu diculik oleh kelompok muda yang ingin segera mendengar lantunan proklamasi dibacakan. Desakan para pemuda itu yang membuat Soekarno dan Hatta mau segera memproklamirkan kemerdekaan di depan khalayak. Semua orang tahu jika peristiwa tersebut dinamai peristiwa Rengasdengklok.

15 Agustus 1945, Di Cirebon Proklamasi Indonesia Dibacakan
Sumber : bungkarnobungkarno.blogspot.com

Tapi, sehari sebelumnya tepatnya pada 15 Agustus 1945 di sebuah kota kecil di Utara Jawa Barat, proklamasi sudah lebih dulu dibacakan. Kota yang dimaksud adalah Cirebon. Ya, banyak orang tak tahu jika Cirebon sudah lebih dulu memproklamirkan kemerdekaan dua hari sebelum Soekarno membacakan proklamasi

Peristiwa itu lagi-lagi tak terlepas dari gejolak golongan muda yang ingin segera merdeka. Semua orang tahu jika Jepang telah di bombardir oleh sekutu di dua kota besarnya. Hiroshima dan Nagasaki. Jepangpun dinyatakan takluk. Meski begitu tentara Jepang di daerah jajahannya masih saja bersiaga. Akan tetapi, berita tentang kekalahan Jepang itu memang tak bisa ditutup-tutupi. Kabar itu menyebar hingga sampai pada golongan muda. Sjahrir yang juga termasuk golongan muda berkeras kepada Soekarno agar Proklamasi segera dibacakan. Tapi Soekarno tak bergeming. Hal itu memunculkan pergerakan orang-orang muda di daerah untuk segera mendesak Jakarta agar cepat memproklamasikan Kemerdekaanya.

Soedarsono Kepala Rumah Sakit Kesambi (sekarang Rumah Sakit Gunung Jati) turut mendengar kabar tersebut. Ia percaya pada Sjahrir jika proklamasi akan segera dibacakan. Karena itulah ia bersepeda menuju palimanan (sebuah kecamatan di barat Cirebon) untuk menemui Maroeto Nitimihardjo. dr Soedarsono percaya jika teks proklamasi tulisan Sjahrir sudah ada ditangan Maroeto. Kemudian yang terjadi setelah itu adalah dua cerita yang berbeda versi. Versi pertama adalah ketika dr. Soedarsono menemui Maroeto. Ia mengetahui jika Sjahrir belum menitipkan teks proklamasi disana. Soedarsono berang. Ayah dari Prof. Dr. Juwono Soedarsono  (Mantan menteri Pertahanan era Soeharto) itu akhirnya memutuskan untuk segera memproklamirkan kemerdekaan lewat tulisan tanganya sendri. Ia kemudian mengumpulkan ratusan orang di alun-alun Kejaksan Cirebon untuk meggaungkan proklamasi Indonesia.

Versi keduanya adalah Maroeto benar-benar memberi teks proklamasi dari Sjahrir untuk dibacakan d Soedarsono. Ketika mendapatkan Teks Proklamasi tersebut dr. Soedarsono lantas mengumandangkan proklamasi di Alun-alun Kejaksan kota Cirebon. Hal tersebut di sampaikan Des Alwi yag notabenenya anak angkat Sjahrir yang mengetahui jika penulisan Proklamasi ditulis pada tanggal 13 Agustus 1945. Akan tetapi, baiik versi pertama dan kedua. Keduanya sama-sama menyebutkan jika teks proklamasi yang dibacakan dr.Soedarsono hingga kini tak diketahui keberadaanya. Akan tetapi, saat itu karena masih keterbatasan media penampai informasi. Apa yang dilakukan dr. Soedarsono tak menjadi viral di masyarakat Indonesia saat itu. Bahkan sebagian orang Cirebon pun kala itu tak mengetahui soal proklamasi di Alun-Alun Kejaksaan.

15 Agustus 1945, Di Cirebon Proklamasi Indonesia Dibacakan
Sumber : cirebontrust.com

Proklamasi tersebut memang benar adanya. Mengutip dari laman setaranews.com menyebutkan jika salah satu pejuang sekaligus saksi peristiwa tersebut membenarkan jika proklamasi pernah dibacakan oleh dr. Soedarsono pada 15 Agustus 1945. “Saya ketika itu hadir sebagai tentara pelajar. Saat itu, saya mendengar kabar dari senior bahwa Jepang telah kalah perang. Saat itu banyak warga yang keluar rumah dan berkumpul di jalanan sepanjang palimanan (rumahnya) menuju ke Kota (Cirebon). Merinding kalau ingat masa itu. Rakyat terlihat gembira sekaligus gelisah. Kelompok pemuda takut setelah Jepang kalah Belanda akan datang lagi” seperti dikutip dari setaranews.

Hanya saja peristiwa bersejarah itu tak banyak orang tahu. Bahkan dibuku-buku sejarahpun tak banyak kita jumpai soal proklamasi Cirebon 15 Agustus 1945 itu. Kini yang tersisa hanyalah sebuah tugu berbentuk lancip layaknya pensil yang beridiri ditengah-tengah perempatan super padat Kota Cirebon. Tugu tersebut adalah tugu proklamasi letaknya di dekat alun-alun kejaksaan, tempat dimana sebuah sejarah pernah ditorehkan. Akan tetapi mesti tugu sudah berdiri menjulang masih banyak orang Cirebon sendiri yang tak tahu jika tugu tersebut dibuat untuk mengenang proklamasi Cirebon pada 15 Agustus 1945 silam.

(Sumber Gambar Utama : commons.wikipedia.org )

(Editor : AprianingDwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here