in

10 Masjid Tanpa Kubah di Indonesia yang Memanjakan Mata

Masjid Tanpa Kubah di Indonesia

Kira-kira apa reaksi kamu ketika mendengar istilah “masjid tanpa kubah”? Mungkin banyak dari kamu yang mengeritkan dahi. Sebab, mayoritas masjid di dunia saat ini menggunakan kubah dan menara sebagai ikonnya. Seakan-akan, kubah dan menara sudah melekat menjadi jati diri masjid sebagai tempat peribadatan umat Islam.

Namun, seiring perkembangan zaman, perubahan bergulir begitu cepat. Termasuk untuk urusan bangunan masjid. Masjid yang dulunya berikon kubah dan menara, kini berganti menjadi aksen-aksen modern namun tetap islami. Banyak pula dari mereka (arsitek) menghilangkan ikon kubah dan menara di dalam masjid.

Pilihan Editor:

 

Di Indonesia sendiri, tren masjid tanpa kubah memang belum merebak ke seluruh wilayah. Baru ada beberapa arsitek yang mampu mewujudkan bangunan masjid tanpa disertai ikon kubah dan menara di sekeliling halamannya. Nah, kira-kira seperti apa ya, bentuk dan panorama masjid tanpa kubah di Indonesia ini? Simak ulasan berikut.

Deretan Kemegahan Masjid Tanpa Kubah di Indonesia

1. Masjid Al-Safar Tol Cipularang

Masjid Tanpa Kubah, Masjid Al Safar Tol Cipularang
Masjid Al Safar Tol Cipularang (Sumber: IG @dudisugandi )

Pertama datang dari masjid yang menjadi ikon dari Tol Cipularang, yakni Masjid Al-Safar. Masjid ini diarsiteki oleh Ridwan Kamil bersama partner-nya di Urbane, dengan desain yang unik dan modern. Desain masjid ini merupakan desain masjid kedua yang Ridwan Kamil rancang. Letaknya berada di rest area KM 88B, memiliki bentuk yang unik menyerupai topi adat Sunda.

Masjid ini diresmikan oleh kontraktor resmi mereka, yakni Jasa Marga bersama sang arsitek Ridwan Kamil, pada 19 Mei 2017 lalu. Kapasitas yang ditampung oleh masjid ini terhitung mencapai 1.200 jamaah dengan total luas sebesar 6.000 meter persegi. Para pendiri berharap, masjid ini bisa menjadi ikon sekaligus tempat untuk beribadah yang nyaman bagi umat Islam yang sedang melintasi Tol Cipularang.

2. Masjid Salman Institut Teknologi Bandung

masjid tanpa kubah Masjid Salman ITB Bandung
Masjid Salman ITB Bandung (Sumber: kabar.salmanitb.com)

Masjid tanpa kubah selanjutnya ialah Masjid Salman di Kampus ITB. Masjid ini diarsiteki oleh Alm. Achmad Noeman. Meski termasuk bangunan tua, masjid ini tetap asri dan terasa nyaman ketika berada di dalam atau sekitarnya. Jika dilihat dengan saksama, masjid ini penuh dengan ornamen garis-garis. Arti filosofisnya ternyata begini: garis vertikal menandakan hubungan manusia dengan Tuhan, garis horizontal menandakan hubungan manusia dengan manusia lainnya.

Hal unik lainnya dari Masjid Salman ialah atapnya yang terbuat dari beton dan berbentuk cekung. Arti filosofis dari desain ini adalah ketika tangan menengadah ke atas untuk berdoa kepada Tuhannya. Selain memang bagus dari segi estetika, kenyamanan yang dirasakan ketika berkunjung ke masjid ini memang sangat terasa. Para pengunjung pun bisa menimba ilmu dari serangkaian majelis ta’lim yang digelar di masjid ini.

3. Masjid 99 Cahaya Tubaba Lampung

Masjid 99 Cahaya Tubaba Lampung masjid tanpa kubah
Masjid 99 Cahaya Tubaba Lampung (Sumber:  pertiwicahaya156.blogspot.co.id)

Tulang Bawang Barat merupakan Kabupaten baru di Provinsi Lampung. Di awal peresmiannya, terdapat dua bangunan ikonik yang diharapkan bisa menjadi ikon dari kabupaten tersebut. Ialah Masjid 99 Cahaya dan Sesat Agung. Kedua bangunan yang dipisahkan oleh danau buatan ini menjadi filosofi berdirinya Tulang Bawang Barat.

Masjid 99 Cahaya sengaja dibuat tanpa kubah, yang diarsiteki oleh Andramatin, ditandai dengan menjulang tinggi bangunan tersebut. Menandakan hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Sedangkan Sesat Agung yang dibangun sebagai balai adat tidak terlalu tinggi melainkan luas, menandakan hubungan antara manusia dengan sesamanya.

4. Masjid Al Irsyad Bandung

Masjid Al Irsyad Bandung masjid tanpa kubah
Masjid Al Irsyad Bandung (Sumber: infobdg.com)

Ketika berkunjung ke Kabupaten Bandung Barat, maka salah satu bangunan paling ikonik di sana ialah Masjid Al Irsyad Bandung. Masjid ini diarsiteki oleh Ridwan Kamil, dengan desain futuristik sebagaimana karya yang sering ia rancang. Masjid ini dibangun sejak 2009 dan berhasil diresmikan setahun berikutnya.

Luas bangunan dari masjid ini berkisar 1.696 meter persegi, sedangkan bagian selasarnya sekitar 807 meter persegi. Jika berkunjung ke sana, awal mula pengunjung menginjakkan kaki, maka akan disambut oleh bentangan karpet merah yang megah. Selanjutnya jika melihat ke atap bangunan, akan ada 99 lampu yang membentuk siluet 99 cahaya, sebagaimana Asma’ul Husna.

5. Masjid Cheng Ho Surabaya

Masjid Cheng Ho Surabaya masjid tanpa kubah
Masjid Cheng Ho Surabaya (Sumber: rooang.com)

Masjid Cheng Ho terletak 1 KM di sebelah utara Gedung Balaikota Surabaya. Masjid ini mengusung nuansa muslim Tionghoa sebagai filosofi bangunannya. Pembangunan dan peresmiannya dilakukan sejak 2002 silam. Masjid yang juga diberi nama Muhammad Cheng Ho ini mirip dengan bangunan kelenteng yang memiliki nuansa warna kuning, hijau, dan merah.

Awal mula masuk ke bangunan masjid, maka akan ada bangunan mirip pagoda yang menyambutnya. Bangunan ini terdapat patung singa dan relief naga, di puncaknya terdapat lafaz Allah yang diukir dalam huruf Arab. Masjid ini dibangun berkat inisiasi dari tokoh masyarakat muslim Tionghoa, sesepuh dan penasehat PITI, serta jajaran direksi dari Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur.

6. Masjid Raya Bani Umar Tangerang

Masjid Raya Bani Umar Tangerang masjid tanpa kubah
Masjid Raya Bani Umar Tangerang (Sumber: circle-mood.blogspot.co.id)

Masjid tanpa kubah selanjutnya berada di Tangerang Selatan, bernama Masjid Raya Bani Umar. Masjid ini mampu menampung 1.600 jamah dengan bangunan 3 lantai. Ibadah sholat biasa dilaksanakan di lantai 2 dan 3. Sedangkan, untuk lantai 1 biasa digunakan untuk kegiatan formal karena terdapat aula pertemuan. Kegiatan lain seperti ibadah dan sosial kemasyarakatan juga dilakukan di lantai dasar ini.

Masjid yang dalam perencanaan serta pembangunannya menghabiskan dana 2 milyar ini merupakan hasil rancangan arsitek Fauzan Noe’man. Masjid ini memiliki luas sekitar 16 ribu meter persegi. Uniknya, masjid ini mengandalkan ventilasi sebagai sirkulasi udara dan cahaya. Sehingga, tak kaget apabila setiap orang yang masuk ke dalam masjid ini merasa nyaman dan sejuk, rasa-rasanya tidak sedang berada di kota besar.

7. Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat masjid tanpa kubah
Masjid Raya Sumatera Barat via travelingyuk.com

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan masjid terbesar di provinsi tersebut. Masjid ini terletak di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Perencanaan dan pembangunan masjid ini dimulai dan diselesaikan pada tahun 2007. Segala kegiatan keagamaan tingkat regional selalu rutin digelar di masjid ini. Seperti misalkan Ibadah Sholat Idul Fitri, Sholat Jumat, hingga pertemuan dan tabligh akbar.

Masjid ini memiliki konstruksi tiga lantai, dengan kegiatan utama yakni ibadah sholat berada di lantai dua. Lantai dua ini, langsung terhubung dengan teras depan yang melandai ke arah jalan. Dalam perencanaannya, Pemerintah Kota Padang melakukan sayembara yang diikuti oleh 323 arsitek dari banyak negara. Pemenang sayembara tersebut ialah arsitek Rizal Muslimin.

8. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak masjid tanpa kubah
Masjid Agung Demak (Sumber:  wikipedia.com)

Masjid Agung Demak merupakan masjid paling tua di Indonesia. Masjid ini terletak di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sejarah panjang menyertai pendirian dari masjid ini. Pada masa kerajaan abad ke-15, Raden Patah selaku raja pertama Kesultanan Demak pun menginisiasi pendirian masjid ini. Dulunya, para ulama yang kerap disebut Walisongo melancarkan dakwah dimulai dari masjid ini.

Arsitektur masjid ini cukup unik. Terdapat empat tiang penyangga utama, diberi nama Saka Guru. Atapnya berbentuk limas, dinamakan Saka Majapahit, dengan delapan tiang penyangga. Atap limas ini masih memiliki beberapa bagian sejumlah tiga bagian, melambangkan arti Iman, Islam, dan Ihsan.

9. Masjid Agung Banten

Masjid tanpa KUbah
Masjid Agung Banten (Sumber: Wikipedia.org)

Masjid Agung Banten juga masuk dalam jajaran masjid tanpa kubah, sekaligus salah satu masjid paling tua di Indonesia. Pada abad ke-15, Kesultanan Banten yang kala itu dipimpin oleh Sultan Maulana Hasanuddin, memutuskan untuk membangun masjid ini. Sultan Maulana sendiri merupakan putra pertama dari salah satu ulama Walisongo, yakni Sunan Gunung Jati.

Masjid ini terletak di Desa Banten Lama, yang dapat ditempuh dari Kota Serang menuju ke utara sejauh 10 kilometer. Masjid ini diarsiteki oleh Tjek Ban Tjut dari Tiongkok, dengan ikon bangunan berupa atap bertumpuk lima. Di masjid ini juga terdapat beberapa makam Kesultanan Banten, yakni makam Sultan Ageng Tirtayasa, makam Sultan Maulana Hasanuddin beserta istrinya, dan beberapa lainnya.

10. Masjid Cut Meutia Jakarta

Masjid Cut Meutia Jakarta
Masjid Cut Meutia Jakarta (Sumber: IG @novandanugraha)

Masjid Cut Meutia Jakarta merupakan salah satu peninggalan zaman kolonial Belanda kala itu. Masjid ini terletak di Jl. Cut Meutia No. 1, Jakarta Pusat. Arsitektur masjid ini cukup unik, menggabungkan padu padan arsitektur bangunan Belanda dengan seni kaligrafi Islam. Sebelum dijadikan masjid, dulunya, bangunan ini pernah dipakai oleh Belanda sebagai kantor perusahaan, kantor Jawatan Kereta Api Belanda, kantor pos Belanda, hingga kantor Angkatan Laut Jepang.

Masjid ini memiliki luas 1.500 meter persegi, dengan hampir seluruh ornamen bangunan dibiarkan asli sejak bangunan ini berdiri. Arah kiblat di masjid ini pun tidak lurus ke depan, melainkan agak serong ke kanan. Sebab, memang bangunan masjid tidak searah dengan arah kiblat. Bahkan saking uniknya, banyak turis mancanegara sengaja berkunjung ke sini, hingga sebagian dari mereka memutuskan untuk jadi mualaf.

Nah, itu dia kawan, sederet masjid tanpa kubah di Indonesia. Meski dibangun tanpa menggunakan ikon kubah, masjid-masjid tadi tetap menawan dan indah dipandang bukan? Namun, lebih dari itu, kegiatan ibadah umat Islam bisa tetap terlaksana dengan aman dan kondusif. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu, ya!

(Sumber Gambar Utama: simas.kemenag.go.id)

Editor: Ridho Nur Wahyu

Written by Ifan Prasya

Belajar itu dari mana saja.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Batik Detector

Inilah Batik Detector, Aplikasi untuk Mengenali Anekaragam Motif Batik di Indonesia

achmad noe'man arsitek Masjid Salman ITB Bandung

Achmad Noe’man, Pelopor Masjid Tanpa Kubah di Indonesia